pagi hari yang sejuk,ranti tengah menyiram berbagai jenis buah dan sayur,yang ia tanam di belakang rumahnya,namun ia menemukan sesuatu yang jangal di sebelah pohon mangga miliknya,ia pun melangkah mendketai pohon besar itu,maranya terbelalak terkejut,melihat apa yang ada di depan matanya,ia pun berlari mendekat,mencoba membangunkan sosok yang terbaring memejamkan matanya di bawah pohon mangga itu,
lelaki itu terbaring dnegan keadaan yang mengenaskan ,tubuh penuh luka ,ranti berusaha menbawa tubuh yang lebih besar darinya itu ke dalam rumah,ia membaringkan tubuh lelaki itu di sofa ruang tamu,
"hey banngun lah jangan membuautkku takut"ucap ranti setelah membersihkan semua darah yang ada di tubuh lelaki itu,ia juga membalut semua luka di tubuh itu dnegan telaten,
tak lama setelah itu ,sosok itu membuka matanya berlahan,ia menatap ke sekelilingnya dnegan tatapan yang binggung,lalu menatap sosok cantik yang kini duduk di depannya dnegan kotak obat yang masih di gengamannya,
"kau yang menolongku??"tanya lelaki itu dnegan suara yang serak
"ya kamu jatuh di belakang rumah ku,kamu siapa??kenapa bisa terluka dan berada di sini??"tanya ranti penasaran
"nama saya kaisar al kahfi,saya berasal dari ibu kota,semalam saya di jebak oleh rekan bisnis dia berusaha membunuh saya,maaf karena telah menganggumu,saya berlari asal karena tidak arah"ucap lelaki itu yang tak lain adalah kaisar
[kaisar al kahfi??bukan kah dia yang di suaki oleh anita sepupuku??mungkin sudah takdir,aku kan membuatmu merasakan sakitnya kehilangan orang yang paling kau cintai,lihatlah paman,karma ini akan di tanggung oleh putrimu lebih dulu]
"kau dari ibu kota??"tanya ranti tenang
"benar,terimakasih sudah menolong saya,kamu tinggal sendiri???"tanya kaisar tenang menatap agdis cantik yang telah memikat hatinya saat pertama kalli mellihatnya dulu
"ya saya yatim piatu sejak kecil,sebaiknya anda mandi dulu,saya akan menyiapkan makan untuk anda"sahut ranti tenang mengalihkan pembicaraan
[mulutmu bisa berdusta ,tapi sorot matamu tidak bisa berbohong,tapi tenang saja aku pasti akan membantu mu membalaskan dendammu pada mereka] kaisar menatap kearah ranti yang tengah mengambil handuk dan sabun baru dari laci dapur
"nah sekarang mandi lah,di sana ada kamar kosong,anda mengunakannya,"ucap ranti tenang
"panggil saja kak,sepertinya saya lebih tua dari kamu"ucap kaisar tenang menerima haduk dan perlengkapan mandi
ranti menatap kearah sosok yang kini telah menghilang di balik pintu,pikiranya melayang jauh entah kemana,ia lalu kembali melihat berkas yang di kirim maya kepadanya,
[ternyata itu memang kamu,maaf karena aku melibatkan mu dalam balas dendammku,tapi kamu adalah senjata yang paling ampuh]
setelah menunggu selama setengah jam,ranti melihat sosok lelaki tampan,yang kini datang menghampirinya,ia menatap lama lelaki itu terpesona,membuat kaisar tersenyum tipis ,melihat tatapan terpesona dari gadisnya itu,
"hey kenapa??"tanya kaisar mengoyangkan tanganya di depan wajah gadis itu
"gak papa kok,ayo makan"ucap ranti gugup
[wajahnya benar-benar speerti iblis,yang dapat langsung menghipnotis mangsanya,pantes saja anita begitu tergila-gila dnegannya]
"apa yang kamu lihat kak??"tanya ranti memnagilnya kak sesuai permintaan lelaki itu
"sepertinya aku pernah melihat mereka,tapi dimana ya??"ucap kaisar menatap foto kedua paruh baya di dinding
"mungkin kakak salah lihat kali"ucap ranti gugup
"hemm mungkin saja,"ucap kaisar tenang mengikuti gadisnya ke dapur
keduannya menikmati sarapan yang sederhana dnegan tenang,kaisar begitu menikati suuasana di rumah sederhana ini,ia menatap gadisnya yang tengah menyantap makannya dnegan tenang,
[suatu saat nanti aku pasti akan mejadikan mu ratu dalam rumah kita,tidak akan ada yang bisa mengusik kita]ucap kaisar dalam hati
tak lama kaisar menerima pesan dari orang kepercayaannya,membuatnya menyungingkan sneyum tipis,
[baiklah aku akan mengikuti permainanmu gadis manis]serigai kaisar tipis
"nama kamu siapa??"tanya kaisar di sela makannnya
"ahh lupa,aku ranti"ucap ranti tenang
"nama yang cantik,kamu disini sendiri bagiamana kalau kamu ikut dnegannku kekota??"tanya kaisar santai
"ke ibukota??aku gak punya kerabat disana"ucap ranti mendundukan kepalanya
"kamu tinggal bersamakku,anggap saja balas budi karena kamu udah nolongin aku"ucap kaisar tenang
"tinggal di tempat kamu??keluargamu??"tanya ranti ragu-ragu,walaupun ini sesuai dnegan rencananya ia takut akan di tolak oleh keluarga lelaki itu,bagaimanapun ia telah menyellidiki siapa lelaki di depannya ini
"aku tinggal sendirian,tidak akan ada yang mengusik kamu nantinya"ucap kaisar santai
"tapi rumah ku bagaimana??"tanya ranti masih ragu
"jangan khawatir aku akan meminta orang untuk merawatnya"ucap kaisar tenang
"apa tidak apa-apa?aku tidak punya uang unntuk membayar mereka"ucap ranti malu,saat ini ia memang tidak memiliki banyak uang
pagi berlalu dnegan tenang,kedua insan ini un semakin dketa,sementara di ibu kota,adianata tengah mengamuk karena tak menemukan orang yang ia cari,lagi dan lagi ia kehilangan jejak gadis sialan itu,siapa sebenarnya yang melindunginya?sehingga ia tak bisa melacak keberaananya
"kalian cari hingga ketemu,hidup ata mati saya tidak perduli!!!!"teriak adianata murka
"tuan mungkinkah orang itu yang melindunginya??"tanya salah satu pengawal
"tidak mungkin,selama ini mereka tidak pernah berhubungan satu sama lain"ucap adianata datar
"tapi tuan menurut surat wasiat lelaki tua itu,mereka sudah di jodohkan sejak lahir"ucap salah satu pengawal
adianata tertengun mendengar ucapan pengawalnya,memang benarh bagaimana mungkin ia lupa dnegan perjanjian itu??tapi apa mungkin itu dia??selama ini mereka tidak berinteraksi,ketemu pun tak pernah,jadi mustahil jiak dia ikut camour dalam urusan ini,
"itu tidak mungkin,selama ini saya berusaha mencegah mereka bertemu,jadi dia tidak ada sangkut pautnnya dnegan ini,kalian cari temukan dia dan seret padaku secepatnya"ucap adianata datar
"baik tuan kami mengerti"ucap mereka serempak
adianata duduk dengan gusar di kursi kerjanya,ia memikirkan banyak rencana demi mendaptkan tanda tangan gadis sialan itu,untuk mengalihkan semua saham perusahan yang ada di tanganya,ternyata aryo sudah mengnetahui rencananya sehingga mengallihkan semua saham miliknya,ke tangan putri semata wayangnya,sialnya lagi ia tak pernah melihat sosok keponakanya itu lagi,terakhir ia melihat nya saat pertama kali dilahirkan,
"sialan!!!!!!"teriak adianata murka
bagiaman pun caranya perusahaan itu harus menajdi miliknya,ia sudah berjalan sejauh ini,ia sudah mengorbankan segalanya demi memiliki perusahan itu,dia tidak akan mundur apalagi hanya melawan gadis ingusan,aidanata mengepalkan tangan nya kuat,menahan emosinya,
"jika saya tidak bisa memiliki nya,maka siapapun tidak boleh memiliknya,"ucapnya datar menatap tajam kearah foto mendiang keluarga angkatnya itu
terakhir matanya tertuju pada foto wanita cantik dnegan sneyum yang sangat meneduhkan,tatapanya berubah menajdi lebih lembut ,binar di matanya di penuhi kasih sayang yang sangat ketara,namun tak lama air matanya menetes jatuh tepat di foto wanota cantik itu,
kematiannya adalah penyesalan yang tak pernanh ia maafkan dirinya sendiri,
"kenapa kau lebih memilih mati,daripada hidup dnegan ku??"tanya adianata lirih
tanganya menbelai lembut foto cantik dalam ponselnya,air matanya semakin deras mengalir,tanganya bergetar hebat,mungkin semau orang melihatnya sebaagi orang yang tak punya perasaan,nmaun yang sebenranya adalah perasaanya sudah terkubur bersama jasad wanita yang begitu ia cintai ,namun tak pernah bisa ia miliki........................,