Dela kembali ke meja makan tanpa Pak Rasyid.
“Bapak katanya masih ada kerjaan,” jawab Dela, menarik kursi di dekat Ilham lalu mendaratkan pantatnya di sana.
Ilham hanya mengangguk masih menikmati makannya, ia sampai lupa dengan kantuknya. Memang masakan dua perempuan yang dia cintai, Ibu dan istrinya tak pernah mengecewakan lidahnya, selalu enak dan membikin lahap. Ia sampai menambah beberapa kali ke piringnya.
“Del, kamu gak enak badan? kok pucat gitu,” tanya Bu Ningsih, ia melihat Dela dengan jelas muka Dela yang pucat sebab tempat duduk mereka berhadapan.
Ilham seketika menghentikan makannya, langsung menyentuh dahi istrinya. Biasa suami siaga mah gitu. Netizen jangan iri.
“Emmm, gak apa-apa kok, Mas.” Dela menjauh dari jangkauan tangan Ilham.
“Kecapean ya?” tanya Bu ningsih lagi,