"Jadi... gadis itu yang bernama Daisy?"
Jadrian bertanya ketika mobil sudah melaju pergi meninggalkan gerbang sekolah.
Dami mengangguk. "Ya. Namanya Daisy Jims," jawabnya.
"Sungguh tidak asing," komentar Jadrian.
"Oh ya? Kau pernah bertemu dengannya?"
Jadrian mengedikkan bahu. "Lebih tepatnya aku pernah melihatnya. Dia mudah dikenali dengan rambut yang sangat mencolok itu."
"Yeah, benar sekali."
"Apalagi dengan buku yang sedang ia baca ketika itu."
"Buku?"
"Saat itu dia sedang membaca buku tentang eksistensi non manusia."
Dami tertawa kecil. "Daisy memang memiliki ketertarikan dengan eksistensi non manusia."
"Menurutmu dia bisa mengetahui identitas eksistensi yang menyamar? Misalnya dia mampu menebak jika aku adalah Vampir?"
Dami tertawa geli mendengar Jadrian yang terdengar se