Bab 22: Reuni Kecil
Untuk merayakan kepulangan mereka, Arga dan Rina mengundang Ibu Susi dan beberapa sahabat dekat mereka untuk makan malam bersama. Suasana rumah yang tadinya hanya diisi oleh mereka berdua kini riuh oleh canda tawa dan obrolan hangat.
Di sela-sela jamuan makan malam, Ibu Susi menarik Rina ke sudut ruang keluarga dan tersenyum bangga. "Ibu sangat senang melihat kalian berdua sekarang. Terlihat sekali bahwa cinta kalian tumbuh semakin dewasa."
"Semua ini juga berkat nasihat dan dukungan Ibu saat aku hampir menyerah," kata Rina dengan mata yang berbinar penuh rasa syukur.
Sementara itu, Arga berbincang dengan teman-temannya di meja makan. Ia menceritakan bagaimana ia dan Rina berhasil melewati masa-masa sulit, termasuk pentingnya menjaga komunikasi. Teman-temannya mengagumi ketegaran pasangan tersebut dalam mempertahankan komitmen pernikahan mereka
Bab 23: Tantangan Rutinitas Baru
Bulan-bulan berlalu, dan Arga kembali disibukkan dengan rutinitas pekerjaannya di kantor pusat. Namun, kali ini tidak ada lagi rasa jenuh atau kesalahpahaman. Arga telah menerapkan kebiasaan baru untuk selalu menyisihkan waktu berkualitas bagi keluarga.
Setiap hari Jumat malam, mereka membuat aturan tidak tertulis: tidak ada urusan kantor dan tidak ada gawai. Mereka menghabiskan waktu dengan memasak bersama, menonton film favorit, atau sekadar duduk di balkon sambil menikmati secangkir teh.
Rina juga terus mengembangkan hobinya. Ia kini membuka kelas memasak kecil-kecilan di rumahnya untuk ibu-ibu sekitar kompleks. Kegiatan ini membuatnya merasa produktif dan memiliki ruang untuk bersosialisasi.
Dengan kesibukan masing-masing, mereka tetap menjadi pendukung utama bagi satu sama lain. Rumah mereka menjadi tempat di mana setiap lelah di dunia luar dapat disembuhkan oleh senyuman dan pelukan.