Pesta pernikahan Kian mewah dan meriah. Kian adalah selebriti begitu juga dengan pasangan Kian, cukup banyak tamu undangan yang hadir yang merupakan selebriti.
Di antara para tamu, Bella duduk sendiri karena kemarin Rena yang sudah berencana hadir bersamanya tiba tiba membatalkan kehadirannya karena sang nenek sedang sakit.
Bella memiliki satu kesenangan yaitu senang berada di keramaian untuk mengamati mode busana orang orang. Bella bisa mengamati busana yang di pakai artis artis tamu undangan Kian kali ini, sehingga meskipun memiliki pikiran tentang perjodohan, hadir sendirian tanpa Rena, dan melalui beberapa hal tak mengenakan juga di perjalanan ke acara ini, Bella sangat menikmati waktunya kali ini.
Penampilannya sekarang pun tepat dengan pesta mewah itu bahkan tak kalah bersanding dengan para tamu undangan. Bella seakan melupakan kejadian tadi karena perasaan senang yang dia rasakan melampaui itu.
Bella dan Kian pun bertemu dan saling menyapa. sekedar info, pesta pernikahan Kian ini konsepnya tanpa pelaminan seperti biasanya, sehingga mempelai bisa membaur bebas dengan tanu undangan,sangat mingle. Bella menyelamati Kian dan Istri Kian, yaitu Risty, atas pernikahan mereka, dan Kian mengenalkan Risty dengan Bella. Risty adalah wanita baik dan Kian baik bersama Risty. Kian benar benar berubah dari yang dulu dia kenal. Bella akhirnya merasa lega dengan hubungannya dan Kian.
***
Di sudut lain pesta itu, seorang lelaki sedang mengamati Kian dan Risty yang sedang berbicara dengan Bella dari kejauhan. Josh. Josh juga hadir di acara itu. Josh adalah senior Kian dan Risty di dunia seni peran yang pernah satu proyek dengan Kian.
“Aku tidak salah lihat kan...” Josh menyipitkan matanya fokus ketika melihat sosok wanita yang persis dengan wanita jutek yang belum lama tadi ribut dengannya di jalanan menuju pesta ini. Bella.
“Kenapa?” Gerry bertanya kepadanya karena tak menyimak Josh, tapi Josh tak memedulikan manajernya itu dan berlalu menuju Kian.
“Kian!!! Risty!!!” Josh berteriak menyapa mempelai baru, tapi sebenarnya niatnya mengejutkan si wanita jutek.
“Ah Josh!!! Panutanku... Terima kasih sudah datang.” Kian menyapanya balik. Josh ini aktor yang memiliki reputasi yang baik dalam dunia akting. Kemampuan aktingnya luar biasa, dan selalu all out pada peran apapun, sehingga sering mendapat penghargaan bahkan mendapat pujian artis senior. Josh sangat disegani rekan seprofesinya.
Kemunculan Josh membuat Bella sangat terkejut. Josh memperhatikan ekspresi Bella dan dia sedikit tergelitik, karena wanita jutek itu agak salah tingkah.
Josh meyakini pasti wanita ini sangat kaget tak menyangkah karena bertemu lagi dengannya setelah meneriakinya dan menimpuk mobilnya.
“Selamat yah... Pasutri nih sekarang...Hari patah hati nasional sepertinya ini." Josh menyalami Kian dan Risty dengan alami, tapi sebenarnya dia sedang mengonfrontasi Bella dengan keberadaannya.
Josh tak mau membiarkan Bella, dia tidak terima sikap Bella yang menganggap dia b******k dan m***m. Sejak awal Josh sudah curiga Bella ini berprasangka buruk tentangnya, yaitu bahwa dirinya m***m, sejak sikap Bella ketus kepadanya saat dia membantu membersihkan pakaian dan kaki Bella. Memang ada kontak fisik tapi Josh tidak ada niat mau kurang ajar, melainkan itu hanya spontanitas darinya membantu karena dia merasa bersalah menyebabkan Bella terjatuh. Seumur umur baru kali ini Josh disikapi seperti ini oleh wanita.
“Apaan... Tidak lah.”
“Iya kan, cewek cewek pada patah hati, cowok cowok juga pasti pada banyak yang patah hati idola mereka menikah.” Josh berbincang dengan Kian tapi dia mencuri pandang menatap Bella sekali dengan mata tajamnya, Bella tidak menatapnya. Josh merasa berhasil membuat Bella mati kutu.
“Mana gandengannya ini panutanku?”
“Sekarang kamu yang panutanku.” Sahut Josh merendah.
“Ah Bell, Sebentar yah...” Tiba tiba Kian menengok ke Bella, meminta maaf karena harus mengabaikan Bella untuk berbicara dengannya. Bella memang terlihat gelisah, Josh menyeringai tipis, bukan karena dicueki Kian, tapi karena kehadirannya. Tapi Josh menjadi penasaran siapa sosok Bella ini.
“Iya, tidak apa apa, Kian, aku ke sana sebentar deh mau ambil minum.” Bella tiba tiba pamit, Josh menilai wanita itu mau kabur darinya.
“Oh iya iya Bell... silakan, enjoy yah.” Kian mengiyakan Bella, dan tanpa menatap kanan kiri lagi Bella langsung pergi.
“Siapa?” Tanya Josh langsung ketika Bella sudah pergi. Josh penasaran apa hubungan wanita itu dengan Kian dan Risty.
“Hm.....” Gumam Gerry menyinggungnya. Seperti biasa Gerry selalu sensitif jika Josh mendekati wanita.
“Mantan Kian.” Tukas Risty
“Benarkah?” Josh terkejut.
“Hahaha, Sembarangan... Tidak. Teman SMA ku.” Kian segera meluruskan Risty.
“Serius. Mantanmu?” Josh bertanya sekali lagi memastikan.
“Hehehe Tidak kok aku bercanda... Kian mau sama dia tapi dia tidak mau sama Kian, hahaha.”
“Mau bagaimana aku tuh jodohnya sama kamu.” Kian dan Risty saling menyahut. Kian dan Risty ini memang pasangan tersantai yang Josh kenal, mereka bahkan saling terbuka dengan masa lalu masing masing.
“Apa tatapan itu?” Kian bersuara ketika melihat Josh menatap Bella.
“Apa dia datang sendiri?”
“Sendiri...” Jawab Kian. “...Untuk informasi saja yah, pacar orang itu.” Kian sepertinya membaca bahwa Josh akan mendekati Bella.
Citra Josh dimata rekan rekannya adalah sosok yang banyak 'teman wanitanya'. Josh pintar menggait wanita, siapa yang tidak suka dekat dengannya, selain dia tampan rupawan, dia kaya raya dan bertalenta. Terhadap wanita dia tipikal pria yang respek dan memperlakukan semua wanita dengan baik, sehingga banyak wanita suka berdekatan dengannya.
Teman temannya berpikir Josh akan mendekati Bella untuk diajak berkenalan, padahal kali ini Josh bermaksud mendekati Bella karena hal yang lain, yaitu untuk memberi pelajaran kepada wanita jutek yang sudah berpikiran sembarangan terhadapnya.
“Baru juga pacar.” Sahut Josh singkat tak mau panjang lebar kepada teman temannya ini.
“Benar benar ini satu!” Gerry sang manajer pun tak bisa berkutik saat Josh sudah berjalan menuju Bella.
“Ekhrem... Sudah melaporkan saya?...” Josh membuyarkan Bella yang sedang berdiri tepat di samping meja minuman menatapi kerumunan tamu tamu yang sedang berdansa. Wajah kesal dan jutek tentunya masih melekat di wajah Bella. Bella tak mau meresponsnya. “...Tuhan itu adil ya, masalah di antara kita belum selesai eh diketemukan lagi disini.”
“Anda benar benar tak tau malu ya, masih berani muncul depan saya padahal tadi anda baru melakukan kesalahan pada saya, dimana mana jika seperti anda orang pasti malu dan menghindar.”
“Wahaha...” Josh benar benar takjub dengan kejutekan Bella. “...Bukannya Anda yang sedang malu karena melakukan kesalahan terhadap saya? Buktinya anda menghindar.” Josh tak mau kalah. Josh sebenarnya adalah tipikal yang menyayangi wanita. Bisa dibilang dia selalu mengalah dengan wanita, tapi kali ini dia tersulut dan menjadi tidak mau mengalah. Dia berpikir Bella adalah wanita yang keras kepala, yang harus diberi pelajaran, dia akan berbantah dengan Bella sampai akhir mempertahankan kebenaran dirinya.
“Tidak... saya hanya muak bertemu anda!”
“Hahaha. Jika memikirkan kejadian tadi saya adalah korban bagaimanapun. Anda menimpuk mobil saya, ada lecetnya. Tapi lihat anda playing victim sampai akhir.”
“Anda menabrak saya, saya punya lecet juga gara gara anda!”
“Oh mari berbicara insiden itu! Bukankah anda sembarangan menyeberang? Itu adalah belokan..., sadar tidak anda? Insiden itu bukan sepenuhnya salah saya."
“Lalu bagaimana dengan tindakan pelecehan terhadap saya tadi?”
"Anda beranggapan yang tidak tidak tentang saya sejak awal."
"Tidakkah?!"
"Tentu saja tidak."
“Cih. Pergilah anda sebelum saya berubah pikiran.”
“Berubah pikiran untuk apa? Bukankah anda memang tak punya dalil kan untuk melaporkan saya?..." Josh mulai mendominasi peredebatan. "...Saya yang paling bisa melaporkan anda sebenarnya. Anda sudah ceroboh menyeberang sembarangan, anda juga berpikiran saya m***m, anda juga memukul mukuli saya, terakhir anda menimpuk mobil saya, ada bukti lecetnya juga itu...”
“S saya hanya membela diri!.." Bella mulai terbata menjawabnya "...Anda menyentuh nyentuh saya sejak awal, dan mendekati saya seperti itu pada akhirnya!"
“Menyentuh nyentuh anda? Hahaha. Saya memang sengaja memberi pelajaran kepada anda karena sembarang berpikiran tentang saya..."
Akhirnya wanita jutek pun terdiam tak mampu menyahutinya lagi. Josh cukup puas dengan perdebatannya.
"...Tapi bagaimanapun, saya minta maaf karena sempat berpikiran juga yang tidak tidak tentang anda... ternyata anda mau ke pesta..." Kemudian Josh mengambil segelas wine di meja dekat Bella berdiri. Josh benar benar minta maaf, tapi gelagatnya saat itu juga bermaksud menyinggung Bella agar belajarlah minta maaf. Josh berpikir Bella akan menyahutinya lagi, ternyata tidak "...Tidakkah anda berpikir semua menjadi seperti ini karena pemikiran anda yang berlebihan?..." Josh bergumam kecil menatap Bella yang masih terdiam. "...Padahal kita bisa saja berakhir bersamaan datang kesini... Tsh." Tutup Josh menyeringai berlalu meninggalkan Bella. Josh merasa sedih bagaimanapun, karena harus berhubungan seperti itu dengan seorang wanita, tapi itulah akhir yang baik menurutnya dengan wanita jutek ini.
***
'Brengsek..!' Bella memekik kesal dalam hati karena kalah berdebat dengan Josh dan harus membiarkan Josh pergi seperti itu.
Dia tetap pada pendiriannya bahwa Josh memang lelaki b******k. Tapi dia tidak mampu melawan josh dengan perkataannya, sehingga dia sangat kesal akan hal itu.
Bella terpaksa diam dan membiarkan Josh pergi karena keadaan tak akan berpihak padanya. Dia sadar akan kecerobohonanya menimpuk mobil Josh meninggalkan bukti, sementara Josh selau menemukan alasan atas segala tuduhannya.
'Tunggu saja!! Akan ku buat Rena tak menyukaimu lagi!!!!' Mood Bella dibuat Josh berbalik seketika menjadi kesal lagi malam itu.