Bendera perang bak dikibarkan. Peperangan antara arwah Sumarni vs aku dan Steve akan segera dimulai. Dan ruang keluarga milik Bapak Sarjimin menjadi korbannya. Maaf untuk Bapak Sarjimin, tapi Steve bisa membersihkannya nanti. Yang terpenting sekarang adalah si setan menyebalkan itu bisa pergi dan Ramli bisa sembuh.
"Hiyaaaaaa!"
Dengan penuh percaya diri, Ramli berlari ke arahku. Tatapannya terlihat kesal, meski tentu saja akulah pemenangnya kalau soal kesal ini. Dia mengganggu akhir pekan kami dan memaksa kami bekerja. Padahal akhir pekan bisa kugunakan untuk bersantai-santai di rumah atau belanja di Mall.
Oke, lupakan soal Mall. Bukan waktu yang tepat untuk membicarakan pakaian mewah dan bagus saat ini.
Aku buru-buru melompat ke sisi lain dan membiarkan Steve menggantikan posisiku di