Aku berlari sekuat tenaga tiba-tiba.
"Buuummmm."Suara kendaraan melesat dengan kecepatan sedang menabrak tubuhku yang kala itu dilanda ketakutan karena seperti ada sesuatu yang mengejarku.
Yahh,, kenangan pahit itu kembali teringat dikepala ku dimana saat itu aku masih bocah.
Aku Bima, Bima Sanjaya umurku 23 tahun dan aku berkuliah di salah satu kampus di Samarinda.
Peristiwa yang hampir saja merenggut nyawa ku saat masih bocah kala itu membuatku peka terhadap hal-hal mistis, bukan cuma bisa merasakannya saja, aku bahkan bisa melihat mereka tiap detik, tiap menit, tiap jam, bahkan tiap hari.
Dari sinilah kisah ku dimulai.
"Bangun woyy, bangun!!!" ucap Lanny yang berteriak tepat di telingaku.
"Bangun ntar telat lu ke kampus. Kan udah gue bilangin jangan begadang." ucapnya lagi.
Dengan tubuh yang masih terbujur lemas terbaring disebuah kasur yang seolah kasur itu menarik tubuhku untuk tetap tidur.
"Huuaammmm....yayayaya 5 menit lagi" balasku sambil menggeliat kan tubuhku dikasur empuk itu, dan menutup seluruh wajahku dengan bantal.
"Yaudah serah lo aja, gue mau jalan-jalan dulu" ucap Lanny seraya berjalan menembus tembok kosan gue.
Yahh aku kenalin, dia Lanny sahabat gaib ku. Lanny juga mahasiswi di kampusku, hanya saja aku tidak pernah melihatnya, dan karena kejadian yang menimpanya membuat arwahnya berkeliaran, kejadian itupun menjadi misteri hingga saat ini. Oleh sebab itu Lanny selalu mengenakan seragam kampus.
Kadang Lanny jadi alarm saat pagi, kadang juga jadi jam dinding dikala malam telah larut dia selalu mengingatkanku untuk tidak begadang.
"Dah balik lo?." ucapku sambil mengusap rambut ku dengan handuk setelah melihat Lanny masuk menembus tembok kosan.
"Hmmm..." dia membalas dengan menganggukan kepala nya.
"Tumben cepet, biasanya juga lama?" ucapku sambil membuat mi instan.
"Ehh Bim,, tadi sewaktu gue jalan perlahan ingatan gue terlintas."
"Magsud lo?" tanya ku balik dengan serius.
"Di ingatan yang terlintas itu gue ngelihat kalo gue sedang berdiri di tengah jalan sambil memegang buku" jawabnya dengan wajah sedikit murung.
Meski terlihat murung, tidak bisa dipungkiri bahwa Lanny sangat cantik. Matanya sipit bak orang cina dengan gaya rambut pendek di atas leher dan dihiasi jepit kupu-kupu.
"Hmmm apa mungkin Lanny tewas karena tertabrak kendaraan atau mungkin semacamnya. Atau jangan-jangan...." belum selesai ku berkata dalam hati tiba-tiba saja lamunanku buyar di sadarkan oleh Lanny.
"Ehh lo kok bengong doang, ngasih saran kek, malah bengong" ucap Lanny dengan kesal.
"Ehh... Ehhh sorry" kataku sambil cengengeh.
"Yaudah sarapan sana ntar bengkak tuh mi instan lo" kata Lanny dengan wajah cantik yang masih terlihat murung. Dan hanya kubalas dengan menganggukan kepala saja.
••••••••••••••
"Yaudah sarapan sana ntar bengkak tuh mi instan lo" kata Lanny dengan wajah cantik yang masih terlihat murung. Dan hanya kubalas dengan menganggukan kepala saja.
•••••••••••••••
Setelah menghabiskan sarapan aku lekas menuju dapur untuk membersihkan mangkuk yang ku gunakan untuk sarapan tadi.
Setelah selesai aku beranjak untuk siap-siap berangkat ke kampus. Berhubung kosan dan kampus ku dekat, jadi aku memilih untuk berjalan kaki saja sambil menikmati pemandangan kota.
Singkat cerita, aku sudah berada di depan kampus.
Ketika hendak melangkahkan kaki menuju kedalam kampus, seketika hawa dingin mulai menerpa tubuh, almameter yang ku kenakan saat itu seakan tak mampu dinginnya hawa itu. Kulirik jam tangan menunjukan pukul 09:47.
Kembali ku lirik kan kepala kekiri dan kekanan tapi suasana kampus biasa saja. Sontak aku di kejutkan dengan Lanny yang tiba-tiba berada di depan ku.
"Woyy gue laper" katanya dengan kedua tangan mengelus-elus perutnya.
"Bisa gak sih lo gak ngagetin kalo nongol?" ucapku dengan kesal sambil berjalan menuju ruang kelas.
"Lo juga bukannya ke kelas malah bengong di gerbang." balas Lanny.
"Emang kalo gue bengong harus ijin dulu gitu sama lo" balas ku sambil ngelirik ke arahnya.
"Yah gak juga sih hanya saja dari pagi lo gue peratiin bengong mulu" elak Lanny.
"Ciee yang peratiin gue" balasku sambil senyum-senyum.
Lanny pun hanya melemparkan senyum malunya sambil berkata " Ge-er banget lo"
Tiba-tiba dari belakang terdengar suara teriakan yang memanggilku.
"Bimm..." teriak seseorang dari belakang ku.
Aku langsung menghentikan langkah ku menaiki tangga, kebetulan ruang kelas ku ada di lantai 2. Karena asyik gangguin si Lanny sampe lupa kalo ada lift.
"Kenapa Dit?" tanya ku kepada seseorang yang memanggil ku tadi. Yah dia adalah Adit seorang sahabat dari SMA dulu. Adit juga tau kalo aku punya teman gaib tapi gak pernah ku ceritakan apapun soal identitas Lanny.
Karna misteri Lanny akan ku pecahkan sendir tanpa melibatkan sahabatku.
"Gapapa Bim... Hanya pengen bareng lo aja masuk kelas" jawabnya sambil cengengesan.
"Idihh najiss" balas ku merasa geli.
"Oiyahh tadi gue liat lo ngomong sendiri, lo lagi ngomong sama temen gaib lo ya?" tanya adit
"Yah begitulah" jawabku sekena nya.
Lanny yang mendengar pembicaraan ku dengan Adit pun langsung menghilang dan hanya terdengar suaranya seraya berpesan.
"Jangan lupa pulang bawa makanan"
Aku pun hanya membalas dengan senyuman.
Singkat cerita jam pulang pun tiba.
"Gue pulang duluan ya Bim" ucap Adit.
"Hmmm iyaa hati-hati" balasku tanpa melihat kearahnya.
Adit pun langsung bergegas pulang.
Tiba-tiba saja ruangan kelas terasa dingin hawanya sama seperti yang ku rasakan tadi pagi. Seolah sesuatu yang seram akan muncul.
Aku lantas dengan cepat bergegas meninggalkan ruangan itu. Saat berada di luar ruangan itu aku merasa seperti ada mata yang selalu mengintai ku.
"Ahh kalo hantu sih pasti gue bisa liat, tapi kok ga ada apa-apa. Apa perasaan gue aja kali ya?" gumam ku dalam hati.
Singkat cerita aku sudah berada di depan pintu kosan ku dengan tangan memegang kantong kresek.
Setelah sampai dalam kosan ku taruh kantong kresek tadi di dapur. Dan berjalan menuju kamar.
Ku hempaskan tubuhku ke kasur indahku itu karna memang aku sangat letih saat itu, saat ku coba memejamkan mata tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari arah dapur.
Yahh itu suara Lanny.
"Bimm...Bimm... Cepetan sini" teriaknya seakan-akan sedang dalam masalah besar.
Ada apa dengan Lanny?
••••••••••••••••••
Follow halaman ku ya prend?