Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Amur
Dua sosok berkelebat ringan menyusuri pepohonan, hingga ketika sembirat merah mewarnai kaki langit bagian timur mereka berhenti dan menapakan kaki. Rimba terlihat semakin lebat, terhampar sepanjang mata memandang.Lelaki muda dengan pakaian bercorak hijau lumut menyandarkan tubuhnya pada salah satu batu sebesar tiga kali pemelukan orang dewasa. Ia diam dengan pandangan tak jelas ke mana arahnya. Wajahnya mengguratkan kecewa.Sedangkan ia sendiri belum dapat memejamkan matanya, padahal perjalanan cukup jauh baru saja dilewatinya. Ia harus berloncatan di antara pepohonan dengan penuh kewaspadaan. Sebab bila tidak, maka mata-mata prajurit yang berjaga dapat menemukannya. Hal ini dapat mengakibatkan rencananya selama ini bersama lelaki berjubah putih menjadi sia-sia.Angan di dalam kepalanya memutar, kejadian-kejadian dalam puluhan purnama belakangan ini berganti-ganti. Perjalanan hidup yang tak pernah ia sangka-sangka datang menemui dan menjadikan dirinya banyak berubah. Tentu saja hal ini berkaitan juga dengan keadaan tubuhnya yang sampai saat ini masih berasa asing. Matahari yang langsung menerpa wajah lelaki yang mengenakan pakaian bercorak hijau lumut dengan sukses membuyarkan lamunannya. Lalu membawa kesadarannya pulang bahwa di saat ini ia masih berada dalam kawasan hutan Alas Larang. Di sampingnya lelaki berjubah putih masih bergeming dengan tangan bersedekap.Amur.ic_default
Karena kamu suka Sejarah & Kerajaan · Fantasi, mungkin kamu suka ini juga: