Ia membuka mata melihat dirinya sekarang ada diruang UKS ditemani pemuda yang tadi memanggil temannya dilapangan.
"Kamu udah bangun ?lebih baik kamu istirahat sepertinya kamu kelelahan berdiri di lapangan tadi"tanya pemuda itu tampak khawatir menatap Nadine.
"Dimana aku?oh ya aku lupa kalau tadi aku pingsan by the way kamu temennya si cowo nyebelin itu kan tapi thanks udah bawa aku kesini "ucapnya .
"Maksud kamu Baskara temenku yang satu itu emang sedikit nyebelin si tapi aslinya baik kok,kamu baru ya dikampus ini?kenalin aku Alvin senior kamu jurusan kedokteran kamu sendiri?"tanyanya penasaran.
"Nadine.."sahutnya singkat .
Kantin terlihat ramai dengan para mahasiswa putri yang berkumpul disana,Baskara yang sedang asik menikmati makan siangnya bersama beberapa temannya dikejutkan dengan gadis cantik berpenampilan modis itu sambil membawa beberapa temannya dan membawa bunga besar untuk baskara.
"Bas aku bawa mereka semua karena aku mau nyatain cinta sama kamu apa kamu mau jadi pacar aku Bas?kalau iya ambil bunga ini sekarang juga"ucap gadis itu dengan penuh harapan.
"Ambil..ambil...!"seru mereka bersorak .
Baskara bangkit dari tempat duduknya dengan ekspresi datar ia mengambil bunga itu dan mematahkan menjadi dua bagian.
"Ini yang kamu mau kan?"tanyanya tersenyum sambil melempar bunga itu ke lantai ia pun segera pergi mengajak teman temannya yang lain.
Aylin tampak terkejut melihat penolakan itu didepan anak anak lain ia tampak malu dan segera pergi sambil menangis.
"Udahlah lyin jangan nangis lagi,kamu kan tau baskara itu gimana dia itu dingin banget kaya es kalau sama cewek"seru salah satu temannya mencoba menghibur.
"Iya yang dibilang lyodra bener...".
"Enggak seorang Aylin pantang diginiin dan aku bakal terus kejar Baskara sampai dia jatuh cinta sama aku."sahut Aylin memeluk sahabatnya.
Nadine kembali ke kelasnya,tubuhnya merasa baikan setelah berbaring diruang UKS.Salah satu gadis masuk kedalam dan menghampiri Nadine dengan ramah.
"Hai Nad kenalin aku Sisil,aku denger kamu pingsan ya dilapangan,Pak Hadi memang kejam ".ucap gadis itu memperkenalkan diri.
"Iya tadi aku dehidrasi karena kepanasan tapi sekarang enggak papa kok salah satu senior ku tadi yang ngebawa aku ke UKS"sahutnya dengan ramah.
"Senior siapa?"
"Namanya Alvin..".
"Hah Alvin sahabatnya Baskara?mendingan kamu jangan deket deket sama dia,mereka tuh terkenal banget disini dan mereka semua playboy"seru Sisil memberitahu.
"Apa playboy kamu enggak salah?"
"Iya Nad,apalagi yang namanya Baskara jago banget bikin patah hati cewek,barusan aja cewek tercantik dikampus ini dia tolak!"seru Sisil dengan serius.
Sejenak ia merenung mengingat pemuda yang membuatnya naik pitam tersebut sambil bertanya tanya dalam hati.
"Masa cowok ngeselin itu playboy,enggak mungkin ah"gumamnya dalam hati.
Tidak terasa mata kuliah mereka berakhir,Nadine bergegas pergi meninggalkan kelasnya bersama Sisil,mereka tampak akrab satu dengan yang lainnya .
"Kamu enggak mau bareng sama aku?"tanya Sisil menawarkan tumpangan setelah tau Nadine yang tidak mempunyai kendaraan .
"Enggak sil makasih aku dijemput sama ayah kok di depan kampus."
"Yaudah sampai ketemu besok Nad bye!"seru Sisil meninggalkan Nadine sendiri .
Sebelum keluar gerbang kampus ia melihat Baskara yang sedang berbicara dengan gadis berparas cantik dan seksi itu dengan serius.
"Tunggu Bas kenapa si kamu selalu menghindari aku kurang apa aku dibanding cewek lain dikampus ini?"seru Aylin menarik tangan baskara.
"Ah lepasin!aku enggak pernah suka sama kamu Aylin Udah berapa kali aku bilang sama kamu apa harus pake toa hah biar semua orang denger ?"seru Baskara tampak kesal.
Melihat itu Nadine segera menghampiri mereka berdua,melihat gadis itu ditolak mentah mentah ia merasa kasihan.
"Kamu jangan beraninya sama cewek ya,hadapin aku jangan mentang mentang kamu ganteng seenaknya memperlakukan wanita!"seru Nadine bertolak pinggang.
"Ini lagi cewek cupu ngapain sih ga jelas tau gak!!"pekiknya dengan kesal.
Melihat Aylin yang terpaku melihat kedatangan Nadine ,Baskara segera menarik tangan gadis itu dan mengajaknya pergi.
"Eh apa apan nih?"seru Nadine.
Baskara membawa gadis itu ke taman samping kampus melirik ke arah Aylin yang sudah tidak mengejarnya lagi.
"Huh baguslah gadis itu enggak mengikuti kita"ucap Baskara mengusap dadanya.
"Lepasin kenapa bawa aku kesini segala"pekik Nadine merasa bingung melihat tingkah pemuda itu.
"Cewek cupu denger ya,aku thanks banget kamu mau bantu aku menghindari Aylin "ucapnya segera pergi.
Nadine menatap pemuda itu tanpa berkedip sambil berbicara, "Apa yang dia bilang tadi pemuda aneh ."
Tiba dirumah Baskara menyapa ibunya yang sedang berada diruang televisi sambil menikmati secangkir kopi dan cemilan.
"Anak mama sudah pulang?"
"Aku kekamar dulu ya mah!"sahut Pemuda itu menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya yang ada dilantai dua.
Ia meletakkan tas dan buku buku kuliahnya dan berbaring di kamar.kedua tangannya mengusap wajahnya yang tampak lelah setelah pulang dari kampus.
Ia mengambil sebuah kotak berwarna biru menatap foto foto saat dirinya masih kanak kanan berusia sembilan tahun bersama seorang gadis kecil yang imut dan cantik disampingnya .
"Nana dimana kamu aku sudah tinggal dinegara yang sama kaya kamu,tapi saat aku datang malah kamu yang pergi bersama keluargamu,aku rindu sama kamu nana!"ucapnya mengecup foto itu.
Ditengah jalan tiba tiba sepeda motor yang dikendarai Nadine dan ayahnya tiba tiba mati,mereka segera turun dan memeriksa sepeda motor itu.
"Kenapa sama motornya yah mogok lagi?"
"Iya nak enggak tau kenapa,gak papa kan kita jalan hitung hitung olahraga?"sahut Leo tertawa.
Beberapa jam kemudian mereka kembali kerumah sambil ayahnya menenteng sepeda motor itu dan meletakkannya di halaman depan.Setelah itu ia segera masuk dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa panjang .
"Loh kok pulang pulang cemberut?"tanya ibunya melihat wajah putrinya .
"Tanya aja sama ayah Bu!"sahutnya dengan nada pelan.
Leo segera masuk dengan wajah yang tampak kotor dengan coretan hitam diwajahnya ,"kenapa yah wajah kamu kok pada hitam ,anak kita juga kenapa cemberut?"
"Mesin motor itu mati ditengah jalan saat kami mau pulang dengan terpaksa didorong sampai rumah"sahut Leo.
"Kayaknya motor itu mesti di lem biru yah"celetuk Nadine.
"Apa tum lem biru maksudnya di kasih lem power blue gitu?"tanya ibunya tidak mengerti kata kata anaknya.
"Lemparin Beli baRu maksud Nadine Bu"sahut Leo menggelengkan kepala.
"Kamu itu Nad ada ada aja bahasa anak zaman sekarang ya pah,iya pengennya gitu nak tapi uangnya belum terkumpul kan sudah habis untuk daftar kuliah kedokteran kamu"sahut ibunya.
"Iya Bu Nadine cuma bercanda kok,doain aja biar Nadine sukses nanti Nadine beliin ayah dan ibu mobil baru bukan TorBut lagi".
"TorBut?"
"Motor butut mungkin maksud Nadine Bu haha!"seru ayahnya tertawa.
Mereka tampak bahagia walau hidup sederhana,semenjak ayahnya bangkrut dan terpaksa menjual rumah mewah mereka dan hidup pas pasan tidak membuat mereka bersedih,bagi mereka keutuhan keluarganya adalah yang terpenting.
Setelah salat Maghrib berjamaah Nadine beserta orangtuanya menikmati makan malam di ruang keluarga tampak Nadine menatap ayahnya yang asik menyantap makan malam itu.
"Ayah pernah ketemu om Bagas lagi?"tanya Nadine membuka obrolan.
"Om Bagas sahabat ayah yang pindah ke London itu?"
Nadine menganggukkan kepalanya dengan serius menunggu jawaban ayahnya .
"Enggak pernah Nad,kami sudah hilang kontak kalau pun masih om Bagas pasti tidak akan membiarkan perusahaan ayah bangkrut nak"sahut Leo tampak bersedih.
"Kenapa kamu nanyain om Bagas masih kangen sama Didit ya"tanya ibunya menggoda.
"Ih ibu enggak kok cuma nanya aja"ucap Nadine dengan malu malu.
"Iya ya..Didit sekarang pasti sudah sebesar kamu Nad."
"Tapi sayang Nadine udah enggak pernah ketemu Didit lagi pasti dia bahagia sama temen temen bulenya di London atau sudah punya pacar bule disana."
"Liat yah anak kamu sekarang sudah bicara tentang pacar pacaran ."
Nadine hanya tersenyum melihat kedua orangtuanya yang khawatir kepada putrinya yang sudah beranjak dewasa.
"Bi tolong panggilin den Baskara,suruh makan sejak pulang kuliah tadi dia hanya mengurung dirinya dikamar"ucap Sofia yang sedang menyantap makan malam.
Bi Ijah wanita paruh baya yang bekerja dirumah mewah itu segera berjalan mendatangi kamar anak majikannya.
Tok...Tok..
"Den Ibu Sofia menyuruh aden kebawah untuk makan malam!".
"Iya bi nanti saya kesana!!"sahut Baskara yang baru saja selesai mandi dan berganti pakaian .
Ia melangkah pelan menuruni anak tangga satu persatu menuju ruang makan namun tiba tiba kepalanya terasa pusing dan pandangannya kabur kemudian kehilangan kesadaran dan terjatuh pingsan terguling ke lantai.
****