Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh NATACHA
Kerajaan Aruna habis dilalap api. Raja dan ratu—tidak, ayah dan ibu—hangus. Tidak ada lagi rakyat, pun seluruh prajurit kalah sepenuhnya. Singkatnya, Aruna telah runtuh. Aku, Putra Mahkota, Arkananta Jayendra, memeluk seorang abdi yang paling setia, Aryawira, "Arya, maaf. Maaf, aku tidak bisa menyelamatkanmu."Aku tidak lagi punya arah. Yang aku lakukan hanyalah menyusun keris-keris milik Arya, meletakkannya satu per satu di dinding gua. Tidak ada sesembahan apa pun. Tidak ada doa. Tidak ada asa. Di dalam gua, aku bersemadi, mengucap maaf ribuan kali, atau mungkin— jutaan kali. Hanyut dalam rasa bersalah, mengabaikan realita, sampai akhirnya, aku tersadar. Keris di depanku telah berkarat. Namun, bajuku masih penuh bauan hangus, sisa dari istana yang terbakar.Aku kesulitan berpikir, hingga akhirnya, aku menyadari satu hal bahwa: "Aku ada di masa depan?"ic_default
Karena kamu suka Sejarah & Kerajaan, mungkin kamu suka ini juga: