Aku berjalan cepat demi bisa mendekati Steve yang betah banget ngobrol sama Pak Pramudya. Langkahku cepat dan lumayan lebar, tapi karena buru-buru malah rasanya seperti lama sekali sampainya. Manalagi kakiku terasa berat lagi, ini selalu terjadi kalau aku ingin cepat sampai.
“Bunga, wait!”
Sialnya si Jung Kook mengikutiku dari belakang, aku bisa merasakannya meskipun nggak melihatnya.
Tapi tunggu dulu!
Aku merasa harus meluruskan masalah ini. Nggak boleh kabur hanya karena masalah ini.
Aku pun menghentikan langkah dan segera memutar badan.
“Why you follow me? Dou you love me?” tanyaku langsung pada intinya, biar masalah cepet selesai.
“Love?” Jung Kook tertawa terbahak-bahak bikin aku langsung mengerlingnya.
“No, no, no. It’s not like that. I just wanna ask you something,” ujar