Waduh nih anak pake kesurupan lagi. Sudah tahu aku nggak tahu cara ngurusin orang kesurupan malah dapat kasus macam ini.
Dika berdiri dengan mata terpejam lalu menangis tersedu-sedu kayak orang marah, sedih dan menyesal dalam satu waktu. Tangisnya bikin kami semua terdiam.
“Siapa kamu?” tanya Peter yang sadar kalau Dika bukan Dika lagi.
“Aku Wisnu….” Lagi-lagi ia menangis histeris hingga suaranya menggema.
“Kamu salah satu dari lima anak yang tersesat itu?” tanya Pak Trisno yang ternyata juga tahu kalau Dika kesurupan.
Dika atau Wisnu mengangguk lalu lagi-lagi menangis.
“Kamu kenapa menangis?” tanyaku sudah mulai risih sama tangisnya.
“Ini semua salahku,” jawabnya yang bikin kami semua saling berpandangan.
“Ceritakan kenapa ini semua jadi salahmu!” pinta Pak Trisno kepada Dika yang