Salju hitam bercampur puing-puing bangunan menutupi seluruh permukaan Nestrein. Daratan yang dulunya begitu maju, kini hanya dipenuhi oleh bangunan-bangunan yang sudah usang. Gedung-gedung pencakar langit yang menghiasi langit Nestrein, kini sebagian besar telah hancur. Jarang ada manusia yang terlihat berada di permukaan. Kebanyakan dari mereka bersembunyi di balik reruntuhan ataupun tinggal di bawah tanah.
Seorang wanita tengah berjalan mengendap-endap. Dia bersembunyi di balik tembok sebuah reruntuhan bangunan. Perlahan, dia memunculkan kepalanya untuk melihat kondisi jalur yang akan dia lewati. "Bagaimana Elisa? Apa rute ini aman?"
"Rute di depan aman, Noa. Tidak ada tanda-tanda shadow."
"Baik Elisa, kabari aku segera jika ada perubahan mendadak," ucap wanita bernama Noa itu lalu menutup sambungan tranceivernya. Dia menjulurkan telunjuknya untuk mengambil salju hitam yang berjatuhan dari langit, menjilatnya, lalu berlari meninggalkan tempatnya secepat mungkin.
Beberapa jam berlalu, matahari kini telah berganti dengan bulan. Akan tetapi, sinarnya masih tetap samar, terhalang salju. Hal yang berubah hanyalah warna langit yang tadinya biru keabu-abuan, kini menjadi hitam. Noa masih sibuk berlari, mencari bangunan yang dia tuju sambil memakai rute yang diberikan oleh Elisa untuk menghindari shadow. Hingga tibalah dia di sebuah rumah yang dipenuhi tanaman liar di hampir seluruh bagian dindingnya.
"Bangunan ini mirip seperti data yang diterima 192 tahun yang lalu. Tingkat kecocokan data sebesar 98,7%."
"Laporan diterima, meminta izin untuk melakukan prosedur berikutnya."
"Izin ditolak, sebuah shadow lurker terdeteksi di sebelah timur bangunan."
Noa menggerutu. Dia kecewa karena harus mengikuti prosedur untuk mengamankan bangunan terlebih dahulu. Misi yang dia jalani kali ini adalah escort. Dia harus menjaga targetnya agar sampai dengan aman hingga tujuan. Misi berusia ratusan tahun ini sangat rahasia. Bahkan, dia sendiri tak tahu siapa kliennya dan ke mana tujuannya. Informasi yang dia dapat hanyalah gambar sebuah bangunan yang masih terlihat bagus. Dalam misi escort, keselamatan klien adalah nomor satu dan oleh karena itu, segala bahaya dalam radius 120 meter harus dieliminasi terlebih dahulu.
Melawan shadow bertipe lurker mengharuskan Noa untuk mencarinya secepat mungkin. Secara kemampuan bertarung, shadow ini tidaklah berbahaya. Akan tetapi, shadow jenis inilah yang paling berpotensi untuk menggagalkan misinya. Mobilitas mereka tinggi dan mampu muncul dan membunuh targetnya di berbagai tempat yang tak terduga. Selain itu, mereka salah satu dari dua tipe shadow yang mampu memanggil bala bantuan. Kelemahan mereka adalah kecerdasannya. Untuk Noa, mungkin mereka tidaklah berbahaya, tapi hal yang berbeda dapat terjadi untuk kliennya yang mungkin tidak memahami gerak-gerik shadow.
Noa mengecek sisi timur bangunan itu dan menemukan sebuah shadow yang muncul dari dinding dan memang sedang memperhatikannya sejak kedatangannya. Wanita berambut hitam itu berjalan mendekati shadow itu tanpa sedikit pun melihatnya. Dia berharap supaya shadow lurker itu tak mengetahui bahwa Noa menyadari posisinya. Mengira bahwa targetnya tak menyadari keberadaannya, shadow itu langsung menjatuhkan dirinya ke arah Noa. Melihat itu, Noa mengayunkan tangannya yang sedari tadi tersembunyi di balik mantel bulunya ke arah shadow tersebut. Shadow itu pun terbelah dan berubah menjadi butiran-butiran salju.
"Berapa total shadow yang sudah kubunuh sejauh ini?"
"Shadow tipe lurker sebanyak 93 jiwa, berserker sebanyak 21 jiwa, tipe spitter sebanyak 62 jiwa, tipe scouter sebanyak 116 jiwa, dan tipe abnormal sebanyak 0 jiwa. Total shadow yang dibunuh sebanyak 292 jiwa."
"Baiklah, sekarang meminta izin untuk melanjutkan ke prosedur selanjutnya."
"Izin diterima. Klien berada dalam sebuah bunker di gedung ini. Berhati-hatilah."
Setelah koneksi dengan Elisa diputus, Noa pun segera melanjutkan misinya. Dia memasuki gedung itu dan tak berapa lama, pintu bunker bawah tanah pun berhasil ia temukan. Noa memutar besi berkarat untuk membuka pintu besi yang tebal itu. Derit gesekan antar karat terdengar begitu keras. Untungnya, tak ada shadow yang berada di area itu. Pintu dibuka dan Noa pun masuk ke dalam bunker tersebut.
Suasana di dalam bunker sangat berbeda dari dunia luar. Jika Nestrein dapat dikatakan sebagai neraka, tempat ini adalah kekosongan, void. Ruangan ini hanya berisi dua buah mesin yang salah satunya berisikan seorang laki-laki. Dilihat dari wajahnya, usianya sekitar 30 tahunan. Dia tampak tertidur begitu lelapnya di mesin yang dingin itu.
"Aku hanya menemukan seorang pria yang terlelap, tak ada seorang pun lagi di sini."
"Coba kau kirimkan gambar dari pria itu."
Noa mengirimkan gambar dari pria itu melalui alat pada matanya. Elisa yang telah menerima gambarnya mengatakan jika pria yang terlelap itu merupakan klien mereka 200 tahun yang lalu. "Dia sedang dalam proses cryogenic untuk menjaga tubuhnya. Menurut laporan, dia meminta untuk dibangunkan ketika ada cara untuk menyembuhkan Black Mark," ucap Elisa. Noa segera mematikan mesin itu dan mengeluarkan pria itu dari sana. Tubuhnya dingin dan Noa pun hanya dapat memegangi tangan pria itu untuk memberi kehangatan.
"Dia tidak mati, kan?"
"Harusnya tidak. Dia hanya terlelap karena berada di suhu yang sangat dingin."
***
Beberapa waktu berselang, pria itu pun akhirnya siuman. Dia memeriksa bahwa pakaian yang dikenakannya masih lengkap, jaket lengan panjang, celana panjang serta sepatu boot, sarung tangan, dan masker yang menutupi wajahnya. Dia memandang sekitarnya dan segera menyadari jika dia berada di dalam bunkernya. Melangkah keluar, dia melihat bahwa dunianya tak lagi sama seperti yang dia kenal.
Seorang wanita tengah berjongkok sambil mengambil salju hitam di luar rumahnya. Pria itu pun secara spontan langsung berlari dan mendorong tangan wanita itu, menjatuhkan salju yang dipegangnya.
"Apa yang kau lakukan!?" teriak pria itu.
"Itu pertanyaanku, tu-an-kli-en," ucap Noa bernada mengejek.
"Kau... kau dari CAST? Tahun berapakah ini?"
"Benar, Tuan Gral Davrav. Sekarang adalah tahun 2231, sekitar 200 tahun dari kasus Black Mark pertama kali terjadi."
Pria bernama Gral itu tertawa bahagia. Dia tidak menyangka jika rencana gilanya 200 tahun yang lalu akan berhasil. "Jadi, apakah obat Black Mark untuk Carla telah ditemukan?" tanyanya. Noa menggeleng lalu memperlihatkan lengan kirinya yang dipenuhi bercak hitam.
"Lalu kenapa kau bangunkan aku dan dia!?" teriak Gral marah sambil mencengkram mantel Noa. "Perjanjiannya, kan, bangunkan kami ketika obat penawar telah ditemukan!"
"Sebentar dulu. Sepertinya ada beberapa miskomunikasi di sini," kata Noa dengan nada mengejek sambil melepaskan cengkraman Gral dari mantelnya. "Pertama, obat memang belum ditemukan, tetapi ada cara untuk memanfaatkan Black Mark sehingga penyakit itu tidak lagi berbahaya."
"Oh, kalau begitu—"
"Kedua, permintaan anda kepada kami adalah membangunkan anda ketika obat penawar telah ditemukan dan mengantar anda ke tempat yang aman. Kami bahkan tak tahu siapa itu Carla," jelas Noa. "Anda mungkin klien kami, tapi saya sendiri tidak segan untuk berkata kasar jika anda menyalahkan CAST lagi."
"Aku minta maaf," katanya sambil membungkukkan badannya. "Tapi apa kau tidak melihat Carla? Dia adalah putri dari istriku."
"Tidak. Ketika aku datang, putrimu sudah tidak ada di dalam bunker.
Sedih, bingung, serta rasa marah bercampur menjadi satu. Tak mampu menahan perasaannya lagi, Gral langsung melampiasannya dengan tinjuan ke wajah Noa dengan keras. Wanita itu memegangi wajahnya yang kini dipenuhi bercak hitam. Sesaat kemudian, bercak itu berganti menjadi kulit manusia, seolah tak pernah ada tonjokkan yang bersarang di wajahnya.
"Apa yang kau lakukan, b*****t?" tanya Noa sambil mengelus bagian wajahnya yang ditinju oleh kliennya. Sayangnya, Gral tidak menjawab pertanyaan Noa. Syok dan kaget dengan apa yang dia lihat, pria itu segera berlari meninggalkan Noa yang kembali mengambil salju yang berjatuhan dari langit dan memakannya.
"Dasar primitif," gumam Noa.