Sesampainya di rumah Bumi langsung mandi kemudian merebahkan diri diatas kasur kesayangan sambil terus memikirkan perasaannya pada gadis cantik kapten tim basket sekolahnya.
"Ini gua cuma suka apa jatuh cinta sih anjir! Kenapa gua gak bisa lupain cewek tadi!" Bumi mulai frustasi sekarang, tujuannya cepat-cepat pulang agar dia bisa berpikir jernih pikirannya malah kacau sekarang.
Lalu Bumi ingat jika malam ini ada jadwal balapan antara Vespera dan Abigor. Membuat Bumi kembali bangkit dan bersiap menuju markas Vespera untuk berkumpul. Tapi saat dia sedang bermalas-malas ria di kasur kesayangnya tiba-tiba ada notif dari Leon.
‼️Singa Langit‼️
Online
Lu ikut kumpul balapan kagak dunia?!
Bentar anjir gua lagi mandi!!
Anjing lu mandi bawa hp?! Sambil ngeb*kep ya lu?!
Kaga b**o!! Gua konser! Mau liat?
BANGSAT! Kaga!! cepetan lu mandi b**o! Jangan lupa jemput gua
Ashiap
Bumi terkekeh melihat roomchatnya dengan Leon, dia sudah selesai dari tadi bahkan sebelum Leon mengiriminya pesan tapi sepertinya bukan Bumi jika tidak membuat Leon pusing sendiri.
Tapi kemudian dia teringat bahwa montor Leon di service dan tadi pagi dia berangkat sekolah bersama Bumi otomatis tadi Leon dia tinggalkan disekolah, buru-buru dia kembali membuka roomchatnya dengan Leon.
‼️ Singa Langit ‼️
Online
Eh singa lu tadi pulang sama siape? Masa lu ketinggalan sih anjir hahaha
Gua ngesot!! Bisa-bisanya lu ngelupain gua b*****t!
Ya sorry singa, lu lemot sih kek siput hehe✌️
Lemot pala lu biru! Lu aja yang buru-buru ninggalin gua ya!
Maap deh, gua tadi ada urusan dadakan
Iye dimaapin, tadi gua pulang sama pak bos sekalian dia mau kemana gitu lupa gua
Bagus deh kalo gitu, gua otw ini. Siap-siap yang cantik jangan malu-maluin gua lu!
Lu kata mau kencan pake segala cantik! Cepetan gua udah di depan ini
Bumi kemudian memasukkan ponselnya dan bergegas menuju rumah Leon sebelum dia cosplay menjadi patung selamat datang di depan rumahnya, sekalian mampir membeli camilan nanti. Karna sebelum balapan pasti mereka akan kumpul-kumpul dulu sembari melepaskan penat, siapa tau dengan bersama Vespera Bumi bisa melupakan Xenna sejenak yang sedari beberapa jam terakhir menyita pikirannya.
Selama perjalanan Bumi tetap tidak bisa berhenti memikirkan Xenna, dari sejak tadi dia selalu terbayang wajah serius Xenna yang membuat dia nampak menggemaskan. Gadis basket bernomor 5 itu benar-benar mengalihkan dunianya. Bahkan hampir saja Bumi menerobos lampu merah jika saja dia tidak diingatkan oleh Leon.
"Eh dunia!! Lampu merah oon! Ngapa lu malah gas pol?!" Leon berteriak heboh sembari menepuk-nepuk punggung Bumi.
Bumi yang tersadar buru-buru mengurangi kecepetannya dan menginjak rem secara dadakan "Kaga keliatan anjir hahaha" saut Bumi saat sudah berhenti tepat dibelakang garis marga. Untungnya jalanan tidak begitu ramai jadi tidak terjadi insiden apapun antara Bumi dan pengendara lain.
Leon mengernyit, tidak biasanya Bumi ceroboh ketika berkendara. Tapi kemudian Leon mengingat kejadian saat latihan basket tadi siang lalu tersenyum tipis dibalik helmnya. Yaa mari kita lihat bersama bagaimana Bumi Aiden memperjuangkan cintanya.
Sesampainya mereka di markas ternyata sudah banyak anggota Vespera yang datang. "Wehh udah pada ngumpul aja nih!" Bumi datang dengan Leon dan langsung menyalami mereka satu-satu sekalian membagikan makanan yang tadi sempat mereka beli saat perjalanan menuju markas.
"Iya nih kayaknya lagi pada gabut semua bang" balas Arga salah satu anggota Vespera.
Bumi mengangguk kemudian duduk bersantai di sofa ruang tengah markas sambil membuka aplikasi game onlinenya menghiraukan Leon yang sudah seperti cacing kelaparan menatap banyaknya makanan. Dasar Leon! Dompet doang tebel kelakuan tetep aja kek manusia kurang makan.
Saat sedang asik dengan kesibukannya masing-masing anggota Vespera dikejutkan dengan Abima dan Zean yang keluar dari ruangan pribadi Abima dan langsung bertanya pada seluruh anggota Vespera.
"Hari ini gua sama Zean cuti balapan, ada yang bisa gantiin?" semuanya terdiam pasalnya kebanyakan dari mereka tak bisa menjamin kemenangan apalagi musuh mereka sekarang ini Abigor.
"Lu bisa Bum?" tanya Abima melihat seluruh anggota Vespera terdiam dan Leon yang sedang berubah menjadi patung.
Bumi yang sedari tadi tidak menyimak dan fokus dengan dunianya sendiri mengernyit bingung "Bisa apaan? Ngabisin nih makanan? Lah apa gunanya gua beli buat kalian semua kalo gua juga yang ngabisin?!"
Jawaban Bumi benar-benar diluar ekspetasi mereka semua, membuat semuanya menghembuskan nafas kasar. Nyatanya Bumi Aiden memang selalu meresahkan.
"Gantiin gua balapan malam ini" jawab Abima tenang, mungkin dia sudah kebal dengan tingkah tidak jelasnya Bumi.
Dan Bumi menjawab dengan sangat amat santai "Oh" hanya satu kata itu kemudian Bumi malah melanjutkan memainkan gamenya.
Melihat hal itu Leon sudah ingin mengubur Bumi hidup-hidup "Eh dunia iye kaga?! Malah oh doang, gua slepet juga nih ginjal lu!" ujar Leon berapi-api.
"Iye nanti gua gantiin elah, sekarang gua lagi pokus nih jangan lu ganggu atau gua lempar ke sss!" kelakuan Bumi memang selalu menjengkelkan ya teman-teman. Leon hanya menghembuskan nafasnya kasar kemudian menyenderkan kepala lelah di sofa markas, menghadapi Bumi memang selalu membuatnya emosi.
Abima terkekeh pelan kemudian ikut bergabung berkumpul dengan anggota lain. Zean? dia sudah dari tadi duduk disamping Bumi dan Leon sembari memejamkan matanya lelah. Akhir-akhir ini masalah Vespera semakin banyak saja membuatnya pusing.
Tepat pukul 23.00 mereka semua bergegas menuju tempat biasa balapan, tak seperti peserta balapan lain yang datang sedari tadi Vespera memang hanya datang untuk balapan lalu segera pulang karna menurut mereka markas lebih nyaman dari pada tempat tongkrongan terbuka seperti ini.
Saat ini Bumi sudah stand by di garis start seraya memakan permen karetnya, kalau ditanya apa yang dia pikirkan sekarang jawabannya hanya satu, Xenna! Gadis cantik dan menggemaskan yang berhasil menyita seluruh pikirannya. Tidak sefrustasi tadi Bumi sudah membuat keputusan untuk mendekati Xenna.
Tak lama setelah seluruh peserta balap malam ini datang balapan segera di mulai, aura Bumi saat sedang di arena memang terlihat sangat berbeda. Tak ada lagi tatapan jenaka dan mulut julidnya yang ada hanya tatapan tajam penuh konsentrasi. Sesaat kemudian masuklah seorang gadis dengan make up menor dan baju kurang bahan yang akan memandu balapan malam ini.
"3"
"2"
"1"
"GO!"
Balapan di mulai seluruh mata terpusat pada lintasan. Vaden ketua dari Abigor memimpin sedangkan Bumi berada di belakangnya, seluruh anggota Vespera sudah was-was melihat Bumi yang tetap tak bisa berada di posisi pertama karna terus dihalangi oleh Vaden. Tapi Abima dan Zean melihatnya dengan santai, kenapa? Karna bukan Bumi namanya jika tidak punya taktik mengelabuhi lawannya. Sedangkan Leon sudah sibuk memakan kuaci yang dibawa dari markas sembari menonton pertandingan malam ini. Lebih seru kalo nonton balapan sambil ngemilin kuaci karna kalo ngemilikin elu banyak mau! Begitulah kira-kira kata yang terucap dari Leon bila ditanya.
Vaden sudah sangat optimis kalau malam ini dia akan menang karna musuh bebuyutannya Abima tidak ikut turun ke arena dan digantikan Bumi. Memang Bumi jarang sekali ikut balapan seperti malam ini, maka dari itu hanya minim orang yang tau bagaimana gesitnya Bumi dalam dunia balap. Bagaimana bisa panglima tempurnya Vespera diremehkan? Memang ada-ada saja Vaden ini.