Barry tercengang saat baru saja sampai di halaman rumahnya. Dia turun dari motor dengan wajah bingung, motornya terjatuh begitu saja dan dalam kondisi mesin masih menyala.
Seorang tetangga menyapanya.
"Bar!" Dia menepuk pundak Barry.
Cowok itu seperti orang linglung, berjalan perlahan masuk dengan tatapan mata kosong. Tampak dari luar, bagian depan rumahnya berantakan. Pecahan kaca berserakan. Kursi dan meja di teras jungkir balik tak beraturan. Vas bunga yang biasa duduk manis di atas meja kini teronggok di lantai dengan kondisi tak karuan.
Barry nanar. Tubuhnya gemetar. Berbagai tanya berkeliaran di benaknya.
'Apa-apaan ini? Ada apa?' Dia menoleh ke belakang, ke kiri dan kanan.
Rumah para tetangga tampak baik-baik saja. Kalau ini adalah sebuah bencana alam atau semacamnya. Pastilah