Udah hampir dua jam mereka tertidur dalam satu ranjang
Tiyara menggeliat kan tubuhnya yang membuat Raka ikut terbangun
"tiyara kamu udah bangun ?
" mas bro udah jam berapa ?
Raka melihat jam tangannya yang menunjuk udah jam 2.15 menit
" jam 2 lewat 15 menit, kenapa?
" pulang !
"tapi masih terlalu panas tiyara ?
" iya aku tahu tapi
Tiyara malah mukul mukul lengan kekar Raka yang masih memeluknya dengan erat
" terus kamu mau apa?
" lepasin pelukan nya aku ngak bisa gerak !
Akhirnya Raka sadar kalo tubuh tiyara masih berada dalam pelukannya
Raka pun melepas pelukannya pada tiyara
" tiyara jam berapa biasanya nenek kamu pulang ?
" jam 5.30, kenapa ?
" masih lama !
" apanya yang masih lama mas bro?
" ya nenek kamu pulang dong tiyara
" oh
Setelah Raka melepas pelukan dari tubuh nya tira langsung bangun dan melompat turun
" mas bro...mas bro cepat tunjukin kamar mandinya mana? aku udah ndak tahan nih !
" kenapa tiyara ?
Tiyara malah menarik tangan Raka untuk bangun
" mas bro cepat ! aku nanti ngompol di sini Lo ?
Melihat tiyara merengek sambil melompat lompat menahan pipis terlihat begitu lucu bagi Raka
" ha ..ha..ha, kamu lucu sekali, lihat di belakangmu itu kamar mandinya tiyara !
Raka malah ketawa ngakak
Jari telunjuk nya menunjuk sebuah pintu tertutup yang berada tepat di belakang tiyara
" ini mas bro !
Tiyara yang udah berlari menuju kamar mandi membukanya tanpa menutupnya lagi
Tiyara langsung membuka celananya dan berjongkok di lantai yang terlihat bersih dan rapi
Dalam ruangan itu cuma ada bak mandi yang cukup besar dan panjang
Di atasnya ada shower.
Tiyara yang masih jongkok itu pun menoleh kesana kemari seolah olah sedang mencari sesuatu
Tapi yang di cari malah tak ada ,tiyara pun mulai mengoceh sendiri
" apaan masak kamar mandi sebesar ini tak ada air sama sekali ? mending di rumah nenek banyak air
Tiyara mulai gelisah karena tak ada air sama sekali
Sementara Raka merasa aneh dia bermonolog
" kenapa lama sekali tu anak buang air kecil saja
Di saat otak nya berangan angan apa saja yang bisa saja terjadi pada tiyara
Dari dalam kamar mandi terdengar teriakan tiyara,
" mas bro....mas bro ! cepat kesini !
Memintanya untuk datang.
Raka pun tak banyak pikir dia melompat dari ranjang berlari masuk kedalam kamar mandi
Memang kamar mandi itu tak tertutup membuat Raka langsung masuk saja
Dan betapa matanya terbelalak saat melihat tiyara berdiri dengan keadaan sungguh sungguh tidak terduga ?
" mas bro mana airnya aku ngak bisa cebok nih
Melihat dan mendengar itu sontak raka memutar kran dan memberikan selang kecil dari kloset duduk yang berada di samping Tiyara berdiri
" tiyara ini pakei buat bersihin
" lagian kalo mau pipis itu duduk di kloset ini
" kan di situ ndak ada lubang nya ? bajuku kan bisa basah semua
" ya ininya di buka dulu sayang ! baru duduk.
" ah merepotkan ,lagian kamar mandi bagus kayak gini air setetes aja tak ada, terus bak sebesar ini juga buat apa coba ?
Tiyara terus mengomel tak karuan
Membuat Raka malah senyum senyum sendiri
Setelah selesai drama di kamar mandi Tiyara langsung keluar dan duduk di ranjang, sambil membersihkan kakinya yang basah
Raka pun menghampiri tiyara dan duduk di sebelah nya
" kenapa mukamu kok sewot gitu ,makanya jangan main lari saja kalo tak tahu, tanya dulu
" mas bro rumah kamu kok rumit sekali dari pelajaran matematika sih, pusing dah kepala ku
" ha..ha..ha...
Raka malah ketawa
Dia membelai rambut tiyara dengan lembut
" tak serumit itu kali, kamu aja yang belum mengerti, kalo udah terbiasa ya mudah tiyara
" mas bro antar pulang yok?
" beneran pulang sekarang
" iya
" ok, ayok !
Mereka pun keluar dari kamar Raka dan menuju pintu keluar
" mas bro selain lewat sini dak ada jalan lain gitu?
" kenapa ? kamu masih takut naik lift .
Tiyara tak menjawab cuma mengangguk kan kepala tanda iya
Raka meraih tangan tiyara dan menariknya ke dalam pelukan
Dia berbisik di telinga nya
" kan ada aku !
Raka pun memencet tombol masuk dan pintu lift pun terbuka
Mereka memasuki lift
Tubuh tiyara yang masih dalam pelukan Raka pun tergeser masuk
Karena Raka sedikit mengangkat tubuh tiyara agar bisa masuk bersama
Pintu lift pun tertutup membuat tiyara kembali mulai ketakutan
" mas bro...mas bro !
Tubuh tiyara agak bergetar karena tegang
Tiyara mencengkeram baju Raka begitu erat
Tangan rangka mengangkat dagu Tiara agar menghadap wajahnya
" tiyara ! coba lihat aku
Tiyara pun mengikuti omongan Raka Tiyara memandang wajah ganteng itu
" dengar kamu ngak boleh takut naik lift lihat lift ini cuma alat untuk kita bisa naik dan turun di sebuah gedung bertingkat seperti apartemen ini tiyara
Raka mencoba menjelaskan semua tentang lift pada tiyara
Tiyara pun mulai memahami soal itu dan mengangguk kan kepalanya
Saat pintu terbuka lagi ada beberapa orang masuk karena mau ikut turun
Tiyara pun cuma melihatnya saja tanpa melepas cengkraman tangan nya pada baju raka
Raka pun malah memeluk tubuh tiyara dan membelai rambut nya
Beberapa orang laki laki dan perempuan itupun cuma tersenyum melihatnya
Akhirnya mereka udah berada di lantai dasar ,lift pun terbuka
Tiyara melihat lift terbuka begitu senang
" mas bro udah sampai kita ?
" iya , keluar ya kita ,apa kamu ingin mencoba naik lagi,
" ngak .. enggak !
" kenapa?, apa kamu tahu pemandangan di atas sana indah banget
" paling Yo panas banget wong ada di atap
" ha..ha..ha, kamu ada ada aja
Raka cuma bisa tertawa dan meraih tangan tiyara menuju basemen
" tiyara kita mau naik motor apa mobil ?
" emang mas bro ada motor ?
" ada lah !
" iya iya aku mau naik motor
Setelah sampai basemen tiyara melihat ada motor trail juga
" mas bro itu ada motor trail punya mas bro ya?
" iya
Tiyara mendekati motor trail itu
" mas bro aku yang nyetir ya ?
" apa kamu bisa ?
" bisa lah !
" beneran ?
Raka tak percaya tiyara bisa naik motor
" ok deh coba kamu yang nyetir ,tapi ingat kalo ngak bisa hukumannya you Kiss me ok ?
Sebentar tiyara garuk garuk kepala seperti memikir sesuatu
" ok...ok !
Tiyara pun mengiyakan permintaan Raka
Meski di dalam otaknya lagi memikirkan arti dari kata Kiss me karena tiyara memang benar tak tahu
Dengan sekejap tiyara udah berada di atas motor trail itu
Raka yang melihat cuma tersenyum dia membayangkan hari ini dia bakal dapat satu ciuman dari gadis pujaan hatinya itu
" mas bro cepetan !
" bentar
Raka pun membonceng di belakang tiyara
" nih pakai helm nya dulu ?
Tiyara meraih helm itu tanpa banyak kata dia memakainya
" kamu masih hafal jalan nya tiyara
Raka berbicara dengan keras agar tiyara dengar
Tiyara tak menjawab cuma mengasih tanda pakai dua jarinya,ok !
Raka yang udah faham langsung bekuk pinggul Tiyara dengan santai
Dan dengan satu tarikan gas motor pun mulai berjalan
Pertama memang pelan yang di rasakan Raka dia pun menikmatinya
Tetapi beberapa menit kemudian
Raka di buat harus ber pegangan lebih kencang lagi
Kalau tidak Raka bakal terjun bebas di jalanan aspal
Karena Tiyara benar benar menikmati naik motor trail yang iya Rakan saat itu
Dengan kecepatan yang biasa dia lakukan saat dia jadi joki balliar di arena balap
Raka tak pernah menduga jika gadis yang di peluk nya sekarang memang ahli naik motor
Raka pun cuma bisa diem dan terus memeluk sang gadis
Dalam dadanya senang karena bisa memeluk tiyara saat itu
Tapi juga ada perasaan takut kalau jatuh
Ke dua perasan itupun saling bergejolak antara takut dan was was
Akhirnya Raka cuma bisa pasrah
Mati dan hidup ada di tangan yang di atas
Raka pun ikhlas jika dia mati setidaknya dengan memeluk sang bunga desa idaman hatinya
Bahkan dalam hatinya berkata
"ILOVEYOU tiyara
Dan terus seperti itu sampai dia sadar tiyara menghentikan motornya di depan sebuah rumah
" mas bro...mas bro sampei ayo turun !