Sofia berteriak histeris ketika melihat putranya sudah tergeletak di lantai dengan darah di keningnya,ia segera meminta bi Ijah untuk menghubungi dokter pribadi mereka untuk segera datang kerumah.
Dibantu security tubuh Baskara di bawa kekamar sambil di kompres dengan air hangat untuk membersihkan luka di keningnya.
"Baskara bangun nak jangan buat mama khawatir,sebentar lagi dokter datang"ucap Sofia tampak sedih mengusap kepala anaknya dengan lembut.
Tok..Tok..
"Permisi dokternya sudah datang Bu!"ucap security itu memberitahu.
"Suruh masuk pak Dadang!"sahut Sofia.
Dokter itu segera masuk dan memeriksa kondisi Baskara kemudian mereka berbicara diruang tamu.
"Gimana dokter anak saya baik baik saja kan?saya enggak tau kenapa dia tiba tiba tergeletak dilantai!"tanya Sofia dengan panik.
"Apa baskara sebelumnya pernah seperti ini?"tanya dokter itu .
"Tidak dok,baru kali ini ia tidak sadarkan diri."
"Bu Sofia den Baskara sudah sadar Bu!"seru bi Ijah tampak senang memberitahu majikannya,mereka pun akhirnya menemui Baskara menanyakan apa yang terjadi padanya.
"Aku tidak tau mah tiba tiba kepada ku pusing sekali dan aku terjatuh saat menuruni tangga"sahut Baskara menyentuh keningnya yang sedikit memar karena terbentur tangga.
"Ini saya berikan resep untuk pereda pusing dan juga luka di keningnya,kalau masih pusing sebaiknya segera periksa kerumah sakit untuk menjalani beberapa tes agar ketahuan,cepat sembuh ya Baskara "ucap dokter itu memberikan resep obat kepada Sofia.
"Terima kasih dok"sahut Baskara yang terbaring .
Sofia mengantar dokter itu kedepan dan kembali menemui putranya karena insiden itu bi Ijah membawakan makan malam itu ke kamarnya.
"Sebaiknya kamu makan dulu,mungkin saja karena kamu belum makan jadi kepalamu pusing"seru ibunya menyuapinya.
"Aku bisa sendiri mah biar aku saja!"ucap Sofia.
"Bas kamu masih mencari keberadaan Nana?"tanya Sofia melihat foto kecil mereka di atas meja nakas.
"iya mah aku sudah berjanji padanya untuk bertemu kembali saat kita dewasa tapi Nana dan keluarganya tidak tau saat ini tinggal dimana"sahut Baskara tampak kecewa.
"Suatu saat mereka pasti cepat ditemukan nak,mama juga kangen sama gadis kecil itu"ucap Sofia .
Pagi ini Nadine terlihat sudah bersiap untuk berangkat ke kampus kali ini gadis itu tidak ingin terlambat lagi dan menerima hukuman dari dosen yang terkenal killer itu.
"Bu aku berangkat dulu ya,aku enggak mau telat lagi"seru Nadine mencium punggung tangan ibunya.
"Bekalmu udah dibawa Nad ?"tanya Suci mengingat putrinya belum sarapan .
"Udah kok yaudah ya assalamualaikum!"serunya .
"Waalaikumussalam...!"
Ia berdiri di pinggir jalan menyetop mobil angkutan umum dan masuk kedalam disusul dengan seorang pengamen yang juga masuk kedalam mobil itu sambil menyanyikan sebuah lagu.
Alangkah bahagia pertemuan ku kali ini setelah berpisah setelah sekian lama...
"Stop ganti lagunya !"
"Kenapa emangnya kak?"tanya pengamen itu bingung.
"lagu itu enggak cocok buat aku "ucapnya dalam hati mengingat anak kecil yang sudah berjanji akan menemuinya ketika dewasa.
"Gak papa lagu pop aja coba"ucap Nadine lagi yang duduk tepat di samping pintu mobil.
Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali rasa yang kutinggal mati...
"Aduh kenapa lagunya ini,ganti!"ucapnya lagi mendengar lirik dari lagu itu.
"Neng terserah dia dong mau lagu apa kok jadi ngatur emangnya mau dibayar"ucap salah satu penumpang itu .
"Iya ya benar juga ucapannya aku kan enggak bawa duit lebih hari ini"gumamnya dalam hati merasa malu.
"Bang stop bang disini aja bang!"seru Nadine memutuskan untuk turun di tepi jalan dekat kampusnya.
"ye nyuruh doang ganti lagu tapi ngasih duit enggak dasar pelit !"seru pengamen itu menjulurkan lidahnya ke arah Nadine.
Nadine berpura pura berbalik badan sambil menutup wajahnya dan segera berjalan menuju kampus yang berada tidak jauh. Di sana ia bertemu dengan Sisil yang baru saja tiba dengan mobilnya.
"Eh Sisil..."sapa Nadine berjalan di samping teman sekelasnya itu.
"Nah gini dong biar enggak dihukum lagi kan"celetuk Sisil tersenyum padanya.
"Iya aku harus ontime karena kemarin malem aku bantuin ibu bikin pesenan kue"sahut Nadine menjelaskan.
"Ibu kamu jualan kue?"
"Iya kue lapis gitu nanti aku bawa ya biar kamu cobain siapa tau nanti ikut order"ucap Nadine tersenyum.
"Bener ya nanti aku recomend deh ke nyokap."
Saat mereka hampir tiba dikelas Aylin menarik tangan Nadine dengan kasar.
"Sini loh!"serunya dengan wajah kesal menatap gadis itu.
"Kamu berani beraninya ya ikut campur urusan aku sama Baskara,kamu pikir kamu siapa?kamu tuh anak baru dikampus ini tapi udah songong sama senior !"serunya mendorong Nadine yang hampir terjatuh.
"Nad kamu enggak apa apa?"tanya Sisil tampak ketakutan melihat senior yang berdiri didepannya.
Nadine yang kehilangan kesabaran mendekat kepada Alyin.
"Kamu mang senior tapi sessnior seniornya enggak pake nindas junior ya lagipula kemaren aku bermaksud belain kamu aja biar kamu enggak di semena mena in sama cowok sok kegantengan itu yang udah permaluin kamu!"ucap Nadine dengan sorot tajam menatap Aylin.
"Aku enggak butuh di bantu,Baskara itu suka sama aku tapi dia gengsi jadi dia seolah olah enggak peduli ,ah Udah deh sekali lagi kamu ikut campur kamj bakal liat siapa Aylin !!"serunya melangkah pergi.
Nadine dengan kesal mengepalkan tangannya yang hampir saja ingin meninju gadis yang tidak tau diri itu.
"Sabar Nad,sebaiknya kita enggak berurusan sama senior karena denger denger Aylin itu udah bikin beberapa mahasiswa disini di drop out secara tidak terhormat karena pengaruh ayahnya yang kepala yayasan itu"bisik Sisil mengajak Nadine masuk keruang kelas.
"Aku enggak takut sama dia walau dia senior kita karena aku bukan seperti yang dia pikirin"ucap Nadine.
Selesai pelajaran kelas Nadine berjalan menuju perpustakaan ia ingin mencari buku untuk tugas kampusnya.
Ia melangkah mencari buku dari rak demi rak yang tersusun di sana.
Tiba tiba matanya tertuju pada rak paling atas dimana buku itu berada,ia mendongak dan mencari kursi sebagai pijakan dan kembali ke rak itu tetapi seorang pria sudah mendahuluinya mengambil buku yang ia cari itu.
"Itu punyaku,aku duluan yang liat"seru Nadine merebut buku yang dipegang pemuda tinggi itu.
"Enak aja,aku duluan yang ambil sini kembaliin!"ucapnya merebut kembali buku itu.
"Kamu tuh jadi cowok bikin aku kesel terus ya"seru Nadine dengan emosi.
"Eh cewek cupu emangnya buku ini milik kamu,bebaslah aku mau ambil yang mana selagi belom di ambil orang"serunya dengan nada keras.
Ketika Baskara sedang berbicara pada Selina ia melihat Aylin yang berjalan kelorongnya ia segera berbalik dan merangkul Nadine sambil menutup wajahnya dengan buku itu.
"Kenapa rangkul rangkul...?"sebelum ia berbicara banyak Baskara segera membekap mulut gadis itu dengan tangannya.
"Sttt...diam aku enggak mau Aylin tau kalau akuada disini!"bisiknya pelan.
Tetapi dengan akalnya Nadine menggigit tangan Baskara agar melepaskan bekapan itu yang membuatnya tidak bisa bernafas setelah Aylin menghilang dari pandangan mereka.
"Awww dasar cewek gila,kamu pikir enggak sakit..aduuh"teriaknya meringis kesakitan.
"Sukurin...makanya jangan ngeselin jadi laki dan jangan suka PHP ini cwe!"serunya segera pergi setelah merampas buku itu dari tangan Baskara.
"Dasar cewe stress...!"pekiknya meninggalkan perpustakaan .
Saat ia ingin keluar terlihat Aylin yang berlari menghampirinya,wajahnya tampak pucat seperti melihat hantu ketika gadis itu mengetahui ia ada didalam sana.
"Bas kamu daritadi aku cariin kita ke kantin yuk!"seru Aylin dengan manja.
"Duh gimana ya aku ada janji sama temen temen sekarang ,sorry ya Lin aku tinggal byeee ..!"ucap baskara melangkah dengan cepat meninggalkan gadis itu.
Ia menarik nafas lega berjalan menuju mobilnya yang terparkir di halaman kampus kemudian segera masuk kedalam mobil.
"kurang asem tu cewek cupu tanganku sampe lecet begini liat aja aku akan kasih pelajaran ke cewek itu!"serunya menggerutu melihat tangannya yang memerah bekas gigitan.
Ia mengambil handphonenya dan menghubungi temannya sambil menyetir .
"Al ...kamu ajak temen temen kita kerumahku tar malem,aku tunggu bye!"serunya menutup telepon.
"Liat aja Gadis cupu aku akan buat perhitungan !"
***