Sabtu malam, di perjalanan menuju pesta pernikahan Kian, Bella tak berhenti kesal memikirkana situasi demi situasi yang harus dia alami. Bella mengendarai mobil tapi dia harus berakhir naik taksi online menuju pesta Kian.
Mobil yang dia kendarai tiba tiba mati mesin dan dia harus berjalan kaki cukup jauh untuk memesan taksi online karena pesanan di lokasi mobilnya mogok selalu di tolak driver lantaran mobilnya mogok di jalanan yang sepi, jauh dari pemukiman. Bellapun baru bisa menemukan taksi yang bersedia menjemputnya setelah berjalan beberapa jarak dari mobilnya.
Sangat sedikit pengguna jalan itu, tapi berpakaian cukup mini saat itu membuat satu dua pengguna jalan pria yang melintas menggodanya. Hal itu membuatnya merasa tak nyaman karena harus berdiri menunggu taksi. Bella pun memutuskan berjalan lagi menuju tempat yang lebih ramai. Bella bukan orang yang penakut, namun disituasi ini dia merasa terancam dengan pakaian yang dia kenakan.
Ketika baru melewati belokkan kiri, Bella yang terbawa kesal karena mobilnya yang mogok dan jengkel karena sikap beberapa orang yang menggodanya, menyeberang tanpa berpikir panjang. Tiba tiba cahaya mobil muncul dari samping belakang meneranginya, Bella tersentak, mobil ini tiba tiba saja muncul dan sudah sangat dekat seperti akan menabraknya dengan kencang.
"AAAAAAHHH!!!!..." Bella kaget dan berteriak sekencang kencangnya diikuti bunyi klakson mobil yang nyaring dan panjang. Beruntung mobil itu membanting setir ke kanan tapi Bella terjatuh karena kaget dan tak dapat menahan keseimbangannya. "...MY GOD!!!!." Rutuk Bella. Bella tersimpuh di aspal jalan di samping mobil Jeep yang sudah berhenti itu. Syok. Jantung Bella berdetak kencang, mengalami perasaan yang hampir saja di tabrak mobil.
"Anda terluka?"
Suara laki laki terdengar keluar dari mobil bertanya kepadanya tapi dia masih menenangkan jantungnya yang dia rasa hampir copot. 'Kesialan apa ini ya Tuhan.' Rintih Bella dalam hati sedang dalam posisi terduduk.
"Apakah anda kenapa kenapa??" Laki laki itu terus bertanya, terdengar makin mendekat oleh Bella.
'Dasar brengsek...' Rutuk Bella kesal dalam hati semakin dia mengumpulkan nyawanya yang tadi seakan telah keluar dari tubuhnya. '...Pake bertanya lagi orang ini. Tentu saja, Tidak lihat apa?!! berkendara seperti yang punya jalan sendiri!' Bella ingin mengomel ke wajah orang yang menyebabkan ini kepadanya namun dia memilih mengurusi dirinya saja yang saat ini terjatuh ke aspal. Bella segera berdiri dan menghempas hempaskan debu dan kotoran di pakaian dan bagian tubuh bawahnya.Tiba tiba laki laki ini langsung berjongkok dan memegang lengannya lalu ikut membersihkan pinggang dan kakinya.
"Eh!...” pekik Bella terkejut. ‘Enak saja main sentuh sentuh tubuhku!’ rutuknya dalam hati. Bella sadar betul dirinya memakai busana yang terbuka, untuk itu dia segera berdiri dan mengatur posisinya agar tubuhnya tak terekspos, karena tadi dia jatuh terduduk. Tapi saat ini dia merasa laki laki ini malah berani mengambil kesempatan dalam kesempitan, Bella tak terima. “...Jangan pegang pegang saya!" Bella spontan menatap sengit wajah laki laki ini, dan Bella terkejut ternyata sosok ini adalah sosok yang dia kenal, karena memang terkenal, yaitu Josh, sang aktor terkenal.
“Uhm... Maaf. Apakah anda terluka?” Josh terlihat salah tingkah dan langsung berdiri meminta maaf kepadanya.
‘Dasar laki laki, sama saja!' Seru Bella dalam hati. Bella hanya mengabaikan Josh dan tak merespons. Pikirannya langsung melayang, bagaimana bisa dari jutaan lelaki dan dia harus berurusan dengan aktor terkenal ini. Bukan apa apa baginya, hanya saja Josh ini adalah idola sahabatnya Renata, dan saat ini dia sudah menganggap Josh adalah lelaki yang b******k. Bella merasa buruk untuk Rena.
“Saya lihat anda cedera...” ucap Josh lagi lagi berani memegang Bella.
Bella memang agak kesakitan pada pergelangan kakinya saat berdiri, dia kesulitan menopang tubuhnya apalagi saat itu memakai hills yang cukup tinggi, gelagatnya seperti mau jatuh dan Josh menahannya. Tapi tentu saja Bella langsung menepis tangan Josh. Bella bukan seperti wanita pada umumnya. Dia anti terhadap lelaki, apalagi lelaki itu sudah jelas b******k baginya. Meski laki laki ini adalah Josh, tak membuat laki laki ini lolos dari cap lelaki mata keranjang, m***m, ganjen, dan b******k bagi Bella. Bella tidak mau memberi celah bagi lelaki seperti ini.
“...Jangan salah paham, saya hanya ingin membantu.” Josh langsung menerangkan sikap Josh namun bagi Bella perkataan Josh ini hanya terdengar seperti alasan agar Josh bisa bebas memegang tubuhnya tanpa bersalah.
“Tidak usah!...” tegas Bella. ‘Cih membantu apanya!’ Bella sepertinya tak bisa menahan dirinya lagi dari merasa muak dengan cara Josh mencari celah. “...Anda yang menyebabkan ini semua karena tidak berhati hati berkendara bukan?!” Sarkas Bella.
“Iya, saya tau saya salah, makanya saya minta maaf dan mencoba bersikap baik untuk...” Josh terhenti ditengah pernyataannya, dahi Josh mengerut. “...Kenapa anda menatap saya seperti itu? Apa yang anda pikirkan tentang saya sebenarnya?” Josh tiba tiba bertanya balik.
“Saya tidak berpikiran apa apa, saya hanya kesal anda membuat saya harus berada dalam keadaan ini.” Sahut Bella tak sepenuhnya jujur karena dia menutupi pemikirannya tentang Josh yang adalah lelaki b******k tak tau diri, mata keranjang, dan suka mengambil kesempatan menurut penilaiannya.
“Lantas maksud anda saya sengaja melakukan ini semua, begitu?!”
“Saya tidak bermaksud seperti itu.” Bantah Bella. Yang Bella maksudkan adalah Josh tak perlu sok baik karena memang Josh lah yang menyebabkan ini semua, menolong sudah kewajiban Josh tentu saja.Tapi Bella kesal Josh pakai menyentuhnya segala.
“Jadi ada apa dengan sikap anda? Saya hanya berusaha menunjukan etika baik saya padahal..." Kejar Josh terus.
“Anda hanya tidak perlu menyentuh saya, saya tidak bisa menerima itu, karena saya tak suka di sentuh orang asing!" Bella pun langsung frontal, dia menilai Josh mulai memutarbalikkan fakta dan menyalahkannya agar sikap Josh yang mengambil kesempatan memegang megangnya tadi tertutupi. Perkataannya langsung membuat Josh terdiam sesaat.
“...Kalau begitu saya akan mengantar anda ke rumah sakit, silakan naik ke mobil saya...” Josh berjalan menuju pintu mobil sambil menawarkan mengantar Bella ke rumah sakit.
‘Enak saja! Bagaimana kalau anda mau apa apain saya?!’ Tolak Bella dalam hati, Bella menatap Josh yang sedang berjalan ke pintu mobil dengan heran. Sikap Josh berubah agak ketus. ‘Mungkinkah karena aku tak mudah? Atau untuk mengalihkan sikap lancangnya tadi? Oh atau dia mau memperbaiki imejnya?’ Bella hanya diam membatin.
“...Saya hampir menabrak anda, dan membuat anda jatuh, saya melihat anda cedera, saya merasa harus bertanggung jawab dengan cara seperti ini. Silakan.” Ajak Josh agak menekan karena sudah membukakan pintu.
“Tidak perlu.” Tolak Bella tegas.
“Cih...” Josh lalu tiba tiba tersenyum dingin. Bella kaget ekspresi wajah Josh berubah total. Josh tidak lagi terlihat ramah. “...Saya juga tidak bisa disikapi seperti ini.” Josh berjalan kearah Bella membiarkan pintu mobil tetap terbuka.
“S seperti apa?!” Bella menjadi gugup karena terintimidasi dengan ekspresi Josh, dia juga mengantisipasi kontak fisik yang mungkin saja terjadi.
“Seperti apa yang sedang anda pikir tentang saya.” Sahut Josh tepat ditelinga di Bella.
“A apa yang sa..” Bella terbata-bata menyahuti Josh karena Josh sangat dekat dan hampir menempel dengannya. Bella otomatis mundur karena tak mau bersentuhan dengan Josh. “Anda, Anda jangan macam macam, Anda mau apa sebenarnya?!” protes Bella berusaha tegas.
“Kamu pikir saya mau apa memangnya?” Josh hanya menantang dan terus mendekat ke arah Bella sampai Bella tersandar di mobil Josh. Josh mengunci tubuh Bella diantara kedua tumpuan tangannya yang memegang mobil.
Bella menahan tubuh Josh agar tak menempel dengan tubuhnya. ‘Laki laki ini memang b******k! Rena kenapa kamu mengidolakan orang seperti ini!’ Rutuknya dalam hati. “Anda mau apa?! jangan macam macam, saya bisa berteriak ya?!” Bella mendorong Josh berusaha keluar dari dekapan Josh namun Josh sangat kuat dan tak membiarkannya bebas.
“Hm!” Josh hanya menyeringai menyepelekannya.
“Hha TOLooongg...” Bella berteriak dan terus mendorong Josh meski tak berhasil.
“Anda pasti berpikiran saya m***m kan?... Bagaimana kalau saya mengikuti alur pemikiran anda saja?” Bisik Josh membuat Bella bergidik, karena sangat dekat di telinganya
“Lepaskan tidak?!” Bella memukul dan berontak tapi Josh malah makin mendekatkan wajah Josh ke wajahnya. Bella langsung paham bahwa Josh tau dia menganggap Josh b******k dan tidak mau menerima itu meski Josh memanglah b******k dimatanya. ‘Apa dia akan menciumku!? Dasar Gila. Apa dia tak memikirkan karirnya! Meskipun b******k tapi apa dia harus senekat ini.’ Bella menutup matanya spontan karena tak bisa menghindar. Dia sangat tidak menyukai keadaan ini.
“Tsh...Kenapa tutup mata? apa yang anda harapkan?...”
Bella langsung membuka matanya. Josh mempermainkannya. Bella sangat kesal.
“...Bagaimana bisa seorang dengan pakaian seperti ini yang berkeliaran pada jam segini berpikir saya seperti itu?...” Ucap Josh sinis menyinggungnya karena pakaiannya.”...Apa mungkin kamu memang sengaja berkeliaran seperti ini untuk...”
“b******k! sembarangan!” Bella memukul dan mendorong Josh tak terima. Belum selesai perkataan Josh, Bella sudah paham bahwa Josh menuduhnya perempuan nakal.
“Eh anda yah yang menyentuh saya sekarang?...” Josh membalikkan keadaan membuat Bella kesal, “...Apa kita impas???...” Josh melonggarkan dekapan Josh namun belum melepaskan Bella. “...Kenapa anda marah? Saya juga bisa dong berpikiran seperti itu?? Anda saja berpikiran tidak tidak tentang saya?!”
Ditengah tengah percekcokan tiba tiba mobil lewat dan berhenti tak begitu jauh dari mereka. Ponsel Bella berbunyi. Itu adalah taksi pesanan Bella. Bella merasa selamat dari keadaan ini.
“Iya pak,ini saya. Tunggu yah pak... Minggir...!” Bella dengan kuat mendorong Josh dan langsung melepaskan diri dari Josh. Josh menjadi lengah karena melihat mobil yang berhenti itu. “...Anda memang laki laki b******k. Anda akan menyesal telah melakukan ini semua.” Rutuk Bella.
“Apakah anda akan melaporkan saya atau semacamnya?!"
“Tentu saja! Saya akan melaporkan anda."
"Tch.. Apa yang saya lakukan?..." Ucap Josh tertawa. "... tapi yasudahlah silahkan itu hak anda. Apa anda perlu identitas saya juga!?”
Bella sangat jengkel dengan sikap Josh yang sombong dan tak merasa bersalah, 'Oh jadi mentang mentang dia artis ya?!' kesal Bella dalam hati. "Saya akan pastikan anda kekurangan fans fanatikmu!" Ketus Bella.
“Ahaha..." Josh tertawa, "...apakah kamu penggemarku??” Kekesalan Bella sampai ke ubun ubun.
“Ihh Dasar cowok b******k!” Bella menimpuk mobil Josh dengan tasnya kemudian berlari menuju taksinya. Bella sengaja melakukan itu karena dia tak rela pergi begitu saja, dia merasa tak akan bisa melaporkan Josh bagaimanapun.
"Hei?!" Terdengar Josh protes tapi Bella tidak memperdulikan itu.
***
Ponsel Josh berbunyi, panggilan Gerry. Josh mengangkatnya. “Gara gara kamu menelepon terus aku hampir melayangkan nyawa seseorang.... Sudah! berhenti menelponku! Aku menuju kesana!..." Tutup Josh. Dia memandangi mobil taksi yang makin menjauh "...Ada yah cewek jutek begitu." Josh lalu menatap lecet dimobilnya kemudian hanya tersenyum tipis sambil geleng geleng kepala.