“Rey, kenalin ... ini Serena. Calon istrinya Zean,” ujar Anggita memperkenalkan Serena pada Reynand, putranya.
Reynand memutar-mutar gelas yang berisi setengah minuman yang ada di tangannya. Tak mengubris perkataan Anggita, justru matanya malah fokus menelisik Serena dari atas hingga bawah.
Ayolah, ia gadis baik-baik. Ketika dihadapkan pada sejenis cowok kurang belaian seperti Reynand, tanpa dia mulai bicara saja sudah bisa ditebak dengan jelas, sejenis manusia macam apa yg ada dihadapannya ini. Tapi tetap, ya ... ini pertemuan pertama. Setidaknya berikan kesan yang baik. Next time, mau koar-koar macam singa pun okelah.
Pengalaman buruk pernah melihat tampang m***m Julian, setidaknya bisa membuatnya belajar dari itu tentang bentukan seorang cowok. Bisa membedakan mana yang tipe kalem,