"Cuma mau bilang Filmnya bagus!"seru Ivanka melangkah pergi sambil bernyanyi.
Seketika Baskara tertawa melihat gadis bule itu dan beranjak pergi menuju kamarnya.
Dari dalam kamar terdengar aroma harum dari dari arah dapur,Ivanka yang sedang merapikan rambutnya yang berwarna kecoklatan.
"Wangi apa ni bikin aku lapar"celetuknya melangkah keluar menuju dapur melihat Sofia yang sedang membantu membuat sarapan bersama art nya.
"Good morning Tante!"sapa Ivanka tersenyum melihat wanita itu.
"Morning too sayang,sudah bangun jam segini?"tanya Sofia yang mengetahui kebiasaan keponakannya itu yang selalu bangun siang .
"Today special day Tante,Baskara mau ajak aku pergi ke kampusnya and mau kenalin aku ke teman temannya"sahut Ivanka Dnegan aksen bulenya.
"Pantas saja kamu semangat ,iya daripada dirumah lebih baik ikut baskara,teman temannya itu baik baik dan seru."
"Kok Tante tau?"tanya Ivanka penasaran.
"Gimana Tante enggak tau kan mereka sering main kesini!"
Ivanka membantu menata piring di meja makan itu sambil menunggu om dan sepupunya turun untuk sarapan.
"Tan,Tante kenal sama girl yang namanya Nana?"tanya Ivanka berbicara pelan sambil melirik kesekitar ruangan.
"Oh Nana itu sahabat kecilnya Baskara sebelum kami pindah ke London "
"Apa Baskara bertemu dengan Nana lagi setelah kembali kesini?"
"Enggak sampai sekarang baskara belum bertemu dengan gadis itu lagi,disaat baskara dan Tante kebalik ke indo,keluarga Nana sudah pindah entah kemana dan rumah lamanya sudah di jual."sahut Sofia
"So sad,Baskara pasti sedih kehilangan gadis itu tan"ucap Ivanka merasa prihatin.
"Iya bagi baskara Nana itu seperti sahabat yang tidak terpisahkan ,mereka sangat akrab dan dekat mungkin kalau sudah dewasa mereka sudah berpacaran"seru Sofia lagi.
Ivanka mengangguk ia merasa semakin penasaran dengan sosok gadis yang membuat pemuda yang ia cintai itu menutup hatinya kepada wanita lain.
"Lagi ngomongin apa si serius banget?"tanya baskara yang duduk di meja makan .
"Bukan apa apa!"sahut Ivanka salah tingkah .
"Kamu jadi ikut aku kekampus kan?"
"Of course Baskara kamu enggak lihat ni aku sudah cantik"sahutnya melenggak lenggok.
"Nice,yaudah yuk kita pergi sekarang!"seru baskara beranjak pergi.
"Eh kamu enggak sarapan dulu?"
"Nanti saja di kantin !"
Ivanka cepat cepat pergi menyusul baskara yang sudah masuk kedalam mobilnya tidak lupa ia berpamitan pada om dan tantenya dan duduk di samping baskara dengan ceria .
"Si gadis cupu itu hari ini untuk pertama kalinya dia akan jadi kacungku,liat aja nanti aku kerjain dia habis habisan haha"gumam Baskara tertawa sendirian.
"What happen with you Bas?"tanya Ivanka mengamati pemuda itu.
"Enggak papa ,kamu lihat aja nanti gimana pesona Baskara Aditiya Winaldy di kampus"serunya dengan rasa percaya diri.
Nadine duduk di bangku kantin dengan wajah yang tampak muram tidak bersemangat membayangkan ia selama tiga hari ini menjadi kacung Baskara yang selalu membuat masalah dihidupnya.
"Ah,bodoh sekali kenapa kemarin aku mau memenuhi syarat itu!"pekiknya sambil menepuk keningnya .
Dari kejauhan Baskara datang dengan Ivanka yang berjalan disebelahnya dengan wajah angkuh masuk kekantin .
Tidak lama beberapa temannya datang dan memperkenalkan gadis bule itu pada mereka.
"Dia beneran sepupu kamu Bas,gilaak cantik banget!"Seru Aldy menatap wajah gadis bule itu yang seperti boneka hidup.
"Iya,jadi adik papaku menikah dengan bule London jadinya dia Ivanka Smith"sahut Baskara .
"Biasa aja kali Bas,oh ya senang berkenalan sama kalian"sahut Ivanka.
Baskara menoleh melirik kesekitar kampus itu mencari gadis yang sudah berjanji padanya saat kemarin itu.
Matanya tertuju pada meja yang berada dibelakang ruangan,dengan senyuman menyungging dia pun segera menghampirinya.
"Bas ikutt!"seru Ivanka .
Terlihat Nadine yang sedang duduk melamun sendirian disana dengan tangan menopang dagunya memandang ke arah luar dari balik kaca bening.
Baskara dengan jailnya menggebrak meja itu tepat didepannya .
"Woy....rupanya kacungku ada disini,dicariin juga!"
Nadine terperanjat seketika mendengar mejanya yang di gebrak dengan keras di area kantin itu,para mahasiswa yang berada disana saling melirik melihat cowo paling populer dan berkuasa itu membully Nadine.
"Apa mau kamu?"tanya Nadine dengan nada ketus berpura pura bersikap tenang walau dalam hatinya merasa guncang.
"Udah lupa ya sama janjinya yang di restoran kemarin,apa mau di umumin kesemua orang kalau kamu udah "
"Please stop!oke aku akan lakuin apa yang kamu suruh sekarang !"sahut Nadine menahan emosinya.
"Ivanka yang sedaritadi memperhatikan Nadine hanya terdiam.
"Kamu bawa tas aku ini,aku mau kekelas!"serunya melempar tasnya ke Nadine .
Dengan spontan Nadine menangkap Tas pemuda itu yang terasa sangat berat sehingga itu tidak bisa mengangkatnya.
"Berat sekali tasnya!"gumam Nadine dengan sekuat tenaga memikul tas ransel milik Baskara dan mengikuti mereka dark belakang.
Baskara hanya tersenyum berjalan didepan bersama Ivanka yang merasa heran,para mahasiswa lainnya melirik Nadine disepanjang jalan membuatnya merasa sangat malu.
Tiba dikelasnya Baskara menyuruh Nadine meletakkan tasnya di atas meja dengan tubuh berkeringat setelah naik turun tangga gedung kampus.
"Heh mau kemana,belom selesai !"seru Baskara menyuruh gadis itu menghentikan langkahnya dan menemuinya lagi.
"Aku sudah menuruti kemauanmu apa belum cukup juga?"tanyanya dengan galak merasa ia dipermalukan.
"Ya belumlah ,Aku pegel butuh dipijat !"
"Hei enggak ada ya dalam kamus aku tuh pijit pria selain ayah tercintaku no,no!"
"Yaudah dengan terpaksa aku akan kasih tau mereka kalau kamu!"seru Baskara mengancamnya.
"Iya iya...!"
"Enggak bas,ada apa si kamu dengan gadis ini?lebih baik aku yang pijitin kamu!"
"No..No mesti dia,nanti aku ceritain kamu semua sama kamu ok"ucapnyaa berbisik kepada Ivanka.
"Kalau aja bukan karena janji aku enggak Sudi pijitin kamu kaya gini!"pekiknya dengan kesal.
Terdengar suara bell berbunyi,tampak Nadine segera masuk kekelasnya,ia merasa lega karena tidak jadi memijit pemuda itu.
"Alhamdulilah akhirnya aku bisa bebas dari cowo ngeselin itu!"ucap Nadine berjalan menuju kamarnya.
Ivanka penasaran dengan gadis yang patuh oleh baskara,baskara pun saling bercerita kronologi bagaimana gadis berkacamata dan berkepang dua itu.
"Nadine dari mana kamu?"tanya sisil yang sudah berada didalam kelasnya.
"Abis dari kelas dua Sil,ih aku sebel banget sama tu cowok rasanya aku mau memakannya hidup hidup!"pekik Nadine memperagakan tangannya dengan gerakan tinju.
"Lah kamu ngapain ke kelas dua?"tanya Sisil penasaran.
Dengan berat hati Nadine pun menceritakan kejadian kemarin kepada Sisil,yang merasa temannya di manfaatkan merasa geram dan ingin menemui pemuda itu.
"Keterlaluan ya si Baskara,ini semua bukan salah kamu Nad,mereka Yang salah kasih menu makanan tapi kenapa malah kamu yang di suruh bayar,harusnya kamu protes dong"seru Sisil.
"Gimana aku mau protes Sil,waitress itu malah menyalahkan ku karena makan makanan yang bukan pesananku ,ya ini salahku juga Sil yang langsung makan aja,udah deh sil kamu enggak usah ikut terlibat aku takut kamu kena masalah juga nantinya sama senior kita itu"ucap Nadine membujuk temannya itu.
Sisil pun segera mengeluarkan dompet dari dalam tas nya dan mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu untuk Nadine.
"Kamu bayar ini ke Baskara biar kamu enggak di suruh suruh lagi sama dia,aku kasian sama kamu Nad,kemarin motor baru kaku di coret coret nanti apa lagi"ucap Sisil.
"Enggak usah Sil aku enggak mau berhutang sama kamu."
"Aku ikhlas Nad!"
"Enggak Sil,aku juga enggak akan ikutin dia kalau udah keterlaluan,makasih ya kamu Udha care sama aku"ucap Nadine memeluk temannya itu yang sangat baik padanya.
Mata pelajaran selesai,Nadine bersama Sisil memutuskan untuk duduk di taman samping kampus mengingat Baskara yang akan mengincar Nadine untuk di suruh suruhnya.
"Disini kamu aman,si cowok itu enggak akan ganggu kamu lagi Nad karena mereka enggak tua kamu disini"ucap Sisil sambil mengunyah Snack kesukaannya.
Mereka berdua tertawa menikmati jam istirahat mereka yang akan dilanjutkan satu jam lagi,dari kejauhan Aylin memandang mereka dengan sorot mata tajam dan segera berlari menemui Baskara.
"Bas,kamu pasti lagi nyari kacung baru kamu itu ya,cewe cupu itu ada di taman samping sekarang !"seru Aylin memberitahunya.
"Berani beraninya cewe cupu itu sembunyi dariku,aku punya ide!"ucap Baskara berbisik kepada teman temannya dan mereka tertawa.
Ivanka tampak bingung melihat Baskara yang terlihat senang merencanakan sesuatu untuk gadis itu bersama lainnya.
"Apa yang kalian bicarain?"tanya Ivanka penasaran.
"Ini urusan cowok,kamu enggak perlu tahu Ivanka,oke Ay thanks udah beritahu aku"
"Sama sama Bas"ucap Aylin dengan senang hati meninggalkan mereka.
Ivanka merasa curiga dengan rencana Baskara kepada gadis polos itu,diam diam ia menemui Nadine untuk memberitahu rencana sepupunya itu.
"Aku mau beli minum dulu ya disitu!"seru Ivanka melangkah pergi.
Gadis bule itu berjalan mencari Nadine yang katanya berada di taman samping kampus itu dan menghampirinya.
"Cewek bule itu yang bersama Baskara tadi ,ngapain kesini?"ucap Nadine penasaran.
"Hello,you cewek cupu bisa kita bicara!"tanya Ivanka menunjuk Nadine.
"Heh,jangan sembarangan kamu panggil temen aku cewe cupu,mentang mentang bule "seru Sisil menatap Ivanka dengan kesal.
"Sorry itu nama kamu kan yang biasa dipanggil mereka?"
"Bukan ,namaku Nadine!"
"Oh..sorry aku kesini berniat baik,kalian jangan salah paham tadi ada cewek menemui kami dan bilang keberadaan kalian disini,aku enggak tau siapa kalian tapi kalian harus hati hati "ucap Ivanka.
"Hati hati kenapa,dan kamu kenapa peduli sama Nadine pasti ada maksud tersembunyi kan?"tanya Sisil curiga.
"I Swear...aku cuma kasian sama kamu Nad,yaudah aku pergi dulu bye !"
Mereka berdua saling bertatapan dan berfikir "Apa bule itu ngomong jujur atau hanya ingin menipu kita saja?"tanya Nadine merasa ragu.
"Bule itu pasti udah bekerjasama sama baskara"celetuk Sisil berfikir.
"Ya kamu benar lihat saja nanti apa yang direncanain cowok nyebelin itu"
*****