Asakusa, 30 Desember 1912.
Pasar Asakusa biasanya ramai di pagi hari. Barang yang diperjualbelikan masih segar dan banyak, mereka bisa mendapatkan apa pun selagi persediaan masih ada dan Arata sudah hadir, hanya untuk mengamati para penduduk dan mengenal Asakusa lebih dalam.
Waktu tidak terbatas.
Asakusa tidak sepenuhnya damai karena ronin yang mengacau serta membuat keributan selalu ada. Mereka bertransformasi menjadi tak terkendali, pengadah dan peminta. Tidak segan berbuat semaunya jika mereka menolak. Keluarga bangsawan masih menjadikan mereka sebagai benalu paling besar. Ronin yang tidak lagi memiliki tuan dan pekerjaan mengembara dari satu tempat ke daerah lain, mencari kehidupan yang lebih baik setelah dirinya jatuh.
Arata melihat dua ronin sedang mendesak pria paruh baya penjua