Lagi-lagi Ratna termangu. Di tepian balkon, disertai dengung kendaraan lewat serta semilir angin menerabas, dia bertopang dagu. Kedua sikunya bersandar di pagar pembatas.
Dia menatap lalu lalang kendaraan dari lantai dua, menikmati momen yang tenang ini. Meski hari ini naik turun secara dramatis, hatinya tidak bisa berbohong.
Dia suka di depan balkon sendirian, sambil merenungkan hari-hari yang berlalu.
Ratna bersyukur diberi kesempatan untuk training, melaksanakan tugas pertama dan mendapat ulasan positif. Selain itu bertemu seorang kawan yang baik semacam Joy. Ratna merasa diberkahi. Kecuali satu hal.
Ravi dan lamaran konyolnya.
Mau dipikirkan sedalam apapun, tidak akan mengubah fakta kalau Ravi adalah anak dari pemilik BR, tempat Ratna bekerja. Dia bisa diperlakukan sewenang-wenang