Hujan yang begitu deras hampir sehari semalaman membuat kota yg di tempati Raka pun ikut ke banjiran
Raka yang masih berada di desa di rumah tiyara pun ikut was was karena untuk menuju kota jembatan yg menjadi akses utama telah hanyut terbawa banjir semalam dan jalan satu satunya itu masih belum bisa di lalui
Untung Tiyara udah di antar ke rumah sang nenek semalam
Akirnya raka pun masih menginap di rumah nenek Tiyara
Dan di pagi yang masih gerimis itu
" nek apa aku merepotkan tinggal di sini ?
" den Raka kapanpun aden ingin lama tinggal disini nenek tak keberatan
" oh iya nek apa hujan begini nenek juga masih akan bekerja?
" kalo udah reda hujannya dan di jemput ya kerja den, habis nenek kalo ngak kerja gini ,mau kerja apa lagi to den, nanti uang buat biaya sekolah tiyara gimana, ya cuma pekerjaan itu yang nenek bisa andalkan
" oh iya nek sekarang nenek ngak usah khawatir soal biaya sekolah tiyara, Raka yang akan tanggung semua
" tapi den
Raka lalu ber simpuh di hadapan nenek tiyara yang duduk di kursi dan memegang tangannya
"Aden apa yang Aden lakukan ?
Nenek tiyara mengelus tangan raka
" nek aku mohon ijinkan aku menikahi tiyara,aku mencintai dia nenek
" tapi tiyara kan masih sekolah den
" iya raka tahu nek, dan aku akan menunggu dia sampai dia lulus, tapi ijin kan tiyara jadi istri raka kelak nek
" aden jika tiyara mau nenek ikhlas memberikan tiyara pada aden untuk Aden jadikan istri ,bahkan nenek senang bila itu terjadi asalkan Aden benar benar mencintai tiyara dan bertanggung jawab padanya
" beneran nek ?
Raka memandang mata nenek
Dan nenek pun mengangguk kan kepalanya
Disaat bersamaan tiyara datang dari kamar nya cuma memakai handuk
" nenek apa yang terjadi kenapa mas bro, jatuh ya ?, udah besar juga bisa jatuh
Tiyara yang mengira raka yg masih bersimpuh dihadapan neneknya itu terjatuh
" tiyara kenapa kamu pakai handuk malah datang kesini, hayo pakei baju dulu, ngak malu apa sama mas bro
" ih nenek kenapa aku kan ngak telanjang lagian mas bro juga sering lihat.
Mendengar itu nenek malah jadi melongo
Dan Raka yang baru bangun dari jongkoknya juga ikutan terkejut
Dan mengasih isarat pada tiyara untuk diam
Dengan satu jari di letakkan di depan bibir tiyara yang kebetulan sudah di sebelah nya
" hsut !
Tiyara pun diam, dia buru buru menutup mulutnya dengan tangan yang di pakei memegang handuk itu karena tangan yang satu memegangi baju ganti yang akan di pakai setelah dia mandi nanti
Tiyara tak sadar malah handuk yang menutupi tubuhnya jatuh di hadapan mereka
Nenek yang tadinya bengong, malah ketawa tak bisa di tahan melihat sang cucu yg memang sangat ceroboh sekali dalam setiap bertindak
" ha...ha...ha..
" tiyara sayang kamu ini !
Raka yang melihat itu ikutan mengambil handuk dan membetulkan handuk itu pada tubuh tiyara lagi
" sayang kamu ayo cepat buruan mandi dan pakai bajunya ,oh iya apa kamu ndak sekolah ?
" mas bro hari ini minggu kok sekolah
Raka yang sudah selesai memakaikan handuk tiyara lagi malah garuk garuk kepala
" masak hari minggu sih ,mas lupa .
Nenek melihat pasangan itu begitu bahagia mereka seperti memang sudah berjodoh
" udah udah sekarang kalian mau apa nenek masakin untuk sarapan ?
Tiyara mendengar itupun
" iya nek Tiyara mau sayur asem sama tempe goreng
Tiyara yg masih pakai handuknya itu malah pergi
Tapi sebelum itu raka dengan cepat meraih tubuh tiyara dalam pelukannya
" benta
Nenek yang udah berlalu ninggalin mereka tak melihatnya
" mas bro apaan sih tiyara mau mandi
Raka tak peduli dia malah membopong tiyara ke kamar lagi dan membaringkan tubuh tiyara di ranjang dan menindihnya dengan tubuhnya
Tiyara pun tak berkutik tubuh kekar Raka yang berada di atasnya begitu kuat
Hinga sebuah lumatan bibir udah membuat tiyara terdiam tak berdaya terbuai dalam rasa nikmat nya ciuman raka
Beberapa menit raka melepas ciuman nya dan perlahan bergeser dari tubuh tiyara
Setelah tak ada beban di atas tubuhnya tiyara pun bangun
" mas bro,suka banget ciumbibir tiyara tambah dhower nih ?
Raka tersenyum
" bibirmu candu buat mas, kalo sekarang semenit tidak cium bibir kamu rasanya asem bibir mas
" hah udah tiyara mandi dulu
Tiyara beranjak ingin tinggalin Raka
Sebelum tiyara keluar kamar sebuah pelukan dari belakang tiyara rasakan
" sayang kamu mau tinggalin mas sendirian disini
" terus mas mau ikut tiyara mandi, ayok ? tapi lepasin pelukannya
Raka mencium pipi tiyara dan melepas pelukannya
Tiyara pun bergegas ke kamar mandi yang ada di sebelah dapur dan terhalang tembok jadi apapun yang di lakukan Raka dan tiyara tak di lihat sang nenek yang ada di dapur yang berada di teras samping
Raka mengekor dibelakang tiyara yang berjalan lebih dulu
Meski di desa untuk mengambil air di rumah nenek udah memakai Sanyo sejak sebelum tiyara lahir
" sayang kamu mandi dulu ! mas mau lihat nenek masak
" ngak jadi mandi ?
" nanti setelah kamu
Raka beranjak pergi ninggalin tiyara yang udah masuk kamar mandi dan udah terdengar guyuran air dari dalam kamar mandi
Raka pun menuju ke dapur
" nenek masak apa ?
" ini tempe goreng sama sayur asem kacang panjang kesukaan tiyara aden mau di masakan apa nanti nenek belikan di warung depan sana ?
" nenek , raka apa aja asal tiyara suka raka juga suka .
Melihat di dapur yang bersih dan sederhana, hanya ada bahan seadanya untuk di masak sang nenek saat itu
Raka merasa terharu dia pun berdiri dan mengambil dompet yang ada di dalam saku celana dan mengambil uang sebanyak sepuluh lembar uang seratus ribuan
Raka meraih tangan sang nenek dan di berikan uang itu dalam gegaman sang nenek
Nenek terkejut
" Aden apa ?
" ini ada sedikit untuk belanja nenek
" Aden ini terlalu banyak den
" tidak nenek sekarang semua kebutuhan nenek dan tiyara raka yang akan tanggung ,nenek ngak usah kerja lagi nenek di rumah saja dan temenin tiyara
" tapi den
" nenek dengerin Raka, nenek anggap Raka cucu nenek juga kan, jadi Raka ingin nenek istirahat untuk kerja berat kayak gitu, karena tubuh nenek dan usia nenek udah waktunya beristirahat sekarang giliran cucu nenek yang membahagiakan nenek
Nenek seperti tak percaya ada seorang yg begitu perhatian dan baik padanya
Bahkan laki laki berwajah ganteng itu bukan hanya ganteng wajahnya tapi hatinya juga begitu mulia
" Aden terima kasih banyak
" jangan panggil Raka Aden nek panggil raka saja biar kita tambah akrap karena tiyara dan Raka cucu nenek kan !
Nenek cuma mengangguk kan kepala
Bersamaan dengan tiyara yang udah berganti baju setelan mandi dan memakei kaos oblong dan celana jins pendek sepaha yang terlihat begitu mulus dengan rambut masih acak acakan
Tiyara yang membawa sisir pun mendekati sang nenek
" nek rambut tiyara sisir kan
" sini mas sisir kan rambutnya
Raka meraih tangan tiyara dan tiyara pun Ter duduk di pangkuannya
" auh mas bro emang bisa nyisir rambut tiyara
" bisalah !
Nenek pun menyela pembicaraan mereka
" lagian kamu udah besar masa nenek yang terus menyisir rambut kamu makanya belajar, nanti kalo kamu udah menikah siapa yang nyisir kan rambut kamu masak suami kamu
" ya mas bro lah yang menyisir kan,
" kok gitu ?
" kan mas bro yang nanti jadi suami tiyara
" kalo suami kamu kerja gimana
" ya pokoknya sebelum berangkat kerja harus nyisir rambut aku dulu
Mendengar itu Raka begitu bahagia, Raka tak sadar kalo sang nenek berada di situ,
Raka memeluk tubuh tiyara yang mengemaskan
" ah mas bro sakit
Nenek yang sadar dan melihat itu cuma berdehem
" Hem... Hem
Raka pun melepas pelukannya,
Dan beranjak pergi menuju kamar mandi .
" tiyara ambilkan mas mu handuk yang ada di lemari sana biar di pakai setelah mandi nanti
Nenek yang memang masih menyimpan handuk baru dalam lemari ,meminta tiyara untuk mengambilkan handuk itu untuk Raka
" nek kok masih punya handuk baru sih !
" ya iyalah kemarin di kasih pak Burhan
" oh ,hadiah ya nek ?
" iya cepat sana
Tiyara pun berlalu mencari handuk yang di simpan sang nenek di lemari pakaian
Setelah ketemu tiyara bergegas memberikan handuk itu pada Raka
Tiyara yang terus berjalan itu nyelonong masuk saja tanpa memanggil Raka yang ada di dalam
Saat itu Raka yang lagi memakei sabun dan membelai rudalnya Terlihat oleh tiyara
" mas bro ini..
Raka yang terkejut pun langsung mengguyurkan air di badanya ,otomatis rudal yang menggantung itu terlihat panjang dan lumayan besar untuk ukuran orang Indonesia tapi bagi orang eropa memang biasa
" tiyara ngagetin aja
Tiyara yang melihat itu buru buru membalikkan badannya meski hari kemarin dia juga udah pernah melihat dan memegangnya bahkan mengulumnya sampei memuntahkan cairan kental yang membuatnya mual
Tapi saat itu dia dalam keadaan terangsang jadi yang dia lihat tak tersimpan di memori otaknya
Sekarang otaknya normal dan dia begitu tersentak lihat itu semua
" mas bro kok telanjang sih ?
" mas kan mandi masak harus basahan nanti pakai apa coba
" hi...hi..iya ya lupa tiyara, kalo gitu ini handuknya
Tiyara memberikan handuk itu pada Raka dan akan pergi dari tempat itu
Raka mengambil handuk dari tangan tiyara dan malah menarik tangan Tiyara hingga tubuh tiyara pun terseret ke dalam pelukan cowok ganteng yang lagi telanjang bulat itu
" jangan pergi dulu mas kan belum cium bibir kamu
Raka pun melumat bibir tiyara lagi,
Tiyara pun berontak karena badanya terasa basah lagi
" ah... mas bro tiyara basah lagi, udah !
Suara tiyara terdengar begitu manja, dan Raka pun melepas pelukannya dan sekali lagi mengecup bibir tiyara
" ya udah nanti lagi
Tiyara pun bergegas pergi dari kamar mandi itu
Raka kembali membersihkan sisa sisa sabun yang ada di tubuhnya
Sementara sang nenek juga baru selesei memasak dan menyiapkan di meja makan yang biasa di gunakan bersama sang cucu
" nek udah selesei ya masaknya
" iya sini bantu nenek menyiapkan piringnya ,kamu ambil di lemari sana
" iya nek
" dan sekalian mas bro kamu panggil untuk sarapan juga
Tiyara pun bergegas mengambil piring dan mem manggil raka yang terlihat udah keluar dari kamar mandi
" mas bro udah mandinya
" iya sayang ? mas pakai baju dulu
Tiyara melihat Raka masuk ke kamarnya, tiyara lupa untuk memberitahukan kalau disuruh nenek untuk makan juga
Tiyara pun menaruh piringnya lagi di lemari
dan berlari mengejar Raka masuk kamar tidurnya sambil memanggil manggil nya
" mas bro mas bro tunggu
Raka yang udah keburu masuk kamar pun tak mendengar teriakan Tiyara diapun menyusulnya ke dalam kamar
Raka yang masih memakei handuk itu pun melepas handuknya setelah berada dalam kamar itu
Dan lagi lagi tiyara masuk nyelonong aja dan Raka pun di buat tambah Terperanjat tiyara yang buru-buru masuk itu malah menubruk tubuh Raka dari belakang karena terhalang tirai di pintu kamar
Yang sengaja nenek pasang meski pintu tak di tutup tetap tak terlihat dari luar
Raka pun menoleh tiyara udah berada di belakang nya
" mas bro di suruh makan sama nenek
Setelah ngomong tiyara akan pergi
Tapi Raka buru buru meraih tubuh tiyara hingga mereka Terjatuh di kasur berdua
Dengan Raka yang masih telanjang di bawah tubuhnya tiyara
Raka pun malah memeluknya
" mas bro nanti di lihat nenek
" biarin, sayang jadilah istriku sekarang
Raka membisikkan kata kata itu dekat di telinga tiyara
Tiyara pun melihat mata raka
Mereka saling pandang
Tiyara pun merangkul leher Raka dan mengecup bibir Raka
" aku akan selalu jadi istrimu sampei kapan pun tapi tidak sekarang ,karena kita belum menikah
Raka mendengar itu pun tambah memeluk tubuh tiyara dengan begitu erat sampai tiyara tak bisa bergerak
" sayang ILoveYou
" ILoveYou to
Tiyara masih ingat saat Raka mengajarinya bahasa inggris, kalau ada yang bilang ILoveYou jawabannya ILoveYou to
Raka benar benar di buat mabuk kepayang dengan jawaban tiyara
Di saat itu terdengar suara nenek memanggil manggil tiyara dari luar kamar
" tiyara ...tiyara mana piringnya ?
" nah itu nenek udah memanggil kan, ayo cepat pakai baju mas bro ,kalo tidak ingin aku meminta ini.....