" mas bro denger tu nenek udah memanggil kan ! cepetan mas bro pakai baju kalo tidak tiyara minta ini lo....
Raka yang tak mengira tiyara berani dengan sengaja memegang rudalnya yang belum menegang dan masih dalam ukuran normal
Sentuhan mendadak itu Lang sung membuat rudal Raka menegang sampei denyutan nya membuat jantungnya begitu berdetak kencang
Sementara tiyara tanpa rasa bersalah malah berlalu begitu saja
sambil tersenyum girang
" hi ...hi.. gila besar sekali
Raka dengan susah payah menahan gejolak nafsu yang mulai mendera otaknya
Dengan sumpah serapah tak karuan mulut Raka mendesis menahan semua itu
" tiyara awas kau ya ! nanti kan ku buat kau merindukan ini setiap hari biar kau selalu menginginkannya
Raka yang membelai rudalnya biar bisa tenang lagi sambil memakai satu persatu pakaiannya
Sementara di luar nenek dan tiyara menunggunya
" tiyara mana mas bro mu tadi kok Ndak keluar keluar apa udah kau suruh dia untuk sarapan tadi ?
" udah nek ,mungkin dia masih ganti baju kali ! itu dia , mas bro kok lama sih
Raka yang udah terlihat berjalan menuju arah mereka laki laki ganteng itu tersenyum meski dalam hati masih menyembunyikan keadaan dirinya yang tak baik baik saja karena ulah tiyara
" maaf nek Raka lama
Raka pun memilih duduk di samping Tiyara yang begitu santai sambil meletakkan dagunya di atas meja
Sementara tanganya bermain main sendok di atas meja dengan matanya yang tajam menatap kearah Raka yang mulai duduk di samping nya
" mas bro ngapain lama sih
" kamu yang buat mas jadi lama
" kok aku apa yang tiyara lakukan
Nenek yang mendengar perdebatan mereka cuma tersenyum
" udah udah berdebat nya nanti habis sarapan kalian ulangi lagi tapi sekarang sarapan dulu
Menek mulai mengambilkan nasi di atas piring piring di hadapan mereka dan mereka pun mengambil lauk sendiri sendiri
" ayo ambil lauk sendiri Raka nenek minta maaf cuma ini yang bisa nenek siapkan untuk sarapan,nanti nenek akan belanja
" nenek raka ngak apa apa,kalau tiyara suka Raka juga suka
" emang sejak kapan selera makan mas bro ganti ngikuti tiyara
Raka membisikkan sesuatu
" emas suka makan seperti mu sejak kau jadi candu mas
Mereka pun menyelesaikan sarapan pagi itu dengan lauk seadanya
Setelah membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan nenek terlihat membawa sebuah payung
Karena memang hari itu masih keadaan gerimis meski tidak deras seperti tadi malam
" nenek kemana kok bawa payung ?
" nenek mau ke warung dulu dan kerumah kakek Harjo melihat apa udah baikan kemarin katanya sakit
" oh
" kamu di rumah saja ama mas Raka ya
" iya nek tapi tiyara belikan camilan nanti ya
" iya
" Raka nenek pergi dulu ya
" iya nek
Nenek tiyara pun pergi dengan membawa payung
Dalam hati Raka senang sekali
Tapi tiyara malah terlihat menguap karena ngantuk habis makan kenyang
" kenapa tiyara jadi ngantuk ya
" kamu ini masih pagi ngak boleh tidur nanti di gigit nyamuk demam berdarah Lo
" tapi tiyara beneran ngantuk
" ayo biar mas buat tiyara tidak ngantuk lagi
Raka yang langsung membopong tiyara ke dalam kamar
" bukanya menolak tiyara malah menggelayut kan tanganya pada leher Raka dan meletakkannya kepalanya pada d**a bidang Raka yang terhalang kaos
Mata tiyara pun terpejam tiyara benar benar seorang Putri tidur Versi Indonesia
Raka yang melihat itu benar benar tak percaya karena kenyang tiyara dengan mudahnya tertidur begitu saja
Raka membaringkan tiyara di ranjang ukuran satu meter yang ada di kamar
perlahan Raka juga mencium kening nya
Di saat itu ada sebuah panggilan telpon masuk
Raka pun keluar sambil duduk di ranjang yang di tempat kan di teras sambil menghadap lahan punya keluarganya yang membentang luas tanpa banyak pepohonan besar yang tumbuh hanya semak semak belukar yang ada
Raka menerima sebuah panggilan yang ternyata dari sahabatnya briyan yang berada di kota asalnya tinggal
" ada apa kau mendadak telpon
" bro aku udah berada di apartemen mu kenapa kau tak datang datang aku jadi tidur di lobi nih.
" ha..ha..ha.. siapa suruh tak kasih kabar dulu Sori bro, situ masih hujan ?
" masih deras sekali malah !
" ya kalo gitu aku belum bisa kembali soalnya jembatan yang berada di jalur menuju kota Terbawa banjir tadi malam
Kamu minta kunci serep sama pak Abraham aja kalo aku belum pulang
" Raka lu ada rapat di kantor hari kamis sebisa mungkin lu harus datang ini menyangkut pengalihan kontrak Mayo star, kalo tak ingin di ambil alih saudara tiri lu si dion !
" sialan kenapa dia slalu ikut campur urusan gue sih, b******k dia belum tahu siapa gue apa ?
" kayaknya dia ingin menjatuhkan martabat lu di hadapan pemegang saham Mayo star ka .apa lu ingin itu terjadi
" enggak lah ,yang ada mayatnya yang jatuh ke selokan kalo macam macam sama Blue eagle,s
Pembicaraan di seluler itu di kagetkan kedatangan tiyara yang mendadak merangkul Raka dari belakang
" mas bro katanya mau belikan ayam Kentucky
Mendengar itu brian yang ada di sebrang agak curiga dan bertanya
" bro suara siapa dibelakang lu
Raka juga kaget saat itu tapi dia bisa menguasai keadaan
Raka memegang tangan Tiyara yang ternyata lagi ngelindur karena yg tiyara lakukan saat itu dalam keadaan tak sadar dia masih tidur
" bentar bri nanti ku hubungi lagi, istri ku lagi ngelindur
"what ?
Sambungan di matikan oleh raka
begitu saja
Raka meraih tangan tiyara yang melingkar di leher nya
" apa sayang ?
Tapi tak ada jawaban
Akirnya dia menoleh ke arah tiyara, gadis cantik itu masih memejamkan mata
" sayang ?
Sekali lagi dipanggil tetap tak ada jawaban
Raka pun menarik kedua tangan Tiyara dan tubuh tiyara pun berangsur ke depan tubuh Raka masih dalam keadaan tidur.
" benar benar ni anak , kalo masih ngantuk kenapa bangun sih,
Raka mulai menggendong tubuh tiyara menuju kamar lagi ,
Di lihatin wajah cantik tiyara,
Raka mulai tergoda lagi melihat bibir tiyara yang terkatup indah
" sayang cantik sekali kau gimana aku bisa jauh dari mu
Otak Raka mulai berencana kalo hari Rabu nanti dia kembali ke kota dia akan ajak tiyara ikut serta karena kebetulan tiyara liburan sekolah
Sesampai dalam kamar Raka membaringkan tubuh tiyara di atas pembaringan
Setelah diletakkan malah tangan tiyara meraih leher Raka dan di tariknya hingga tubuh Raka yang masih terbungkuk itu pun terjatuh menimpa tubuh tiyara yang tertidur
Bukanya bangun tubuh Raka malah di buat guling sama Tiyara kakinya yang jenjang itu melingkar di tubuh Raka
Raka benar benar tak menyangka dekapan gadis itu begitu kuat
sampai wajah Raka berada di antara d**a dan leher tiyara Raka cuma menikmatinya
Dia tak berusaha melepas kan diri di biarkan tubuhnya jadi guling gadis pujaan hatinya
Bau harum tubuh tiyara begitu menggoda indra penciuman Raka
Raka ingin sekali menikmatinya perlahan tapi pasti sesapan bibir Raka mulai merambah ke perbukitan yang kebetulan berada tepat di depan bibirnya
Tangan Raka juga mulai menelusup membelai punggung tiyara yang tertutup kaos
Bahkan bekas bibir raka yang terus bergerilya menyusuri perbukitan kembar itu pun terlihat di mana mana
Dengan sekejap Raka menikmati itu dan lagi lagi ada gangguan ponselnya berdering kembali
Mau tidak mau Raka pun membuka ponsel pintarnya
Dan dari seberang sana udah terdengar suara Brian yang tak sabar mencecarnya dengan berbagai pertanyaan
Sementara Raka berusaha agar bisa sedikit melonggarkan pelukan tiyara pada lehernya
" bro kau tadi ngomong apa, apa gue salah denger kalo lu sekarang bersama istri lu
Raka pun memidiokol sang sahabat,sehingga briyan yang ada di apartemen itu melihat tingkah Raka saat itu
" b******k lu jadi selama ini lu kerasan di sini karena dia ?
" begitulah besok lusa akan ku bawa dia ber samaku ke kota
" bro hujan hujan gini enak lu
" emang kenapa iri lu makanya cepat lu nikah juga ,jangan lu anggurin lama lama tu rudal biar tak karatan
" b******k lu sekarang ngomong gitu, coba ingat omongan lu sebulan yang lalu,/ muak gue Ama yang namanya perempuan/ sekarang lu sosor juga, bah kan lu ingin korbanin segalanya buat tu perempuan
" ha..ha..ha masih ingat aja lu sama omongan gue ,tapi tidak untuk yang kali ini bro, kalau lu berpendapat seperti itu mungkin benar karena memang gue tak bisa jauh dari cetakan anak gue
" sejak kapan kau menikah ,?
" belum ?
" what ! apa lu bilang belum nikah ? ,terus ngapain lu berdua disitu jangan bilang lu habis masuk lubang buaya sekarang
" bukan lah ,dia gadis baik baik malah masih ORI ,bahkan belum terjamah sekalipun , masih ABG bro ! ,masih kosong lembaran putih dan gue sangat sangat mencintai dia gue rela melepas apapun demi sleep angel ini
" sebegitu istimewanya dia bro
" ya dia yang akan jadi ibu dari anak anak ku nanti
Perbincangan telpon mereka pun begitu mendalam
Dengan topik tiyara yang tertidur pulas di samping Raka yang sedang berbaring jadi guling tiyara saat itu
Sementara diluar kamar seorang nenek dengan tak sengaja menguping pembicaraan Raka dan briyan ti sambungan ponsel itu.
Nenek cuma melihat dari balik celah tirei yang sedikit kadang kadang terbuka karena di tiup angin dari luar
Di luar hujan pun mulai berhenti meskipun sesekali gerimis lagi
Nenek tahu semua yang di lakukan cucunya dan laki laki yang ternyata memang sangat begitu mencintai tiyara.
Dan nenek juga percaya kalau Raka tak akan melakukan yang lebih pada sang cucu,
Kalopun itu terjadi pasti udah sebelum nya Raka lakukan
Dsaat nenek tak ada dirumah karena yang nenek tiyara tahu perkenalan tiyara dan Raka udah hampir dua mingguan berlalu dan tiyara tak menandakan bahwa dia habis di jamah Raka
Meski kenyataanya memang Raka udah melakukan itu pada tiyara tapi Raka juga masih membatasi pergaulan intim dengan tiyara sebatas pergaulan praklimaks antara hubungan suami istri
Raka selalu mentolerir nafsunya sebatas kenikmatan pulcontrol
Bahkan Raka juga tak ingin menyakiti tiyara sebelum waktunya Raka masih bisa sadar saat berhubungan intim dengan tiyara,
Bagi Raka kenikmatansesat bukan satu satunya untuk mencurahkan cinta mereka
Raka masih berpikir juga untuk masa depan sang kekasih biar tetap menikmati masa muda nya dengan indah tanpa adanya buah cintanya dalam rahim nya
Raka juga menjaga mahkota kehormatan sang kekasih agar tetap utuh tak terkoyak oleh rudalnya
Meski Raka harus berusaha susah payah bisa mengendalikan nya disaat bersama sang kekasih yang notabenya memang masih tersegel
Setelah tahu itu nenek pun beralih ke dapur
Memasak untuk makan siang nanti dengan sayur sayuran yang baru dibeli nenek di warung tadi
Sementara di dalam kamar Raka yang semula masih vidiocol sama sang sahabat ,udah selesai,
Rakapun mulai lagi permainaya yang tertunda karena vidiocol tadi sekaran mulai aktif lagi menggerayangi tubuh sang kekasih dengan semua ke lihaian Raka yang memang penakluk wanita tak cuma paras ganteng,
Raka juga sangat lah kaya raya bukan karena pewaris Raka juga peritis yang patut di ajungi jempo dua
Karena soal bisnis legalai maupun ilegal yang terbilang sangat sukses di kalangan tetua pebisnis muda yang handal
Karana raka juga seorang CEO perusahaan dan mafia berdarah dingin apalagi kalo udah menyangkut martabat dirinya di remehkan, satu kat terucap dari mulut nya " habisi " udah di jamin tak akan satu pun yang tersisa biar seorang perempuanpun
Jiwa mafia yang diwarisi dari sang kakek cukup di takuti semua kalangan mafia dan genster di masa kejayaan sang kakek yang menguasai sebagian benua Asia tenggara dan barat,
Di saat Raka mulai mencium bibir tiyara malah udah membuka matanya dan bibir Raka di halangi telapak tangan Tiyara
" mas bro mau apa ?
" kok udah bangun sih mas kan belum merasakan bibir manis kamu
" enggak mau tiyara ngak mau
" terus gimana ini udah siap begini masa asem sih bibir mas
Raka yang memanyunkan bibirnya nya di hadapan tiyaraalah membuat tiyara Ter tawa ngakak
" mas bro ih geli ah ,Ndak mau
Tiyara terus meronta agar tidak tercium bibir Raka
Tapi raka tak peduli tanganya tetap memeluk tiyara sampei tubuh tak bisa bergerak dan Raka pun mulai melumat bibir tiyara dengan pelan dan sedikit bertenaga membuat tiyara merasakan lagi sensasi nikmat di dalam rongga mulut nya karena lidah raka yang terjulur di dalam rongga mulut tiyara seolah lagi menari