" udah ah makan sendiri, masak udah gede kok minta di suapin terus
" tapi aku minta kamu suapin, cepat tiyara !
" mas bro ngak malu to lihat tu banyak yang nglihati
" bodo ! mereka itu iri karena tak bisa di suapin wanita cantik
" emang mana wanita cantiknya ?
"lha ini !
Raka menunjuk wajah tiyara dengan jarinya tepat di depan bibir nya
Tiyara lantas menyambar jari itu dan menggigit nya
" au ..h ! tiyara kau
Raka kesakitan dan tanpa sadar malah ke dua tangannya malah memeluk tubuh tiyara dan ber bisik di telinganya
"awas ku cium kamu nanti, mau ?
Tiyara pun mencoba melepaskan pelukan itu dengan mendorong tubuh kekar itu dengan ke dua tanganya
" mas bro jangan ,sakit tahu !
" biarin kamu yang mulai !
" iya maaf ! tiyara salah sekarang lepasin di lihat banyak orang
" ok! aku lepasin tapi janji suapin lagi mau tidak ?
" iya iya tiyara janji tapi lepasin dulu
Raka pun melepas pelukannya dan banyak sekali mata melihat kemesraan mereka
Bahkan raka tak sadar kalau saat itu di tempat umum
Raka merasa seperti baru pacaran
Bahkan Raka baru merasakan hatinya begitu berbunga bunga
Dalam kehidupan Raka baru kali itu merasakan betapa bahagia dirinya
Cuma mendekap tubuhnya saja seperti melayang Raka rasakan dan seperti dia tak ingin melepaskan
" mas bro ...mas bro
Tiyara membangunkan lamunan Raka
Raka langsung menoleh pada suara yang memangil nya dan benar saja tepat di depan mulutnya sesendok pentol udah menghadang
" a...a..a..ak ! buka mulut nya,
Tiyara seperti lagi menyuapi anak kecil
Raka pun membuka mulutnya dan beberapa kali suapan bakso pun abis
Dan semua makan di depan mereka habis di santap
" mas bro boleh ndak aku minta satu lagi bakso nya tapi di bungkus
"benar kamu mau ?, ya udah sana pesan berapa kamu inginkan
" beneran ?
" iya sayang !
Tiyara mendengar kata sayang langsung meremas mulut Raka dengan jemarinya
Tapi bukanya marah Raka malah memegang tangan tiyara dengan lembut dan menciumnya beberapa kali
" kenapa?
" geli ah ,apaan mas bro ini
" ya udah pesan sana terus kita pulang, ini uangnya aku tunggu di sini ,aku mau merokok dulu
Raka memberikan dompet ya pada tiyara untuk mengambil sendiri
Tiyara malah bengong melihat uang begitu banyak di dalam dompet itu
" ih mas bro aku ngak berani ini ambilkan
Tiyara malah mengembalikan dompet itu pada Raka kembali
" udah ambil aja, nanti itu milik kamu juga
"apa yang milikku?
" ya semua yang ada dalam dompet itu sekaligus yang punya
Tiyara malah garuk garuk kepala
Melihat itu Raka benar benar di buat pusing dan malah tak sabar
Akirnya Raka beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah kasir seraya menggandeng tangan tiyara dengan lembut
" ayo
Tiyara pun tak menolak dia mengekor di belakang tubuh Raka
Dia tak peduli dengan semua mata yang sedang melihat ya
" mas bro tunggu
" apalagi
" pelan pelan jalanya
Tiyara mencoba berjalan memiringkan badannya karena jalan antara bangku agak sempit dengan banyaknya pengunjung yang datang
Raka begitu sabar memegangi tangan Tiara yang di bonceng nya
Sampai juga di kasir
"tiyara apa yang pingin kamu bungkus
" pentol aja tanpa kuah ,tapi yang besar
" mbak tolong Bungkus kan pentol yang besar sepesial kuah Ama sambal,saos kecap di bungkus terpisah
" berapa mas ?
" 4 aja ,dan semua jadi berapa ?
Setelah di bayar 3 lembar uang ratusan ribu pada kasir Raka menoleh pada tiyara yang lagi memperhatikan pesanannya di bungkus
" sayang ...Ng ! ayo
" mbak tolong antar ke depan, kami tunggu di mobil
" iya mas maaf lama
Raka ama tiyara pun berlalu menuju mobil
Samar samar terdengar beberapa orang lagi berbisik bisik ngomongin mereka berdua
Raka cuma menahan senyumnya yang tertinggal hanya karisma ketampanan yang begitu berwibawa
" gila pasangan yang begitu sempurna ganteng banget cowok itu, lihat cewek nya juga begitu cantik sampei aku ngak bosen melihatnya
Terdengar bisikan itu di telinga Raka
Sementara tiyara begitu cuek mendengar semua itu
Beberapa menit menunggu di mobil Akirnya pesanan datang juga
" ini mas pesananya maaf lama
" ngak papa terima kasih
Akirnya Raka dan tiyara pergi dari tempat itu
" tiyara kita ke apartemen ya ? udah terlalu panas ,nanti sore aja kita kembali ke rumah nenekmu
" iya ,aku juga udah ngantuk
Raka langsung menuju apartemen yang jaraknya memang tak terlalu jauh
setelah sampei di basemen raka mengajak tiyara ke lobi dan menaiki lift untuk kelantai 4 apartemen raka
"mas bro kita kenapa malah masuk ketempat ini
" ini namanya lift
" apa ! lift ?
" iya, ayo masuk
Tiyara pun ikut masuk bersama Raka setelah pintu lift tertutup sendiri tiyara malah terkejut dan melompat
" mas bro. ..mas bro pintunya ketutup ,gimana kita keluarnya
Tiyara benar benar ketakutan dia memeluk tubuh Raka erat sekali sambil mulutnya mengomel tak karuan
Sampei sampei air matanya berlinang
Raka tak habis pikir kenapa gadis yg memeluknya begitu ketakutan naik lift
" tiyara... tiyara dengar aku kita tak akan kenapa napa
"mas bro aku tak mau mati di sini, tidak
Tiyara masih saja merengek
Raka yang mendengar itu pun membeli rambut tiyara dengan lembut dan kasih sayang
" tiyara kita cuma ada di dalam lift, kita tak akan mati sayang coba bukalah mata kamu ayo buka dan lihat aku
Raka memegang wajah tiyara dengan kedua telapak tangan nya
Dan menghadapkan wajah tiyara kearah mukanya
" ayo sayang buka ? lihat aku .
Tiyara yang masih ketakutan pun membuka wajahnya
Tiyara melihat Raka di hadapannya
" mas bro jangan tinggalin tiyara tiyara takut !
" aku tak akan pernah tinggalin kamu, sampei kapan pun kita akan selalu bersama
Raka menghapus air mata tiyara yang berlinang
Ingin sekali Raka mencium tiyara saat itu tapi hatinya tak mengijinkan
Ada perasaan iba dan selalu melindungi terhadap gadis itu
Di dalam hati Raka yang paling dalam ada perasaan tak mau kehilangan terhadap gadis yang berada di dekapannya sekarang
Pintu lift pun terbuka
Mata tiyara langsung terbelalak pelukan pada rakapun terlepas
"mas bro ...mas bro pintu ya terbuka
Tanpa pikir panjang tiyara menarik tangan Raka dengan tenaga yang kuat
Sehingga rakapun mengikuti tarikan itu untuk keluar dengan cepat
"sabar Tiyara nanti kita jatuh!
" nanti tertutup lagi pintunya
Setelah sampei di luar tiyara pun terkejut karena udah berada di tempat lain
" mas bro kenapa bukan tempat ....
Tiyara menghentikan omongannya matanya celingukan seperti mencari sesuatu
" tiyara kamu cari apa ?
Raka ikutan bingung dengan ulah tiyara
" mas bro kita di mana
" di depan apartemen ku
" apa .!
" ayo masuk
Raka membuka pintu dengan menggunakan kartu kat
" mas bro apa itu kok kuncinya kaya gitu
Tiyara menunjuk kartu kat yang di pegang raka
Raka cuma bisa tersenyum dan memberikan kartu itu pada tiyara
" ini bawa jangan di hilangkan
Mereka pun melangkah masuk dalam ruangan yang menurut tiyara begitu indah
" mas bro bagus banget apartemen nya, sama siapa mas bro tinggal ?
" sendiri lah !
Raka pun merebahkan tubuhnya di sofa
Sementara tiyara malah mengelilingi ruangan dengan begitu terpukau seperti baru melihat pemandangan seperti itu
"tiyara aku capek tidur yuk? kamu tadi bilang ngantuk juga kan !
Tiyara tak menjawab dia masih asik mengitari ruangan
Raka pusing melihat tiyara yang terus ber keliling ruangan
Tanpa pikir panjang beranjak dari sofa langsung mendekati tiyara dan membopong tiyara seperti lagi menggendong karung beras
" mas bro ! kemana ? turunkan aku !
Raka tak peduli omongan tiyara terus melangkah masuk kamar
Membaringkan tubuh tiyara di ranjang kingzais yang biasa Raka tiduri
Tiyara malah bangun dan melompat lompat seperti anak kecil main trampolin
" mas bro ...mas bro empok sekali kasurnya
Raka cuma bisa melihat tingkah tiyara yang benar benar di luar nalar anak sebesar tiyara Masih seperti anak kecil
" tiyara udah jangan kaya gitu nanti jatuh
Belum selesai raka ngomong tiyara udah jatuh
Sekali lagi Raka Tertimpa tubuh tiyara
" Auh ! maaf !
Raka pun langsung menyambar tubuh tiyara agar tak berdiri lagi dan memeluk nya dengan erat
Membuat tak bisa lagi tiyara berkutik dan akirnya pasrah
" diem dan jangan bergerak sampei aku tidur denger ! awas bergerak ku cium kamu
Bisikan Raka di telinga tiyara yang berada dalam pelukannya
Tiyara pun takut untuk bergerak
Bahkan kaki tiyara pun tak bisa bergerak
Tubuh laki laki yg memeluknya begitu kuat
Tiyara pun akirnya nya tertidur karena kecapekan
Dan akhirnya Mereka tidur bareng satu ranjang