Untuk kesekian kalinya Natalie memergoki Gerald, lelaki yang sudah ia pacari selama 5 tahun lamanya. Jauh-jauh Nathalie datang ke kota tempat Gerald bekerja hanya untuk memergoki pacarnya sendiri sedang berselingkuh.
Sudah dua tahun sejak mereka menjalin hubungan jarak jauh, dua tahun juga Gerald selalu bermain-main dengan perempuan lain di belakang Natalie.Bukan hanya sekali atau dua kali, Gerald terhitung sudah menyelingkuhi Natalie lebih dari 4 kali selama dua tahun.
Setiap kali terpergoki selingkuh oleh Natalie, Gerald selalu beralasan jika ia memiliki keperluan yang harus terpenuhi. Memang selama ini Natalie tidak pernah membiarkan Gerald menyentuh tubuhnya secara intim kecuali berciuman, tapi itu bukanlah alasan untuk berselingkuh.
Malam ini ia memergoki Gerald tidur dengan wanita lain di sebuah kamar hotel. Sudah cukup hatinya tersakiti selama dua tahun terakhir, saat itu juga Natalie memutuskan hubungannya dengan Gerald di depan wanita selingkuhannya.
Kini Natalie sedang duduk sambil melamun di bar yang ada di kota tempat ia bekerja. Matanya bengkak karena menangis sepanjang jalan setelah meninggalkan kota tempat Gerald bekerja. Gadis berambut hitam sebahu itu melamun sampai tak sadar sudah meminum banyak sekali alkohol yang membuat kepalanya mulai merasakan pusing.
“Memangnya cuma dia doang yang bisa tidur sama orang lain? Gue juga bisa kalau mau.” oceh Natalie, yang sudah mulai mabuk.
Gelas demi gelas ia teguk tanpa memikirkan bagaimana cara ia pulang nanti. Intinya ia ingin melupakan semua kesengsaraan yang selama ini ia rasakan.
Ia minum sampai perutnya merasa mual dan muntah-muntah di kamar mandi bar. Ia hanya berharap semua kesedihan dan rasa kesalnya keluar dan terbuang bersama seluruh isi perutnya.
Keluar dari kamar mandi, Natalie berjalan sempoyongan karena kakinya sudah mulai lemas. Tak sadar ia pun jatuh menabrak seorang lelaki yang sedang berada di bar itu juga.
“Lo ganteng banget anjir, tidur sama gue yuk.” ucap Nara, yang kini sudah sepenuhnya mabuk berat.
*******
Sinar matahari tembus dari kaca jendela dan menusuk masuk tepat mengenai wajah Natalie, membuat mata Natalie refleks terbuka. Ia menggosok-gosok pelan matanya sambil mengumpulkan nyawa setelah bangun dari tidurnya.
Kepalanya sangat sakit seperti habis dijedotkan ke dinding berkali kali karna efek dari minuman alkohol yang ia konsumsi semalam.
Ketika nyawanya terkumpul sepenuhnya, ia baru sadar jika ada tangan seorang laki-laki melingkar di perutnya. Natalie juga bisa merasakan hembusan nafas tipis di belakang kepalanya membuat helai-helai rambutnya sedikit tertiup oleh hembusan itu.
Tapi bukan hanya itu yang membuat jantung Natalie berdegup kencang sampai terasa seperti ingin meledak. Perempuan berambut hitam pekat itu sadar bahwa sekarang dirinya sedang tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya.
Perlahan lahan Natelie mengangkat tangan besar berotot yang melingkari pinggangnya untuk menyingkirkan tangan itu dari tubuhnya. Perlahan juga ia mulai membalikan tubuhnya untuk melihat siapa orang yang sudah tidur dengannya semalam.
Mata Natalie langsung membelalak ketika ia melihat siapa lelaki yang saat ini tidur seranjang dengannya, yang tentu saja tidak memakai satu pun pakaian juga seperti dirinya. Natalie menggosok matanya lagi dengan kuat untuk memastikan ia tidak salah melihat.
Seorang lelaki dengan tubuh sangat atletis, terlihat dari tumpukan otot yang ada di seluruh tubuh lelaki itu. Dengan rambut blonde halus yang sedikit berantakan, bibir tipis berwarna merah jambu, serta rahang kotak yang terlihat kokoh, membuat Natalie langsung bisa mengenali lelaki yang masih tertidur lelap di hadapannya.
Lelaki itu adalah Ethan Revegard, salah satu pemain sepakbola paling terkenal di dunia saat ini. Natalie benar-benar berfikir sangat keras untuk mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam sampai ia bisa berakhir tidur seranjang tanpa busana bersama seorang Ethan Revegard.
Semakin keras Natalie mengingat, semakin sakit pula kepalanya. Ia benar-benar tak bisa mengingat satu pun kejadian tadi malam, karna yang ia ingat hanya saat ia merasakan mual setelah minum terlalu banyak alkohol di bar.
Tak mau membuat Ethan terbangun, Natalie pun bangun dan turun dari ranjang dengan sangat perlahan dan hati-hati. Sambil memunguti pakaiannya yang tergeletak di kamar itu, Natalie menyesali perbuatannya karena sudah melukan one night stand apalagi bersama orang yang memiliki nama besar dalam dunia sepakbola saat ini.
Satu persatu Natalie memunguti pakaiannya di lantai, namun sialnya ia tak bisa menemukan celana dalamnya di seluruh penjuru ruangan. Tapi karena tak mau berlama-lama apalagi membuat Ethan terbangun dan mendapati dirinya ada disana, Natalie memutuskan untuk merelakan hilangnya celana dalam itu.
Selesai berpakaian, Natalie langsung bergegas pergi dari kamar itu dan berharap Ethan tidak menyadarinya. Ternyata saat ini Natalie berada di sebuah hotel berbintang yang ada di kota itu. Tentu saja Ethan akan membawanya ke hotel itu karena selain menjadi pesepakbola sukses, Ethan juga seorang miliyarder muda.
Sementara itu, Ethan baru terbangun dari tidurnya, tak lama setelah Natalie meninggalkan hotel. Ia tak mendapati seorang pun disana selain dirinya, padahal ia ingat betul apa yang semalam telah ia lakukan dengan seorang wanita yang belum sempat ia tahu namanya.
Melihat jam di handphone-nya sudah menunjukan pukul delapan pagi, Ethan langsung bersiap untuk meninggalkan hotel karena ia harus pergi ke lapangan pusat latihan untuk memulai sesi latihan rutinnya yang akan dimulai pada jam 9 nanti.
Saat ia sedang memakai bajunya, tiba-tiba matanya melihat ada noda di atas ranjang dengan sprei berwarna putih yang sebelumnya tak ada disana. Ia pun menyibakan selimut yang menutupi noda bercak itu dan mendapati beberapa bercak darah.
Bukan hanya itu, ia juga menemukan sebuah c*****************a berwarna hitam tepat dimana ia tidur sebelumnya. Ternyata celana dalam Natalie tidak hilang, tapi hanya tertindih oleh tubuh besar Ethan.
Sebuah smrik tipis langsung terukir di wajahnya yang tampan. Tanpa berpikir panjang, Ethan langsung memasukan celana dalam itu ke dalam kantongnya, kemudian segera meninggalkan kamar hotel itu.
Sepanjang perjalanan menuju tempat kerjanya, Natalie terus-terusan memikirkan apa yang sudah ia lakukan semalam bersama Ethan. Tidak mungkin mereka hanya tidur berdua menghabiskan malam di alam mimpi mereka masing-masing, karena mereka berdua terbangun dengan kondisi telanjang bulat.
“Kenapa harus sama Revegard sih?” keluhnya, sambil meratapi nasibnya.
Ternyata bukan hanya Natalie yang sedang memikirkan kejadian semalam. Ethan pun sama, namun bedanya Ethan ingat persis apa saja yang terjadi semalam.Mana mungkin ia bisa melupakan malam yang indah itu.
Karna itu, Ethan pun berniat untuk mencari wanita yang sudah tidur bersamanya semalam. Walaupun wanita itu hanya meninggalkan celana dalamnya sebagai jejak, Ethan tidak akan menyerah untuk mencari keberadaan wanita itu sampai ia menemukannya.