"Aku akan membun*h mu setelah aku menikmati tubuh indah mu ha-ha-ha" ucapnya dengan santai.
Tiba-tiba saja.
"Buggggggggg!!"
••••••••••••••••••••
Suara tangan mengepal dengan sangat cepat mengarah ke wajah ku seketika itu juga aku tidak sadarkan diri aku tidak dapat merasakan apapun seolah tubuhku sudah mati rasa. Setelah terbangun dari pinsan yang cukup lama aku mendapati diriku masih terikat di kursi tapi tanpa sehelai benang menyelimuti tubuhku. Aku tidak dapat menahan diri lagi sontak aku menangis dan berteriak sejadi-jadinya. Entah apa salahku sampai pria misterius itu tega berbuat hal senonoh ini padaku.
"Kamu sudah sadar?, apa tadi kamu mengalami mimpi indah? ha-ha-ha"ucap pria kejam itu kepadaku sembari meraba-raba tubuhku yang tanpa sehelai benang itu.
"A-apa yang kamu lakukan b******k?"teriak ku.
"O-hoho, tenang aku hanya menikmati tubuh indah mu itu. Sungguh nikmat karena akulah orang pertama dan terakhir yang merasakan nikmat tubuh mu ini ha-ha-ha"jawab nya sembari meraih pisau yang ada di atas meja tepat di sebelah kanan ku.
Aku sangat kesal namun apalah daya aku hanya bisa menangis. Pria itu kembali mengelus pipi ku dengan pisau yang sudah ada di tangan nya.
"Dasar b******k!! Cuakss!"teriakku sembari meludahi topeng yang sedari tadi masih dikenakannya.
Pria itu terlihat sangat geram setelah mendapat cacian dariku. Tiba-tiba.
"Aaaaahhhhhgg hentikannn!!" teriakku menahan kesakitan. Dia menyayat paha, kaki, dan juga tangan ku. Aku hanya bisa menangis sembari berdoa meminta pertolongan.
"Udahlah sebaiknya aku akhiri saja permainan ini ha-ha-ha"ucapnya dengan bangga.
"Aaaaahhhhg sakittt tolong hentikan!!"aku semakin berteriak kencang. Rasa sakit ini sudah tak tertahan lagi. Pria itu menyayat seluruh tubuhku tanpa ada bagian yang tersisa. Dar*h mengalir dimana-mana aku sudah tidak sanggup lagi menahan semua ini. Tubuh ku sudah tidak dapat merasakan apa-apalagi. Saat mataku perlahan sayup akan tertutup dan napas ku sudah mencapai batas pria itu berkata.
"Aku tidak akan melakukan semua ini jika kau tidak menolak cintaku saat SMA aku sudah menunggu saat-saat menyedihkan ini terjadi, Selamat jalan Fira"ucap nya yang masih sempat ku dengar sebelum menghembuskan nafas terakhirku.
Itulah ingatan terakhirku.
••••••••••••••
POV Bima
Setelah mendengarkan cerita Fira yang cukup panjang aku spontan bertanya padanya.
"Lo ingat gak cowok yang lu tolak cintanya sewaktu di SMA"
"Yah aku ingat " jawabnya singkat.
"Dia lah orang yang telah ngebun*h lo" tegasku dengan yakin.
"Apa mungkin Kiki yang melakukan semua ini?" ucapnya seolah gak yakin.
"Apa dia yang lo tolak sewatu SMA?" tanyaku.
"Iyaa bener Kiki, dia selalu ngejar-ngejar dan nyatakan cinta sama aku tapi selalu ku tolak. Dengan alasan aku masih ingin fokus sekolah" jawabnya. Kini wajah menyeramkan Fira seolah tidak terlihat lagi. Entahlah mungkin karna aku sudah terbiasa.
"Kalo gitu kita harus cari bukti dulu untuk membongkar aksi k**i nya itu."sambungku.
Tapi sedari tadi Lanny tidak berkata apapun sontak aku bertanya padanya.
"Ehh Lann, lo kok gue perhatiin lo daritadi kok diam aja"tanyaku pada Lanny sembari menepuk pundaknya.
"Ntar,,ntar,, lo ingat gak dimana tempat lo di bun*h?" tanya Lanny pada Fira. Entahlah apa yang dipikirkan oleh Lanny.
"Hmm yang gue ingat ruangan itu seperti ruangan ini. Tapi aku tidak pernah melihat ruangan itu di kampus ini"jawab Fira pada Lanny.
"Coba lo ingat-ingat lagi deh" ucap Lanny.
Tiba-tiba Fira tertawa menyeringai membuat suasana seketika mencekam bulu kudu kulun seketika berdiri tak karuan.
"Hi-hi-hi-hi. Yahh Aku ingat ada poster mawar merah di dinding ruangan itu"jawab Fira sembari tertawa.
"Ehh lo bisa gak sih kalo ngomong ga usah sambil ketawa. Serem tau"ucap ku pada Fira.
Fira hanya membalas ucapanku dengan senyum.
"Yasudah ayo kita cari ruangan yang terdapat poster mawar merah itu" sambung Lanny.
Aku dan Fira pun hanya menganggukan kepala sebagai tanda setuju.
Setelah sekian lama mencari, akhirnya kami menemukan ruangan berposter mawar merah yang dikatakan Fira.
"Ehhh bentar ini bener ruangan nya Fir?"tanyaku pada Fira sembari menghentikan langkah Fira yang hendak masuk keruangan itu. Ruangan itu adalah bekas gudang kampus yang berada di lantai 1 dan sekarang sudah tidak di pakai lagi.
"Bener ini ruangannya"jawabnya sembari masuk menuju ruangan itu.
Aku dan Lanny pun masuk membuntutinya dari belakang. Dari dalam ruangan itu tercium bau amis, busuk, dan apek bercampur jadi satu. Seketika aku merasa mual.
"Hummm bau banget"ucapku sembari menutup hidung dengan jaketku.
Fira dan Lanny hanya menoleh ke arahku tanpa berkata-kata kemudian mereka melanjutkan mencari barang bukti. Akupun dengan sedikit terpaksa ikut mencari barang bukti walaupun bau diruangan itu sangat menyengat.
Setelah sekian lama mencari dan hasilnya nihil kami bersepakat beristirahat sejenak sambil menenangkan pikiran, dan saat itu jam menunjukan pukul 19:00. Sambil beristirahat tak henti-hentinya kupandangi poster mawar merah itu. Aku pun bangkit dari kursi dan berjalan menuju poster itu sekedar hanya ingin melihatnya dari dekat.
Bugg! Bug!
Sontak ku hentikan langkahku setelah mendengar suara itu berasal dari lantai keramik yang ku injak. Merasa ganjil dengan apa yang ku dengar Sesegera aku berlutut dan mengetuk lantai itu dengan tangan ku, dan benar suara itu berasal dari bawah lantai yang beralaskan keramik itu.
"Kayaknya kita menemukannya"ucapku sembari menoleh ke arah Fira dan Lanny. Mereka hanya kebingungan melihatku.
"Magsud lo?" tanya Lanny padaku.
Aku segera memerintahkan Lanny dan Fira untuk mencari palu dan cangkul. Dengan raut wajah yang masih kebingungan mereka berdua pun menuruti perintahku. Aneh sih kalau aku menyuruh kedua hantu itu. Bisa-bisa kalau ada yang melihat mereka bakal lari terbirit-b***t. Bukan karena melihat 2 hantu itu tapi melihat benda seperti palu dan cangkul melayang sendir ha ha ha.
Setelah sekian lama menunggu akhirnya mereka berdua pun datang dan langsung memberikan peralatan yang ku minta dan entah mereka mendapatkannya darimana.
Tanpa pikir panjang lagi akupun bergegas menghancurkan lantai yang kurasa ganjil tadi
dengan palu. Setelah keramik itu hancur kulihat beberapa helai rambut yang tertimbun tanah.
Dengan cepat aku mengambil cangkul dan ku gali tanah itu dan benar saja ku temukan jasad soerang wanita disitu dan sebuah kantong kresek berwarna hitam. Yah jasad itu adalah Fira karena bekas sayatan masih terlihat walaupun sudah tidak begitu jelas.
"Makasih sudah temukan jasadku, tolong makam kan dengan layak"ucap Fira.
Aku dan Lanny pun menoleh ke arah Fira, betapa terkejutnya aku melihat hantu Fira perlahan hilang menjadi debu. Aku hanya bisa tertunduk sedih dan ku yakin tadi adalah kata-kata terakhirnya. Aku perlahan mengambil kantong kresek berwarna hitam dan membukanya ternyata didalamnya terdapat sepasang sarung tangan hitam, sebuah pisau, dan sebuah tali sepanjang 3 meter yang dibungkus didalan sebuah kaos putih dengan banyak dar*h yang sudah berwarna hitam kecoklatan. Akupun segera menyimpannya dan akan kuserahkan pada pihak yang berwajib untuk di selidiki karena kuyakin itu adalah barang bukti yang dipakai pelaku untuk melakukan aksi kejinya. Aku pun segera menghubungi pihak berwajib.
Singkat cerita pada malam itu juga kampus sangat ramai di penuhi oleh pihak berwajib yang mulai mengevakuasi jasad Fira keluarga yang ditinggalkan pun turut hadir pada malam itu.
Aku pun bergegas memberikan barang bukti yang kutemukan tadi kepada salah satu polisi yang ada di sana untuk di selidiki. Setelah itu aku dan Lanny bergegas pulang untuk beristirahat.
••••••••••••••••
Makin gak seru aja ceritanya nih, ya kan Bestieee