Di sebuah kedai bakso yang masih buka. Juki, Cherry dan si mbak duduk bersama. Gadis cantik itu akhirnya berhenti menangis setelah menghabiskan beberapa lembar tisu untuk mengeringkan wajahnya dan matanya yang sembab.
"Kak, sebenarnya ada apa sih? Juki enggak paham kenapa jadi kacau begini?"
Si mbak tadi membelikan Juki semangkuk bakso dan segelas teh dengan es. Dia sudah melahapnya sampai habis dan bersendawa beberapa kali.
"Ceritanya panjang, Juki." Jujur saja Cherry bingung harus mulai bercerita darimana.
"Adek ini, adiknya Mas Barry?" Tanya si mbak setelah lama memperhatikan Juki yang wajahnya sekilas agak mirip dengan Barry. Tapi tidak benar-benar mirip, hanya sekilas saja.
"Iya, lebih tepatnya kita sepupuan."
"Ehm, gitu. Masih sekolah?"
"Masih, kelas tiga, Bu."
"Oh, kelas tig