"Alex, Asha mau pindah. Kata Ayah Asha gak bisa ketemu lagi sama Alex." Ucap perempuan berumur 5 tahun.
"Asha mau kemana?" Tanya laki-laki berumur 6 tahun.
"Asha gak tahu, tapi kata Mama Asha pindah karna Ayah pindah bekerja." Ucap Asha. "Alex, Asha gak mau pergi. Asha mau disini sama Alex. Asha sayang sama Alex." Ucap Asha memeluk Alex erat.
"Asha harus ikut. Kalau Asha rindu dengan Mama dan Ayah Asha gimana? Alex janji kalau sudah besar akan menikah dengan Asha." Ucap laki-laki itu dengan wajah yang putih.
_____
Alex memandangi Alesha yang sudah tertidur sambil mem flashback masa kecilnya. Yang saat itu mereka selalu mengatakan tentang cinta satu sama lain, tanpa mengetahui apa arti cinta sesungguhnya. Kini, Alex sudah menepati janji nya untuk menikah dengan Alesha saat sudah dewasa.
"Aku sudah menepati janji ku, Sha. Aku cinta kamu." Ucap Alex sambil mengusap pipi Alesha lembut.
_____
Pagipun tiba, Alesha bangun lebih dahulu timbang Alex. Saat Alesha membuka matanya, ia terkejut dengan keberadaan Alex disampingnya.
"Aaaa ...", Teriak Alesha sambil mendorong tubuh Alex hingga terjatuh dari ranjang.
"Aduh ... Sakit, Sha." Ucap Alex refleks dan langsung membuka matanya.
"Kenapa ngapain di kasur aku?" Tanya Alesha sambil menarik selimut sampai ke bahu nya.
"Tidur lah, Sha. Emang gak boleh?" Tanya Alex sambil bangkit. "Wajar kan kita satu ranjang. Udah nikah ini." Lanjut Alex santai dan berangsur menuju ke kamar mandi.
"Jangan lupa siapin aku baju, aku mau ke kantor." Teriak Alex dari dalam kamar mandi. Alesha menarik nafas nya dan beranjak menuju ke lemari pakaian Alex. Setelah menyiapkan baju Alex, Alesha keluar menuju ke meja makan.
_____
Dimeja makan belum ada makanan apapun, karna setiap hari Alesha yang selalu menyiapkan makanan. Pagi ini Alesha bangun terlambat.
"Heh, cepet masak! Gue laper." Ucap Shella yang datang ntah dari mana. Alesha sama sekali tak menggubris perkataan Shella, ia membuka kulkas dan mengambil ayam.
"Dengar-dengar Lo bakal pindah dari sini. Mau pindah kemana?" Tanya Shella penasaran, lagi-lagi Alesha tak menjawab perkataan Shella dan melanjutkan aktivitas nya.
Dengan cekatan, Alesha mencuci dan membumbui ayamnya. Lalu menyiapkan bumbu untuk membuat ayam krispi.
"Heh, Lo Tuli atau bisu sih!" Teriak Shella gregetan karna ucapannya tak di indahkan oleh Alesha.
"Ada apa sih ribut-ribut." Ucap Kenzo yang datang ke dapur dan duduk di meja makan seperti Shella.
"Ini Alesha, Yah. Masa Shella tanya gak jawab." Ucap Shella memanyunkan bibirnya.
"Alesha, kalau ditanya jawab. Kamu gak bisu kan." Ucap Kenzo menatap punggung Alesha.
"Lebih baik makan daripada bacot yang gak guna." Ucap Alesha membalikkan badannya dan meletakkan Piring berisikan ayam yang ia goreng tadi dengan kasar, hingga menimbulkan bunyi.
"Alesha jaga sikap mu! Ayah tak pernah mengajarkan mu seperti ini." Ucap Kenzo berdiri.
"Ayah memang gak pernah ngajarin aku kaya gini, tapi sikap Shella dan Mama nya yang ngerjain aku untuk gak diam saat direndahkan!" Ucap Alesha tegas dan pergi menuju kamarnya.
"Ayah lihat lah sikap Kakak. dari saat Ayah tak dirumah Kakak selalu menyuruh aku dan Mama untuk membereskan rumah dan memasak untuk dia." Ucap Shella mengada-ada agar kakak nya itu dibenci oleh Ayah nya.
Alesha yang masih berada di ujung tangga hanya bisa mengepalkan tangannya dan segera masuk kamar lalu membanting pintu kamarnya dengan kuat agar Ayah dan Adik tirinya itu mendengar.
"Ada apa, Sha?" Tanya Alex yang sedang merapikan rambut nya. Alesha tak menjawab, ia berlalu ke kamar mandi. Alex hanya menghela nafasnya lemah.
'Ini pasti karna shella.' batin Alex dengan mengepalkan tangannya.
"Sha, cepet ya. Nanti kita kebawah nya bareng." Ucap Alex dari luar, dan Alesha tak menjawab.
Sambil menunggu Alesha, Alex memainkan ponselnya dan melihat perkembangan grafik perusahaan nya. Tak lama Alesha keluar lengkap dengan baju dan celana. Alesha berjalan menuju ke cermin dan menyisir rambutnya.
"Yuk." Ucap Alex saat melihat Alesha sudah siap.
"Tunggu .. kamu mau pindah?" Tanya Alesha yang masih berdiri menghadap Alex.
"Kita, bukan aku." Ucap Alex santai.
"Kemana? Kamu bahkan gak ngomong dulu sama aku." Ucap Alesha cemberut.
"Ke apartemen aku, biar aku gak jauh ke kantor nya. Udah yuk, aku laper." Ucap Alex dan menggandeng tangan Alesha menuruni tangga.
"Eh Kak Alex, mau makan juga?" Tanya Shella antusias.
"Iya." Jawab Alex datar.
Alex menarik salah satu kursi untuk Alesha duduk.
"Oh ya Alex, katanya kalian mau pindah ya?" Tanya Della ramah.
"Iya." Jawab Alex biasa.
"Mau pindah kemana Kak?" Tanya Shella dengan senyuman.
'kalau gak ada Ayah, malas banget gue jawab.' batin Alex.
"Ke apartemen." Jawab Alex datar.
"Wah ... Bisa dong aku ikut, lagipula apartemen kan besar gak mungkin cuma untuk berdua aja." Ucap Shella centil.
"Tanya ke Alesha aja." Jawab Alex dan memasukkan makanan ke mulutnya. Mendengar itu wajah Shella tiba-tiba berubah.
"Sudah-sudah, makan dulu. Jangan bicara." Ucap Kenzo.
Saat semua sudah selesai, Alesha berdiri dan mengambil piring untuk dicuci.
"Alesha, bisa gak taro aja. Jangan langsung dicuci." Ucap Alex yang menghentikan tangan Alesha untuk mencuci piring.
"Kenapa?" Tanya Alesha bingung.
"Kita mau pergi sekarang. Nanti macet." Ucap Alex menghampiri Alesha. Melihat itu Shella dan Della ingin marah, namun karna ada Kenzo mereka tak bisa berkutik.
"Biar Shella dan Mama yang mencuci nya. Dan Ayah, aku sekalian mau pamit bawa Alesha ke apartemen ku sekarang. Agar tak menunda-nunda." Ucap Alex.
"Oh baiklah, jaga Alesha baik-baik." Ucap Kenzo menepuk pundak Alex.
"Dan jika kalian ingin bertemu dengan Alesha, hubungi saja aku. Agar kami bisa berkunjung ke sini. Karna apartemen ku sangat privasi." Ucap Alex santai.
"Kami kan keluargamu juga Alex." Ucap Della tak terima.
"Iya, saya tahu kalian keluarga saya juga. Tapi saya kadang ada urusan diluar kota, jadi tak setiap saat di apartemen." Ucap suami Alesha.
"Sudah sudah. Jangan ribut. Alex jagain Alesha, jangan sakiti dia ya. Alesha jangan bantah perintah suami kamu, taati dia." Ucap Kenzo menasihati keduanya.
"Iya Ayah, Alex dan Alesha pamit dulu. Assalamu'alaikum." Ucap Alex dan langsung pergi.
______
Sesampainya mereka di apartemen, Alesha sempat room tour apartemen milik Alex. Apartemen yang tak terlalu luas namun pas untuk ditinggali oleh dua orang.
"Apa kamu gak capek?" Tanya Alex yang melihat Alesha berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain.
"Tidak. Alex, disini kan ada 2 kamar. Em .. aku tidur disana, dan kamu tidur disana. Oke." Ucap Alesha dengan senyuman nya.
"Tidak! Aku gak mau. Kita ini suami istri, jadi harus 1 ranjang!" Ucap Alex tegas.
"Alex, kita ini dijodohkan. Aku gak cinta sama kamu, dan kamu juga gak cinta kan sama aku." Ucap Alesha.
"Terserah!" Ucap Alex datar dan memasuki kamarnya.
"Dia kenapa?" Ucap Alesha bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Malam pun tiba, Alesha merasakan Alex berbeda, Tak seperti biasanya. Malam ini mereka makan malam bersama di meja makan, tentu saja itu Alesha yang memasak.
"Alex ... Kamu kenapa?" Tanya Alesha pada Alex yang sedari awal tadi hanya diam. Namun Alex sama sekali tak menjawab ucapan Alesha.
"Lex .. kamu marah?" Tanya Alesha lagi. Dan lagi-lagi Alex tak menjawab perkataan nya.
"Alex, apa kamu ... " Ucap Alesha menggantung karna Alex membuat nya terkejut.
"DIAM!!" Bentak Alex sambil membanting piring yang berisikan makanan nya.