Sepeda motor matic itu terlihat seperti baru lagi dengan polesan cat warna dasar yang melapisinya.Nadine tampak terkejut melonjak kegirangan melihat motornya dan segera masuk kedalam menghampiri ayahnya yang sedang menikmati secangkir kopi dipagi hari.
"Makasih ayah Udah bikin motor aku balik lagi kaya baru lagi!"serunya memeluk ayahnya dengan manja.
"Iya pokoknya kamu harus ingat kata kata ayah kemarin ya jangan berurusan sama pemuda kaya itu lagi!"ucap Leo memperingatkan anaknya.
"Ngomong ngomong kamu mau kemana Udha rapi kaya gini?"tanya Leo melihat putrinya yang tampak rapi di hari Minggu.
"Aku mau ke toko buku ada yang mau dibeli yah."
"Mau ayah anterin?"tanya Leo menatap anaknya.
"Ayah ini Nadine kan sudah besar malu dong dia diantar sama ayahnya"seru Suci menimpali.
"Tau nih ayah,aku kan udah gede bukan anak kecil lagi yaudah aku berangkat dulu ya"seru Nadine beranjak pergi.
"Yasudah kamu hati hati nak abis itu langsung pulang!"seru Leo memandang anaknya yang keluar.
Nadine segera menghidupnya sepeda motornya dan pergi menuju toko buku yang berada dalam mall yang tidak jauh dari rumahnya.
"Today kamu mau kemana Bas ?"tanya Ivanka mendekati Baskara yang baru saja selesai mandi.
"Enggak kemana mana,kamu mau jalan?"tanya Baskara menatap gadis bule itu.
"I really want to!please kita pergi!"seru Ivanka tampak senang merengek kepada Baskara sepupunya.
Tanpa banyak pikir Baskara mengambil kunci mobilnya dan segera pergi bersama Ivanka pergi untuk berjalan jalan.
"Di sini sangat hot cuacanya beda dengan dilondon,bikin kulit aku merah"seru Ivanka melihat wajahnya.
"Beginilah di negaraku apalagi musim kemarau "celetuk Baskara sambil mengendarai mobilnya.
"By the way apa yang kamu lakukan kalau holiday?"
"Enggak ada hanya menghabiskan waktu dirumah atau hangout bersama teman temanku ."
"Sepertinya seru,aku ingin mengenal semua temanmu itu"
"Ok,besok aku ajak kamu ke kampusku!"sahut Baskara tersenyum.
Diam diam Ivanka menatap Baskara melihat dari samping wajah tampan itu dengan hidung yang mancung,alis tebal dan kulit yang putih walau dinegaranya ia banyak menemukan pemuda yang tampan tetapi ia lebih menyukai pria asia.
Hampir satu jam akhirnya mereka tiba disebuah mall yang tampak megah dan salah satu terbesar dikota itu,mereka segera masuk dan berjalan dengan menggunakan eskalator.
"Where do you want to take me?"tanya ivanka memandang sekeliling mall itu yang tampak ramai.
"Cinema,ada film bagus yang belum aku tonton kamu pasti suka"sahut Baskara berdiri disamping gadis bule itu.
"Apa itu apa action ,horor or?"
"No..i don't like horor,aku suka film action."
"Oke i like too"
Mereka membeli dua tiket bioskop dengan film action yang akan tayang satu jam lagi,sambil menunggu mereka keluar dan keliling mall itu.
"Gimana kalau kita makan dulu,aku laper belum sempat sarapan lagipula jam tayang filmnya masih lama?"tanya baskara mengajak Ivanka ke sebuah restoran seafood disana.
Ivanka mengangguk dan mereka menempati meja outdoor yang tampak sepi setelah memesan menu.
"Mau menu yang mana mbak?"tanyas seorang waitress melihat Nadine yang tampak memandang menu yang terpasang di banner depan sambil berfikir.
"Saya mau menu yang ada disitu mbak!"sahutnya menunjuk banner .
Waitress itu mengangguk dan membuat pesanan Nadine dengan menu paket hemat,"Silahkan ditunggu nanti kita antar pesanannya !"seru waitress itu dengan sopan.
Nadine masuk kedalam melihat restoran itu yang cukup ramai di meja indoor,iapun memilih duduk di kursi pojok sambil memainkan handphonenya.
"Silahkan,menunya sudah semua ya"seru waitress itu datang dengan makanan yang tampak lezat .
Nadine memandang menu pesanannya yang terlihat lezat tetapi berbeda dengan gambar Yang ada di banner itu dengan porsi yang lebih banyak.
"Mbaknya enggak salah kasih nih,waah kapan lagi bisa makan harga hemat porsi banyak!"serunya langsung menyantap makanan itu.
"Tolong bawa ke meja outdoor nomor 37 ya sama ini pesanan nomor 42!"seru koki iu menyuruh waitress mengantarnya.
Sampai di meja Baskara waitress itu memberikan satu porsi makanan dengan menu steak beef dan juga minumannya kemudian bergegas pergi menuju pesanan meja berikutnya.
"Mbak tunggu!"seru Baskara memanggil waitress itu.
"Satu lagi pesanan kami mana kok cuma satu?"
"Sebentar ya saya tanya dulu!"ucapnya melangkah pergi.
"Silahkan pesanannya !"seru waitress itu memberikan chicken katsu plus nasi kepada Nadine yang sedang asik memakan makanannya.
Nadine tampak bingung melihat makanan yang datang kemejanya ,"perasaan aku enggak pesen dua menu"gumamnya dalam hati sambil melanjutkan makannya.
Sudah beberapa menit Baskara yang menunggu pesanannya ,ia sudah sangat lapar ditambah melihat Ivanka Yangs sedang lahap menghabiskan makanannya.
"Makanan kamu mana Bas kok belum datang mau join sama aku?"tanya Ivanka menawarkan makanya kepada Baskara.
"No,kamu tunggu sebentar biar aku kekasih sekarang!"ucapnya berjalan menuju kasir.
"Mbak makanan saya kok belum Dateng ya?"tanya Baskara dengan nada tegas bertanya pada pelayan disana.
"Meja berapa kak?"tanya kasir itu.
"37 di outdoor,buruan dong saya sudah nunggu daritadi!"serunya yang mulai tidak sabar.
"Sebentar ya kak kami cek dulu,tadi sudah diantar soalnya sama waitress kami!"
Belum sempat kasir itu memanggil,Nadine muncul sambil membawa sepiring makanan yang masih utuh ditangannya dan memberikannya kepada kasir itu.
"Maaf mbak ini sepertinya bukan pesanan saya deh karena saya cuma pesan satu tapi yang datang malah dua porsi "seru Nadine.
Kasir itu merasa bingung dan waitress yang tadi mengantar pesanan itu pun datang menghadap mereka.
"Kamu jadi makanan aku ada sama kamu..??"seru Baskara terkejut melihat gadis disampingnya .
"Cowok nyebelin lagi,kenapa si harus ketemu dia lagi"gerutu Nadine dalam hatinya mencoba bersikap ramah didepan mereka.
"Aku enggak tau ya kenapa diantar kemejaku harusnya kamu tanyanya bukan sama aku dong!"sahut Nadine dengan santai.
"Maaf kak,saya salah antar pesanan seharusnya pesanan,makanan ini memang menu kakak dan yang saya antar pertama itu milik mas in!"seru waitress itu menjelaskan.
Mendengar itu Nadine terkejut,"Berarti yang tadi aku makan punya cowok nyebelin ini,gimana dong."
"Mana makananku sekarang cewek cupu ?"tanya Baskara menatap gadis itu dengan tajam seperti mau memakannya hidup hidup.
Nadine menggarukkan kepalanya mencoba bersikap tenang,"makanan itu sudah habis aku makan,aku pikir itu pesananku."
"Harusnya kakak enggak makan makanan yang bukan pesanannya kak kalau begini kakak harus void makanan pertama dan bayar ulang makanan yang kakak makan!"seru kasir itu.
"Tapi ini bukan salah saya dong mbak!"pekiknya mencoba membela diri walau sebenarnya dia panik karena uangnya hanya cukup untuk beli bensin motornya untuk pulang nanti.
"Gimana cewek cupu mau ganti makanan aku,aku lagi laper nih buruan cepet bayar!"seru Baskara dengan wajah kesal.
Nadine terdiam mencari akal agar ia terbebas dari Masalah itu,ia menarik tangan Baskara dan mengajaknya menjauh dari kasir itu.
"Senior aku minta maaf,jujur aku enggak punya uang lagi buat bayar sisa harga menu yang aku makan,pleasee"
"Please apa!siapa suruh makan punya orang,lagian enggak punya duit aja makan di tempat ini"sahut Baskara dengan nada ketus.
"Aku enggak peduli ya cewek cupu,gantiin cepetan makanannya kalau enggak gini deh biar kamu enggak kena ganti ada syaratnya !"
"Syarat apa?"tanya Nadine penasaran.
"Kamu mau jadi kacungku selama tiga hari di kampus gimana?"tanya Baskara memberi tawaran.
Nadine seketika terdiam,ia bingung harus bagaimana mengganti makanan yang harganya ratusan ribu itu dengan uang yang ia punya sekarang,karena tidak ada pilihan ia pun mengiyakan.
Melihat anggukan gadis itu ia langsung tersenyum dan melangkah ke arah kasir .
"Makanan ini biar saya yang ambil,nona ini enggak perlu menggantinya saya ikhlas!"ucap Baskara melirik ke arah Nadine.
"Baik kak kalau begitu case closed ya,sekali lagi kami meminta maaf!"sahut kasir itu.
"Bas kenapa sangat lama apa ada problem ?"tanya Ivanka berjalan menghampiri mereka.
"Enggak,ayo kita kembali kemeja cuma ada kekeliruan aja!"sahut Baskara merangkul Ivanka kembali ke mejanya yang berada diruang outdoor .
Nadine memandang mereka yang terlihat mesra satu dengan lainnya ,"Apa itu sipacarnya cowok nyebelin,ternyata seleranya bule"ucapnya dalam hati meninggalkan restoran itu.
Ia segera pergi menuju basement dimana motornya berada dengan kesal ia hampir saja berteriak di sana dengan sikap seniornya yang semakin menyebalkan .
"Padahal aku udah janji sama ayah enggak akan dekat dekat dengan cowok itu tapi sekarang aku malah mau jadi kacungnya,mimpi apa aku semalam,Dimana mana selalu ada dia! Arrgghhh!!"
Ivanka turun dari mobil melangkah masuk kedalam rumah bersama Baskara,rumah itu tampak sepi karena kedua orangtua Baskara sedang menghadiri undangan pernikahan anak sahabat mereka.
"Bas,tunggu!"Seru Ivanka menghentikan langkah Baskara yang berjalan ingin menaiki tangga lantai atas.
"Aku belum bilang thank you sama kamu karena udah ajak aku pergi!"ucap Ivanka menatap pemuda itu .
"Udah cuma itu aja!"tanya Baskara.
Ivanka melangkah lebih dekat kearah Baskara yang tampak salah tingkah melihat sikap gadis bule itu dengan jarak hanya beberapa centi .
"Ada satu lagi"
"A..apa?"
Baskara melangkah mundur.
***
"