Pagi harinya, Barry mendapati ibunya tengah terduduk lemas di ruang tamu rumah Juki. Perlahan, pemuda itu berjalan mendekat.
Ibunya menoleh, tersenyum namun airmatanya menitik pelan.
"Mak." Barry duduk di lantai, sementara sang ibu duduk di sofa.
"Emak enggak apa-apa?" tanya Barry sedih.
"Enggak apa-apa, Bar."
"Emak mau ke dokter enggak?"
"Kemaren udah sama Juki ke puskesmas."
"Mak, maafin Barry ya." Bibir Barry gemetar.
"Maaf kenapa? Ini kan bukan salah elu, Bar!"
'Emak belum tahu kalau semua ini ulah Papa Cherry?' batin Barry.
"Emak udah ngobrol sama babeh?"
Wanita itu menggeleng.
"Tadi pas emak bangun, Babeh udah jalan sama bapaknya Juki."
"Kemana, Mak?" Barry pikir mereka pasti melaporkan preman kemarin ke polisi.
"Katanya, mau ngurus soal tanah."
"Tanah kita jadi laku,