Balapan sudah sampai pada putaran terakhir dan posisi mereka masih sama yaitu Vaden masih memimpin sedangkan Bumi masih tenang-tenang saja ada di posisi kedua, sampai saat hampir sampai garis finish Bumi berkelit dan akhirnya memasuki garis finish sebagai pemenang.
Vaden benar-benar dibuat tercengang oleh Bumi, bagaimana bisa Bumi segesit itu? sedangkan dari tadi dia hanya berada dibelakangnya seolah tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.
Bumi berhenti kemudian membuka helm kesayangannya dan langsung menyunggingkan senyum andalannya, sombong dikitlah. Anggota Vespera langsung bersorak atas kemenangan Bumi, untuk kesekian kalinya Vespera menang lagi dalam balapan.
Vaden menahan amarah melihat Bumi yang berhasil mengelabuhinya, benar kata anggotanya Bumi Aiden itu panglima tempurnya Vespera dan pasti punya banyak cara untuk membawa kemenangan Vespera. Meskipun kesal tapi untuk alasan sportifitas akhirnya Vaden turun dari motornya dan memberikan selamat pada Bumi.
"Selamat!" Bumi menatap Vaden dengan senyumnya kemudian menjabat tangan Bumi. "Lu sebenernya hebat, tapi jangan lengah" oh ayolah sejak kapan Bumi bisa bijak? Vaden langsung berlalu pergi tanpa kata tak membalas omongan Bumi membuat Bumi mengernyit heran.
"Tunggu pembalasan gua!" bisik Vaden ketika berpapasan dengan Abima tampaknya dia semakin tak terima karna untuk kesekian kali Vespera kembali lebih unggul dari Abigor. Tapi bukan Abima jika tersulut emosi dia hanya menanggapi omongan Vaden dengan senyum meremehkan membuat Vaden menahan emosi dan langsung pergi bersama para anggota Abigor lainnya.
Setelah menerima hadiah kemenangan seluruh anggota Vespera kembali ke markas. Kumpul bentar sama makan-makan sabi kali yaa.
Setelah sampai di markas Bumi langsung merebahkan badannya yang terasa remuk karna kesibukan seharian ini.
"Gua liat-liat tampangnya Venda kagak terima amat ya Bum" Leon bersuara setelah sekian menit hanya saling diam dengan Bumi.
"Kapan sih dia terima kalo kalah dari kita-kita? Lagian skillnya sebenernya bagus sayangnya congkak banget itu manusia" Bumi mulai menggerutu mengingat tadi dia dikacangin. Hell! Seorang Bumi di kacangin? Lihat saja, Vaden akan menjadi target Bumi selanjutnya.
"Dia bakal bales dendam" Zean tiba-tiba memberikan tanggapan setelah terdiam cukup lama, bukannya biasanya Zean memang jarang bicara? Ah sudahlah intinya begitu!
"Nantangin balapan lagi? Basi elah" Leon sebenernya sudah sangat muak dengan Vaden pasalnya dia sudah kalah ratusan kali tapi masih saja menantang dan bila kalah kembali tak terima, gitu aja terus sampe upin ipin gede!
"Kayaknya beda, dia sempet ngancem gua" Abima kini ikut bersuara.
"Emang bales dendam kek apa bang?" kali ini Zoe adik kelas mereka yang ikut menanggapi para inti.
"Mungkin ngajak war, gak jauh-jauh lah dari itu. Kesel gua lama-lama" kali ini Bumi yang bersuara.
"Gua sepemikiran sama Bumi, mungkin mereka bakal nantang tawuran atau bisa jadi nyerang dadakan" Abima mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi kedepannya. "Intinya tetep hati-hati dan saling jaga" meneruskan ucapannya agar anggotanya tidak terlalu memikirkan hal ini, karna bagaimana pun itu hanya opini mereka saja.
"Udah ah cape gua inget-inget tuh si manusia, eh singa! Lu tau ignya kapten kaga?" Leon mengernyit mendengar pertanyaan Bumi barusan.
"Kapten siapa b**o?! Abima? Lu juga saling follow ig nya ogeb!" Bumi menghembuskan nafas kasar, ternyata Leon juga tidak sepandai itu.
"Kapten basket singa, yang cakep tadi!" suaranya naik satu oktaf sepertinya Bumi juga jengkel dengan Leon.
"Oh si Xenna? Bentar gua cek dulu" baru saja dia membuka aplikasi i********: Leon tersadar sesuatu "Eh anjing ngapain lu nanyain ignya Xenna?!" Bumi mendelik mendengarnya kurang jelaskah kalau Bumi menyukai Xenna? Dasar Leon!
"Mau gua follow lah anjir" balas Bumi "Mau gua jadiin pacar" lanjutnya seraya memejamkan mata.
"Lah kenapa lu nanya gua sih dunia?! Entar ketemu malah lu sangka gua mau nikung lu! Males ah" Leon melempar asal ponselnya ke sofa.
Bumi pun mendelik "Bantuin gua napa sih singa! Lu kan pakboynya SMA Garuda gak mungkin lu gatau setiap cewe cakep di sekolah. Pokoknya lu gak bantuin gua, kita break temenan! Bodo amat!" kemudian melenggang menuju dapur markas.
"Eh anjing mana ada break-break segala?! Lu kata kita pacaran?!" Leon di buat pusing sendiri dengan perkataan Bumi, sementara anak Vespera yang lain sudah sibuk sendiri dengan kegiatan masing-masing.
"Nyenyenyenye" Bumi kembali dengan sebungkus camilan kesukaannya yang dia simpan di lemari dapur.
"Iya gua bantuin gausah ngajak war gitu napa tuh muka elah" Leon kembali mengambil ponselnya dan mulai berselancar mencari akun milik Xenna.
"Udah gua DM ke lu tuh nama akunnya" Leon memperlihatkan roomchatnya dengan Bumi.
Bumi mengangguk dengan semangat kemudian membuka ponselnya "Thanks ya singa!" ujarnya dengan tampang jenaka.
Leon hanya terkekeh kemudian mengangguk "Apasih yang nggak buat kesayangan gua ini" Bumi mendelik kemudian menjitak Leon "Jijik g****k!" ujarnya ngegas membuat Leon tertawa kencang jangan tanyakan ekspresi anak Vespera, mereka hanya menggelengkan kepala menatap Bumi dan Leon.
Bumi melanjutkan aksinya dengan memfollow Xenna. Xenna memang bukan selebgram atau semacamnya tapi akunnya diikuti ribuan orang, maklum kapten tim basket putri SMA Garuda ini memang sangat membanggakan dengan segala prestasi yang dia raih. Anak tunggal dari keluarga terpandang dengan segala hal yang dia miliki membuat Xenna terlihat sangat sempurna.
Sedari tadi yang dilakukan Bumi hanya senyum-senyum memandang postingan Xenna melupakan keberadaannya di markas. Memang hanya ada 2 foto di akun i********: Xenna tapi sudah cukup membuat Bumi makin jatuh pada pesona gadis cantik itu.
"Udah ketemu?" Leon bertanya karna dia tadi sibuk membalas puluhan chat dari para korbannya, maklum playboy.
"Udah, cakep banget anjir! Jadi makin cinta kan guanya" Bumi menatap foto Xenna dengan berbinar ralat masih berbinar karna sedari tadi dia tidak bosan memandangnya.
"Awas aja lu jadi bucin malah lupa sama gua! Gua buang ke sss lu!" Bumi menatap Leon sebentar setelah itu kembali menatap foto Xenna di ponselnya.
"Sebelum lu buang gua ke sss gua sumbangin lu ke rawa-rawa lumayan bisa kumpul sama kembaran lu" jawab Bumi enteng "Bangke lu!" Leon kembali di buat kesal dengan jawaban Bumi.
"Tidur sini aja yok dunia! Mager pulang gua" gerutu Leon pada Bumi.
"Besok waktunya ngapel, kalo tidur sini yang ada kaga jadi sekolah gua. Ayok pulang sekarang!" Bumi malah mengajaknya pulang, sungguh teman yang sangat pengertian ya Bumi!
"Anjing emang punya temen!" sabar ya Leon! Bumi memang selalu diluar dugaan.
"Balik duluan yak! Sebelum ibu negara ngomel" Bumi berpamitan pada mereka semua satu persatu. Setelah selesai Bumi bergegas pulang bersama Leon.
Setelah mengantarkan Leon selamat sampai depan gerbang rumahnya Bumi langsung pulang. Kenapa tidak sampai depan kamarnya? Ya kali udah dibarengin masih nyusahin? Sampai dirumah memang niat awalnya langsung tidur tapi apalah daya jika isi kepalanya masih mendebatkan hal yang sama yaitu chat Xenna atau tidak. Yup! Sedari tadi Bumi sudah berusaha memejamkan matanya tapi yang terjadi malah dia kembali membuka matanya dan menatap langit-langit kamarnya seraya kembali memikirkan Xenna.
"Gua chat gak ya? Nanti kalo gua chat dikira gua modus. Eh tapikan niatnya modus tipis-tipis" Bumi bergumam seraya terkekeh pelan. Ternyata begini ya rasanya jatuh cinta, perasaannya campur aduk.
"Besok aja deh gua deketin langsung! Siapa tau besok bisa ketemu di kantin" kemudian Bumi memejamkan mata seraya senyum-senyum sendiri mengingat betapa menggemaskannya Xenna saat memperhatikan kritikan Abima.