Malam itu teman teman Baskara berkumpul di ruang billiyar kediaman rumahnya yang terlihat mewah dan megah.
suasana tampak ramai dengan suara anak muda yang sedang bermain billiyar dan ada juga yang bersantai di tepi kolam renang yang dimana ruangan itu berada tepat di depanya.
"Jadi kenapa kamu manggil kita kita kesini?"tanya Mario yang penasaran karena biasanya mereka berkumpul di hari weekend saat mereka libur bukan di weekday.
"Kamu tau kan cewek cupu Ade kelas baru kita kelas 1A yang kepang dua dan berkacamata kuda itu?"ucap Baskara sambil bermain billiar.
"Aku pengen kalian semua membantuku untuk kerjain dia,anak itu rese dari awal aku bertemu dengannya ada aja masalahnya dan kalian tau tadi dia gigit tanganku sampe lecet kaya gini gara gara aku mau menghindar dari Aylin".
"Wah kacau itu galak juga tu cewek tapi awas bas nanti lama lama kamu suka lagi sama dia haha!"celetuk Aldy teman satunya.
"ih amit amit gak akan dan enggak akan pernah,kita enggak selevel lagipula aku udah punya gadis yang aku suka selama ini"sahut Baskara.
"Oh jadi kamu udah punya cewek,pantes kamu menghindar dari Aylin,tapi aku klo jadi kamu bakal aku terima Aylin cantik begitu"sahut Aldy sambil tersenyum.
"Silahkan ambil aja,kalian enggak perlu tau siapa dia yang jelas aku sayang sama cewe itu"ucap Baskara .
"Bikin penasaran aja,yaudah cepet apa yang mesti kita lakuin!"
Baskara segera membisikkan rencananya kepada ke empat teman temannya itu dan mereka tersenyum setelah mendengar rencana Baskara kecuali satu temannya Alvin yang terlihat kurang suka dengan rencana itu tapi dia tidak bisa menentang baskara yang mempunyai power dikampusnya dan juga terkenal.
"Anak anak sambil main ini Tante bawain makan untuk kalian ayo dimakan!"seru Sofia dengan senang melihat teman teman anaknya berkumpul disana.
"Makasih Tante,kita jadi ngerepotin nih"seru Alvin.
"Enggak kok,Tante seneng kalian main kesini!"sahut Sofia melangkah pergi.
"Ibu kamu selain cantik dia juga baik banget ya,beda sama ibuku yang selalu marah marah "celetuk Aldy mengunyah cemilan.
"Itu Udah nasib kamu Al punya nyokap bawel hahaha".
Mereka semua tertawa mendengar Mario berbicara ,diantara teman yang lain hanya Aldy yang berasal dari keluarga sederhana dan bisa berkuliah di kampus bergengsi karena beasiswa yang ia dapatkan.
"Nad belum tidur?"Leo mengetuk pintu dan masuk kekamar anaknya.
"Belum yah lagi ngerjain tugas besok mau dikumpulin soalnya"sahut Nadine yang terlihat serius di meja belajar kamarnya.
"Yang pinter belajarnya ya nak,besok ayah punya kejutan buat kamu".
"Kejutan apa yah?"tanya Nadine dengan gembira.
"Ya pokoknya besok kamu tau sendiri yaudah ayah mau tidur dulu ya..kalau udah selesai langsung tidur jangan begadang biar otak kamu encerr"seru Leo meninggalkan putrinya.
"Iya...!".
Tanpa terasa ia tertidur sampai pagi setelah mengerjakan semua tugas yang diberikan dosen .Ia terbangun dan membereskan buku bukunya dan langsung mandi kemudian ia berjalan menuju ruang tamu.
Terlihat diatas meja makan terdapat kue tart berbentuk love dan juga tulisan Happy Birthday Nana ku.
Ayah ibunya muncul sambil mengucapkan selamat ulang tahun kepada anaknya.Ia merasa terharu dan segera memeluk kedua orangtuanya dengan bangga.
"Makasih ayah ibu aku sayang kalian"ucapnya .
"Satu lagi kado dari ayah dan ibu ayo!"seru Leo mengajak anak gadisnya keluar rumah dan terlihat sepeda motor matic berwarna hijau favoritnya terparkir disana.
"Ayah kenapa beliin Nadine motor ini kalian kan sedang enggak punya uang?"seru Nadine terkejut melihat hadiah yang diberikan orangtuanya..
"kebetulan ayah dapet bonus dari bos ayah dan ayah pakai untuk DP motor ini kamu kan juga jadi gampang ke kampus enggak perlu nunggu mobil umum atau kena cipratan mobil lain"seru Leo.
"makasih ya sekali lagi..Nadine seneng banget..sarangheoo muach muach deh pokoknya".
"Apa tuh Nad sarang beo?"
"Duh ibu masa enggak tau Sarangheo artinya aku cinta kamu...!"
Mereka tertawa melihat sikap polos ibunya ,setelah itu ia pun segera pamit untuk berangkat kekampus menggunakan motor barunya.
Disana ia memarkirkan motor itu di halaman dan pergi menuju kelasnya.
Dari kejauhan Mario tersenyum berjalan menghampiri motor yang barusan saja dipakai Nadine.
"Sorry ladiees aku harus melakukannya!"ucapnya tersenyum sambil mengeluarkan cat Pilox permanent dan mencoretnya ke motor itu.
Baskara yang berada dikelasnya menerima notif pesan grup dari handphonenya melihat foto sebuah motor yang telah dicoret coret dengan Pilox permanent membuatnya tertawa dengan puas.
"Good Job Mario"Baskara memberikan emot love pada foto itu.
"Rasain..jangan pernah main main sama Baskara Aditiya Winaldy ,sekarang kamu tau siapa aku!"ucapnya dalam hati sambil tersenyum puas.
Jam pelajaran telah usai,Nadine mengeluarkan kotak dari dalam tasnya dan memberikan kepada Sisil yang masih mengerjakan tugas .
"Sil nih cobain buat kamu,buatan ibuku sendiri dan juga ada kue tart yang pasti semua itu ibuku yang buat!"
"Wah makasih Nad pasti enak"ucapnya membuka tutup kotak itu melihat kue yang membuatnya ingin mencicipi.
"Bener kata kamu kue kue ini enggak kalah enak dari toko toko kue premium by the way kamu ulang tahun ya Nad?ih selamet ya!"serunya dengan senang memeluk sahabatnya itu.
Ia melirik kesekitar ruangan dan memberikan tanda agar merahasiakan ulang tahunnya dan menceritakan tentang hadiah yang diberikan orangtuanya kepadanya.
"Aku mau liat motor kamu boleh ?"tanyanya penasaran.
Dengan senang hati Nadine mengajaknya ke parkiran dimana motor itu berada disana namun ia sangat terkejut melihat keadaan motornya yang sudah tidak karuan dengan Pilox yang membuat warna motor itu menjadi tidak terlihat lagi dengan warna orange menyala.
"Si..siapa yang melakukan ini???"pekiknya dengan geram.
"Ini pasti senior kita Nad...ya ampun mereka kok tega banget nad!"ucap Sisil merasa prihatin .
Bayangannya terbesit wajah pria menyebalkan itu dengan emosi yang memuncak ia segera mencari pemuda itu disekitar kampus.
Beberapa orang yang melihat memberitahu Nadine dimana pemuda itu berada dengan langkah cepat ia mendatanginya ke kantin.
"Si cewe cupu itu pasti sekarang lagi nangis dipojokan liat motor barunya dirusak haha!"ucap Baskara kepada teman temannya.
Ia berdiri tepat dibelakang Baskara dengan sorot mata tajam,temannya yang melihat gadis itu datang berpura pura tidak tahu.
"Bas gue cabut dulu.."
"Iya gue juga bas bye!"
Mereka semua pun pergi meninggalkan baskara ,ia merasakan ada yang mencolek dirinya dari belakang dan menoleh terlihat Nadine dengan murka menarik kerah bajunya .
"Apa apaan si ini lepasin cewe cupu!"serunya menarik kerah kaosnya yang hampir robek.
"Kamu tau harga kaos aku ini mahal kamu enggak akan mampu membelinya !"seru Baskara tampak kesal menatap gadis itu.
"Mending kamu jujur sama aku sekarang,kamu kan yang ngerusak motorku??"tanya Nadine dengan nada keras membuat semua orang yang berada disana menoleh ke arah mereka.
"Ngomong apaan si kamu enggak jelas ,udahlah gue mau pergi ".
Nadine dengan cepat menarik baju pemuda itu sampai robek,langkah Baskara tiba tiba berhenti ia membalikkan badan dan mendorong gadis itu ke dinding dengan kasar.
"Kamu bener bener nantangin aku...aku jamin hidup kamu gak bakal tenang kuliah di kampus ini mulai hari ini inget itu dan emang bener motor butut kamu itu aku yang nyuruh orang buat ngerusaknya kenapa kamu enggak terima??"pekik Baskara tertawa.
"Kalian denger semua ada cewe cupu yang mau nantangin Baskara cowok populer dikampus ini,ayo kamu mau apa hah??"
Nadine mengepalkan tangannya menatap tajam Baskara,airmatanya menetes melihat ia dipermalukan di hari ulang tahunnya.
"Bas kamu udah keterlaluan tau motor itu hadiah ayahnya Nadine dihari ulang tahunnya !!"seru Sisil mengajak Nadine pergi dari sana.
Semua orang hanya terdiam memandang mereka begitupun baskara yang terpaku mendengar ucapan Sisil.
Nadine seketika menangis di atas rooptop gedung kampus itu hatinya merasa sakit diperlakukan seperti itu oleh Baskara.
Sisil mencoba menenangkan sahabatnya dan ia memberikan air mineral kepada Nadine agar hatinya tenang.
"Minum dulu Nad..!!"
"Aku harus ngomong apa sama orangtuaku Sil ayahku sudah bekerja keras membelikan motor itu untukku dan sekarang mereka dengan bebas mencoret coretnya."
"Aku ngerti banget Nad gimana perasaan kamu,kamu yang sabar ya.."ucap Sisil memeluknya.
Baskara termenung di dalam mobil memikirkan kata kata Sisil yang membuatnya merasa bersalah.
"Apa aku udah keterlaluan sama cewe itu?"gumamnya dalam hati.
Ia mengeluarkan dompetnya menatap gadis kecil yang tersenyum manis didalam foto.
"Nana...hari ini kamu juga ulang tahun bukan? semoga kamu bahagia diluar sana dan enggak menemui cowok menyebalkan kaya aku"ucapnya sambil menghidupkan mobil.
*****