"Ayah, Alesha belum siap menikah." Tangis Alesha saat Ayahnya memaksanya untuk menikah dengan pilihan Ayahnya.
"Kamu harus ikuti kata Ayah Alesha, kamu mau jadi anak durhaka?" Teriak Kenzo, Ayah Alesha.
Dengan cepat Alesha menggelengkan kepalanya kuat. " Alesha gak mau jadi anak durhaka, tapi Alesha juga belum mau menikah Ayah. Alesha belum siap." Ucap Alesha terisak.
"Alah, siap gak siap juga kamu bakal nikah Alesha. Udah ikuti aja apa kata Ayah." Ucap Della, Ibu tiri Alesha.
"Kenapa bukan Shella aja yang nikah! Kenapa harus Alesha!" Teriak Alesha terisak.
"Enak aja, gue mah ogah sama om-om." Ucap Shella mengejek.
"Sudah diam! Pokoknya Ayah gak mau tahu, 2 hari lagi kamu akan menikah dengannya! Siapkan dirimu, jangan mempermalukan Ayah!" Ucap Kenzo lalu pergi meninggalkan Alesha, Della dan Shella.
"Simpan air matamu! Ntar juga kamu akan hidup enak jika sudah menikah dengannya." Ucap Della pada Alesha.
"Kira-kira apa kata orang-orang saat kamu menikah dengan om-om berbadan tambun, jelek dan hitam!" Ucap Della mengejek dengan diikuti gelak tawa oleh Della.
"Rasain! Walaupun aku anak tiri, tapi aku kesayangan Ayah. Sedangkan kamu? Didepak dari keluarga ini. Selamat menikmati hidup yang suram, Alesha!" Bisik Shella pada Alesha.
"Stoppp!!! Puas kalian! Ini kan yang kalian mau, Ha!" Bentak Alesha yang selama ini diam jika di rendahkan dan dicaci.
"Kamu, anak tiri yang gak tahu malu. Dan kamu Ibu tiri yang serakah! Aku pastiin Ayah yang bakal depak kalian dari rumah ini!" Ucap Alesha dengan nafas terengah-engah dan menunjuk muka keduanya.
"Aaa ... Takut. Lihat Shella, kakak tiri mu marah." Ucap Della dengan nada dibuat-buat dan diakhiri oleh gelak tawa keduanya. Setelah puas mengejek Alesha, Della dan Shella pun keluar dari kamar Alesha dengan wajah yang bahagia dan gembira.
Mereka sangat bahagia karna Alesha keluar dari rumah itu ketika sudah menikah, dan yang mereka pikirkan pasti Shella akan menjadi pewaris harta dari Kenzo.
Didalam kamar nya, Alesha terus saja menangis. Menangis tanpa mengeluarkan suara, itulah yang Alesha lakukan saat Ayah nya pilih kasih padanya. Sungguh malang nasibnya.
______
"Alesha, apa kau sudah siap?" Tanya Kenzo yang memasuki kamar Alesha. Saat ini adalah hari pernikahan Alesha, dan dikamar nya lah Alesha kini tengah di dandani.
"Sebentar lagi Ayah." Jawab Alesha lesu.
"Apakah anda sudah makan, Nona? Saya lihat anda sangat pucat saat ini." Ucap Anna, wanita yang meriasi Alesha.
"Sudah. Mungkin karna aku gugup makannya wajah ku terlihat pucat." Ucap Alesha berbohong. Setelah bertengkar dengan Ibu dan Adik tirinya saat itu, Alesha tak pernah keluar dari kamarnya. Ayah nya pun tak menghiraukan anak nya yang sudah makan atau belum.
"Sudah, dandani saja anakku itu supaya tak terlihat pucat! Selesai kan secepat mungkin karna acara nya akan segera dimulai." Ucap Kenzo dan berbalik badan hendak keluar.
"Ayah, katakan apakah Ibu bahagia melihat ku seperti ini?" Tanya Alesha yang menatap dirinya di pantulan kaca.
"Pasti bahagia, kau sangat mirip dengan Ibu mu Alesha." Ucap Kenzo yang berbalik. Ia tak jadi keluar dari kamar Alesha.
"Kau secantik Ibu mu Alesha. Ibu pasti bangga denganmu, ia pasti sangat bahagia melihat putri kecil nya kini secantik ini." Ucap Kenzo lembut, kini ia sudah berada di belakang Alesha dan memandangi anaknya itu dari cermin.
Ceklek ... Pintu kamar terbuka, Ibu dan Adik tirinya berada di sana.
"Apa yang kalian lakukan! Lama sekali." Ucap Della yang tak suka Kenzo dekat dengan Alesha.
"Bukan urusan mu!" Jawab Alesha ketus. Saat ini Alesha masih di dandani bagian rambut nya.
"Mas keluar lah, banyak tamu yang menanyakan mu. Dan acaranya sebentar lagi akan dimulai." Ucap Della lembut sambil mendekati Kenzo.
"Alesha, Ayah keluar dulu ya. Bersiap lah secantik mungkin." Ucap Kenzo dan mengusap punggung anaknya sebelum keluar.
"Baik Ayah." Jawab Alesha, kini Alesha kembali merasakan lembutnya perlakuan Ayah nya seperti dulu.
Setelah mengecup kening Alesha, Kenzo pun keluar. Dan kini tinggal Anna, Alesha, Della dan Shella didalam kamar itu.
"Apa yang kau bicarakan pada Ayah mu tadi?" Tanya Della.
"Sudah kubilang, bukan urusanmu!" Jawab Alesha ketus.
"Dengar ya, dia itu suamiku. Jadi apa yang dia bicarakan padamu itu juga menjadi urusan ku!" Ujar Della geram.
"Ingat juga, dia itu Ayah ku! Ayah kandung ku! Dan kalian hanya benalu dalam rumah ini." Jawab Alesha Santai.
"Jaga mulutmu! Setelah kau keluar dari rumah ini, aku lah Nyonya besar Adipati! Dan kau tak akan ku terima lagi masuk ke rumahku! Ingat itu!" Ucap Della mengingatkan Alesha, Namun tak membuat Alesha gundah.
"Terus lah berkhayal hingga kalian mendapatkan harta Ayah ku. Karna takkan kubiarkan harta nya jatuh ke tangan ular seperti kalian!" Ucap Alesha menatap Della yang semakin naik pitam dari balik cermin.
"Kita lihat saja nanti. Aku tak akan sudi kau dan suamimu tinggal dirumah ini setelah menikah!" Ucap Della dan Shella berlalu dari kamar Alesha.
Kini Alesha sudah duduk bersampingan dengan calon suaminya. Pandangan nya sedari tadi hanya menunduk.
"Bisa dimulai?" Tanya penghulu.
"Bisa pak, silakan." Jawab Kenzo.
"Mas alex, silakan genggaman tangan tangan saya." Ucap penghulu itu kemudian Alex berjabatan tangan dengan penghulu.
"Saudara Alex Efendy. Saya nikah kan dan kawinkan engkau Alex Efendy bin Kelvin Efendy dengan saudari Alesha Zahira binti Kenzo Adipati dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 3 gram dibayar tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Alesha Zahira binti Kenzo Adipati dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 3 gram dibayar tunai!" Ucap Alex dengan suara bass nya yang membuat tubuh Alesha menegang, karna dirinya saat ini sudah menjadi istri dari Alex.
"Bagaimana para saksi, Sah!?"
"Sahh!" Jawaban para saksi yang membuat Alex dan Alesha menghembuskan nafas lega nya. Kemudian penghulu pun membaca doa penutup.
Kini giliran Alesha mencium punggung tangan Alex dan Alex mencium kening Alesha. Gugup? Pasti, itulah yang Alesha rasakan saat menyentuh Telapak tangan Alex yang ukuran lebih besar dari ukuran telapak tangan Alesha, tangan Alesha bergetar saat akan mencium punggung tangan Alex namun akhirnya berhasil.
Kini gantian Alex yang mencium kening Alesha, tanpa grogi atau apapun itu. Alex langsung mencium kening Alesha dan membacakan doa. Pandangan Alesha dan Alex kini bertemu.
'Wajahnya .... Seperti gak asing.' Batin Alesha saat menatap wajah Alex.
Kini pergantian acara, Alesha sudah berbalut dengan gaun yang menjuntai panjang berwarna Baby pink. Warna yang anggun sama dan polesan make up yang kalem.
Alesha dengan balutan gaunnya dan Alex dengan jas yang warna nya senada dengan gaun Alesha membuat aura mereka berdua menjadi lebih serasi. Saat berada di pelaminan pun banyak tamu yang mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang serasi dan romantis.