Kata Zean ia harus istirahat, tapi gimana mau istirahat dengan tenang jika pikirannya memikirkan begitu banyak masalah. Pertama, jelas karena orang tuanya yang mengabaikannya begitu saja. Kedua, kehilangan sahabat lagi dan sekarang tinggal sendiri. Ketiga, urusannya dengan Glenn yang membuatnya nyaris kehilangan nyawa. Dan sekarang ditambah lagi dengan rencana pernikahannya dengan Zean. Untuk yang terakhir, bukan termasuk masalah, lebih tepatnya hanya membuatnya resah saja.
Tiba-tiba otaknya berada di jalur aman. Nyari buku dan baca-baca ulang pelajaran sekolah yang sudah beberapa waktu ia abaikan. Bukan abaikan juga, sih ... hanya saja kondisinya yang baru sekarang memungkinkan untuk memikirkan pelajaran sekolah.
“Non!”
Panggilan dan ketukan pintu kamar membuat fokusnya buyar. Buku ya