Ratna tidak tahan lagi menahan lapar. Dia harus memberanikan diri untuk berhutang mi instan ke warung. Abaikan cercaan dan malu yang mendera wajahnya. Pokonya perut kenyang dulu.
Saat itu pula, satpam baik hati mencegat langkahnya. Wajah ramahnya menguap seiring ketegangan yang ada. Ratna mendadak khawatir ada yang salah. Apakah sepeda matic milik Pak Satpam rusak, sehingga dimintai ganti rugi? Kepala Ratna berdenyut. Pengeluaran lagi, pengeluaran lagi.
"Mbak Ratna," panggil satpam itu.
"Iya," balas Ratna sambil lalu.
"Bisa panggilkan Mas Ravi?"
Kedua mata Ratna terpicing penuh penuh kecurigaan. Konspirasi apa yang telah dilakukan oleh orang-orang BR ini, sampai tingkat terbawah macam Satpam turun tangan menyambungkan komunikasi Ratna dan Ravi yang memburuk.
Ratna menciut, semakin sa