Jessica gadis yang malang malang itu kini sudah dibawa oleh beberapa bodyguard, bahkan ia masih mengenakan pakaian kerjanya juga dengan kondisi yang tidak sadarkan diri.
Mobil hitam itu kini berhenti disebuah mansion mewah, seorang pria yang sudah menunggu sedari tadi tersenyum senang, dia membawa dan memangku Jessica menuju kamarnya.
Dengan perlahan pra itu menidurkan Jessica yang masih belum sadarkan diri, dia mengusap surai hitam gadis dihadapannya dengan penuh bahagia, impiannya kini sudah terwujud dan sekarang dia akan mempersiapkan sesuatu untuk mengikat gadis itu selamanya.
"Gantikan bahu untuknya" kedua maid mengangguk patuh, sementara pria itu sudah pergi dari kamar dan membiarkan pelayan mengganti baju gadisnya.
Pria angkuh itu memasuki ruangan kerjanya, dia menyuruh banyak penjaga untuk melindungi gadisnya supaya nanti ketika bangun dia tidak kabur.
"Permisi bos, untuk persiapan pernikahannya sudah selesai" Pria yang dipanggil bos itu mengangguk dan membiarkan sekertaris nya pergi.
Dikamar perlahan Jessica membuka matanya, dia melihat sekeliling kamar yang nampak asing dan juga mewah, bahkan kamar ini lebih luas dari rumahnya, kemudian Jessica tersadar jika sebelum tak sadarkan diri tadi dia dibawa oleh beberapa orang dan dimasukan kedalam mobil.
Kini Jessica turun dari tempat tidur, namun dia dikagetkan karena bajunya sudah berganti dengan sebuah gaun yang indah, dia masih ingat jika tadi masih mengenakan baju kerjanya, Jessica memeluk dirinya dan menahan isakan tangis, kemarin dirinya sudah diperkosa dan sekarang mendapati dirinya yang sudah berganti pakaian.
Jessica berlari kearah pintu, tapi pintu tersebut dikunci, dia terus menggedor-gedor dengan keras, hingga seseorang membuka pintu, Jessica menegang karena orang yang membuka pintu itu adalah pria yang kemarin memperkosanya, dengan langkah mundur Jessica memeluk tubuhnya, tatapan kebencian yang kini wanita itu berikan kepada pria dihadapannya.
"Mau apa kamu apa lagi sialan?" Jessica berteriak, dia merasa marah akan nasibnya sekarang.
"Pria itu mendekatkan dirinya namun dengan cepat Jessica menghindar, dia takut jika pria itu akan memperlakukannya sama seperti malam sebelumnya.
"Aku tidak akan menyakitimu sweet heart." Jessica merasa Jijik dengan pria dihadapannya
"Pergi sialan" Jessica mendorong tubuh pria dihadapannya namun badan dan juga kekuatan pria tersebut tida sebanding dengan dirinya yang lemah.
"Jangan menangis, bersiaplah setelah ini kita akan menikah" Jessica membelalakkan kedua matanya.
"Aku ngak mau!" Pria itu tersenyum misterius dan kini memeluknya dengan erat dengan membisikan kata yang membuat Jessica marah.
"Kamu tidak bisa menolak sweet heart kalau tidak sahabatmu Amy akan mati" ucapan itu dibisikkan kearah telinganya.
"Mau kamu itu apa hah! belum cukup kemarin kamu perkosa aku dan sekarang kamu dengan seenaknya menikahi aku!"
"Aku harus bertanggung jawab sayang, jika malam itu membuahkan hasil bagaimana? jadi, mau tidak mau kita akan menikah"
pria itu pergi dari hadapan Jessica semetara gadis itu sudah sangat hancur, kesuciannya telah hilang di jadikan jaminan hutang oleh ibunya dan sekarang dia akan menikah dengan pria yang sudah menghancurkan masa depannya.
Jessica tertawa lirih, karena tuhan tidak adil kepadanya dia tidak membiarkan dirinya untuk bahagia, bahkan sedari dulu harus merasakan kerasnya hidup bersama ibu tiri, kemudian rentetan kejadian menghampiri begitu saja dan membuat dirinya ingin menyerah.
Dua orang pelayan masuk dengan gun pernikahan dan juga penata rias, Jessica seperti mayat hidup,karena sekarang semuanya sudah diambil paksa oleh pria yang tidak berperasaan itu, jika dirinya kabur maka nyama sang sahabat menjadi taruhannya.
Jessica ingin berteriak namun tubuh dan juga hatinya sudah tidak berdaya, dia hanya bisa terdiam seperti seseorang yang sudah tidak memiliki jiwa, kini harapan tinggallah harapan dia harus mengubur semua ini dalam-dalam.
'Terimakasih tuhan dengan ketidak adilan ini'