Hari-hari kami yang menyenangkan pun kembali. Setelah selesai dengan hantu menyebalkan seperti Sumarni, akhirnya aku dan Steve bisa tidur kembali di atas ranjang kami yang empuk dan nyaman. Aku merebahkan tubuhku dan bernapas dengan lega, sementara Steve duduk di pinggir ranjang sembari memainkan ponselnya.
“Kamu nggak istirahat, Steve?” tanyaku kepadanya.
Steve melihatku yang kini berbaring di sampingnya dan tersenyum kecil. “Aku mau kirim kabar ke Pak Agha dulu.”
Oh, iya. Aku sampai lupa dengan beliau karena terlalu lelah menyelesaikan misi kali ini. Sebenarnya jika dibandingkan dengan yang lain, arwah Sumarni ini salah satu hantu yang sulit dikendalikan. Dia suka bersembunyi untuk menutupi kesalahannya sendiri. Selain itu, arwah-arwah gentayangan ini biasanya sudah menandai korban me