Malam semakin gelap tidak ada tanda-tanda kehidupan di sekitar bahkan suara serangga pun tak terdengar sama sekali. Tempat ini begitu sepi hanya ada ruas jalan kecil yang sudah sedikit rusak, bahkan lampu jalan pun terlihat remang-remang. Di sebelah kiri jalan hanya ada jurang dan di sebelah kana berjejer pohon-pohon besar yang membuat semakin menakutkan.
Sara termenung mencoba mencerna apa yang terjadi pada dirinya. Sepersekian detik lalu dia masih bersama teman-temannya namun sekarang dia berada di tempat yang begitu asing.
“Carla” teriak Sara memanggil temannya “Carla, Doni, Reno!” Sara terus menerikan nama teman-temannya. Tak ada jawaban sama sekali. Sambil kebingungan Sara terus mencoba mencari temannya “lebih baik aku cari mudah-mudahan mereka ada di ujung jalan itu “ Pikir Sara sambil beranjak dari tempatnya saat ini.
“Carla! kamu dimana?
“Don, Ren kalian Dimana sih” serunya
Sara terus jalan kedepan, namun ternyata jalan itu mengarahkanya lebih memasuki seperti hutan, jalan semakin gelap dan pohon-pohon semakin besar. Tidak ada suara apa-apa hanya ada kesunyian.
“Teman-teman ayo dong jangan bercanda” teriaknya berharap temannya hanya menjahilinya, namun tidak ada jawaban sama sekali. Menyadari bahwa temannya memang tidak ada di sekitar Sara semakin ketakutan dia mulai mempercepat langkahnya.
Sara merasa ada yang mengikuti dari belakang namun tidak ada siapapun, dia terus berjalan hingga sampai di sebuah persimpangan Jalan. Sedari tadi dia merasa ada yang mengikuti dan mengawasinya. Sara melihat sekeliling dan di ujung jalan tepat bersebrangan dengannya, dia melihat sesosok besar melihat ke arahnya. Dia melihat tempat ke mata sosok itu, dan sepertinya sosok itu marah padanya.
Insting Sara mengatakan untuk lari, tanpa piker Panjang dia belari dengan kencang tanpa menoleh kebelakang sama sekali. Dia terus berlari dengan frustrasi berharap sosok itu meninggalkannya sendiri, namun itu hanya harapan Sara. Jalan semakin jelek akar pohon menyembul ke permukaan membuat Langkah Sara sedikit terhambat.
Tak sengaja akar pohon membuat Sara tersandung dan terjatuh. Dia sudah tak bisa lari dan sosok itu tepat di depan matanya.
“pergi” serunya
“aku bilang pergi” Sara mencoba menjauhi Sosok itu “Pergi” berharap sosok itu menjauhinya, namun tiba Sosok itu pergi begitu saja. Keheranan menyelimuti benaknya dan tepat di belakangannya dia melihat makhluk kecil berwarna hitam dengan mata yang bersinar. Tidak ada aura yang menakutkan dari makhluk itu namun bisa membuat sosok menakutkan tadi pergi.
Tiba-tiba Sara mendengar suara yang dia kenal, Clara memanggil Namanya “Sara, oi Sara”
“Sara bangun woi” Sara terbangun dari tidurnya
“ Lo kenapa ngigau kenceng banget” ungkap Clara
Sara tampak kebingungan mimpinya begitu nyatas, seakan-akan benar terjadi.
“gue mimpi serem banget, tapi kaya nyata ra”
“ya udah cuci muka sana” Sara pun beranjak dan mencuci mukanya.