“Ke mana Mas?” Dela balik bertanya, mengernyitkan dahi, ternyata suaminya tidak selelah matanya. Baru juga sampai sudah mengajaknya keluar.
“Ke psikiater ....”
“Hah?” Memangnya Dela gila? Harus ke psikiater.
“Iya, Sayang ... aku mau ngajak kamu ke psikiater,” jelas Ilham.
“Aku? Kenapa emangnya dengan aku?” Dela menunjukkan muka tak suka. Sekali lagi, dia tidak gila apalagi sampai harus ke psikiater.
“Ya gak apa-apa, Sayang, sekedar konsultasi aja,” jawab Ilham.
Lantas Dela menghentikan aktifitasnya. Ia menghadap lurus ke arah suaminya.
“Aku gak gila loh, Mas." Dela masih terheran dengan suaminya. Kenapa harus ke psikiater?
“Maksud aku kita hanya konsultasi aja, Sayang, anggap aja kamu meluapkan semua yang kamu rasakan. Mungkin nanti akan ada solusi di sana. Bukan lantas kamu gila