Geto berpaling menatap pintu yang terbuka. Derit kerasnya mengaburkan perhatian. Seisi markas yang senyap berubah tatkala Arata datang, mendadak hendak menemuinya.
"Aku baru saja kembali dari bertemu Saito."
Arata mengangguk. "Aku bertemu dengannya di jalan."
Mata cokelat Geto meliriknya skeptis sebelum berpindah, menyalakan perapian dan memakan kertas yang tidak terpakai. "Kau kurang tidur. Ada sesuatu terjadi? Bagaimana dengan Yuuta?"
"Dia datang untukku."
Alis Geto terangkat. "Yuuta memang melakukannya."
"Bukan dia, tapi Mia."
"Itu hal yang wajar, benar?" tanya Geto dingin. "Kau melenyapkan keluarganya, yang menghabisi mereka semua malam itu tanpa terkecuali Izumi. Yang mengherankan adalah Saito malah membiarkanmu."
Kepala Arata tertunduk cukup dalam. "Aku tidak tahu alasannya.