Bagian I: Pagi Pertama di Kota yang Bebas.
Matahari terbit di atas Pelabuhan Karang Keraton pagi itu memancarkan sinar keemasan yang terasa berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi cerobong-cerobong pabrik Serikat Dagang yang memuntahkan asap batu bara hitam berbau belerang ke langit pesisir. Gelanggang besar alun-alun utama, yang sehari sebelumnya menjadi saksi bisu Tanding Cita Rasa Agung, kini dipenuhi oleh tenda-tenda kayu sederhana milik para pedagang kecil, kuli dermaga, dan petani dari berbagai pelosok karesidenan.
Di tengah alun-alun, meja-meja jati panjang garapan tangan Banyu telah ditata rapi. Di atasnya, puluhan kuali tanah liat besar memutahkan uap hangat beraroma gurih alami. Banyu, Gendis, Ki Suro, dan Rangga berdiri di balik meja, menyajikan Gulai Agung Tiga Samudra secara c