malam semakin larut,namun tak membuat orang-orang berhenti beraktivitas,begitu juga dnegan ranti,yang kini masih terjaga di salah satu mobil mewah,yang membawanya kembali ke ibu kota,tempat di mana ia di lahirkan,dan temoat di mana ia kehilangan segalanya termasuk kedua orang tuanya,namun kini ia kembali untuk membalas kan dendam atas kematian kedua orang tuanya,yang tragis,ia akan membuat mereka menyesal atas apa yang mereka lakukan,
matanya memerah menahan amarah,tangan nya mengepal erat,namun ia berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis,semakin dekat dnegan tujuannya ,perasaan nya semakin tak karuan,ia menatap sosok tampan yang kini tengah fokus dnegan jalan,
[saat balas dendam ku sudah selesai,percayalah aku akan membalas semau kebaikan mu,meski dengan nyawaku sekalipun,]bisik ranti dalam hati ,menatap soosk tampan itu,seelah ia menyelidiki semuanya dnegan cermat,ia tau semuanya namun kini ia harus memendam semuanya sendiri,
"sebaiknya kamu tidur dulu,perjalan kita masih jauh,mungkin tiga jam lagi baru sampai"ucap kaisar tenang
"aku gak ngantuk,masih mau lihat pemdangan"sahut ranti lembut
"baiklah lakukan sesukamu"ucap kaisar lalu kembali fokus pada jalan
karena kelelahan rantipun tertidur pulas,kaisar hanya menatap sekilas gadis nya lalu kembali fokus ,tak lama mereka tiba di ibu kota,jalan-jalan di padarai banyak kendaran yang mukai beraktivitas kembali,mereka tiba saat hampir fajar,sehingga jalanan begitu padat,
mobil itu berbelok memasuki kawasan perumahan elit,kaisar segera melajukan mobilnya menuju kediamannya,ia mengendong tubuhb munggil itu ke dalam rumah,dengan tenang di sambut oleh para asisten rumah tangganya,
"dia adalah nyonya kalian,istri saya,patuhi semua perintahnya dan layani dia dnegan baik"ucap kaisar lirih namun tenang suaranya masih bisa di dengar oleh mereka yang berdiri dnegan patuh,berbaris rapi ,semuanya menganggukkan kepalanya tenang
melihat respon dari para pekerjanya,kaisar lalu membawa ranti ke dalam kamar miliknya,setelah membaringkanya di atas temoat tidur,ia pun memasuki kamar mandi,hari ini ia ada rapat penting,sehingga tidak boleh terlambat
tiga puluh menit berlalu,kaisar telah rapi dnegan setelan jas nya ,ia pun mencium kening ranti yang masih tertidur pulas,lalu meninggalkan kamar ,
"nyonya masih tidur,begitu bangun langsung siapkan sarapan,"ucap kaisar pada kepala pelayan saat ia hendak memasuki mobil
"baik tuan saya mengerti"ucap kepala pelayan
kaisar tiba di perusahannya,ia langusung memasuki ruang sidang,ia melihat rubah tua itu dnegan tatapan penuh arti,lalu duduk dnegan tenang di kursinya
"rapat di mulai"ucap angga tangan kanan kaisar
"tuan saya harap anda menyetujui proposal yanng telah kami ajukan,proyek kali ini pasti akan menguntungkan kedua perusahaan"ucap adianata yakin dna percaya diri
kaisar menatap proposal itu dnegan sneyum tipis,ia lalu menatap semua jajaran direksi yang ikut rapat,
"bukankah seharusnya nona ranti yang mengikuti rapat kali ini??dia adalah pemegang saham terbesar bukan??benar-benar tidak profesional sama sekali"ucap angga tenang
"bukan begitu pak angga,ranti masih muda,sehingga ia meminta saya untuk mewakili setiap pertemuan dengan mitra perusahan"sahut adiantan canggung
"setelah kematian kedua orang tuanya ,saya tidak pernah melihat nona ranti,padahal dia adalah sahabat dekat putri saya"ucap salah satu lelaki paruh baya nenatap kaisar penuh arti
"ya ranti tengah giat belajar sehingga jarang keluar"sahut adianata tenang
" begitu rupanya,tuan adianata sedang tidak berbohong bukan??semua orang juga tau hubungan anda dan mendiang adik anda sangat buruk"ucap lelaki paruh baya berjangut putih itu
"dulu ada kesalahpahaman ,tapi sekarang semuanya sudah membaik,teriamkasih atas perhatian tuan cokro"sahut adianata tenag
saat ini ia tak boleh terpancing emosi,bagiamanpun caranya ia harus bisa mendapatkan proyek kerjasama dnegan kahfi grup,untuk itu ia mengepalkan tangannya kuat di balik meja,
kaisar menatap perdebatan itu dnegan tenag,ia membaca proposal yang di ajukan,namun tidak mengatakan sepatah katapun,hanya melirik sekilas pun ia sudah tau,ada banyak kecurangan yang di laukan oleh adianata ,namun kaisar hanya tersenyum kecil,senyum yang jarang terlihat,membuat angga bergidik ngeri
"tuan bagiaman keputusan anda??"tanya angga tenang
"saya hanya akan menandatagani kontrak ini,jika yang datang adalah ahli waris yang sah"ucap kaisar datar lalu pergi meninggalkan ruang sidang,membuat suasana menjadi sunyi ,semua mata menatap kearah adianata dnegan tatapan sinis,lalu membubarkan diri dari ruang sidang
sementara di kediaman kahfi,ranti terbangun dnegan tenang,sudah lama ia tak pernah tidur nyenyak semenjak peristiwa itu,namun semalam ia justru terlelap dnegan pulasnya,ia bangun dan menuju kamar mandi,
tiga puluh menit kemudan ia keluar dari kamar mandi dnegan keadaan yang lebih segar,ia lalu memilih asal baju milik kaisar dan mengenakannya,
"permisi kaisar nya mana ya mbak??"tanya rannti begitu tiba di lantai bawah
"pagi nyonya,tuan sudah berangkat ke kantor,beliau berpesan kalau nyonya sudah bangun bisa langusng saraoan ,mari saya natar nyonya"ucap art itu ramah
"ohhh terimakasih"ucap ranti mengikkuti arahan wanita yang mungkin lebih tua dariya ini,kebetulan dia memang sangat lapar
"silahkan duduk nyonya,"ucap art itu sopan lalu menyiapkan makanan dan minuman dnegan tenang
"teriamkasih mbak,gak usah di tungguin,mbak lanjutin aja pekerjaan mbak"ucap ranti ramah
"baik nyonya kalau butuh apa-apa,nyonya bisa panggil saya,"ucap art itu sopan
"nama kamu siapa??"tanya ranti tenang
"saya inem nya,permisi"ucap inem lalu segera bergi
ranti menikmati sarapannya seoarang diri,ia sebenarnya binggung kenapa ia di panggil nyonya,namun karena lapar ia tak ambil pusing,dan menikamti sarapan dnegan tenang,tanpa tau semua itu di awasi oleh kaisar dari jarak jauh,kaisar hanya menatap tenang layar monitor yang tengah menayangakan gadisnya tengah menikamti sarapan yang terlambat,
sementara ranti setelah sarapan,asik berjalan-jalan di temani oleh bi inem,mengitari rumah yang begitu luas ini
"bi kak kaisar tingggal sama siapa aja??kenapa dari tadi aku gak lihat keluarganya??"tanya ranti mencoba mencari informasi tenatng keluarga kaisar
"nyonya tidak tau??tuan yatim piatu sejak usai delapan tahun,selama ini ya hanya bersama kami tuan tinggal"ucap bi inem sopan
"ahh maaf bi aku gak tau,"ucap ranti terkejut
"gak papa nyonya,mungkin tuan belum cerita kepada anda,sebenarnya kami uga terkejut saat semalam tuan membawa anda kembali,karena setahu kami,tuan tidak pernah mau dekat dnegan wanita manapun,"ucap bi inem tersenyum lembut
"kenapa??"tanya ranti spontan
"mungkin trauma,takut di khianatai seperti mendiang tuan besar"ucap bi inem lirih namun masih bisa di dnegar oleh ranti meski samar
[lelaki nyaris sempurna itu ternyata memiliki trauma yang berat,bahkan cenderung kesepian,tapi aku malah memanfaatkannya]ranti merenung cukup lama mendengar ucapan bi inem
"sekarang bibi tidak terlalu khawatir lagi,karena sudah ada nyonya yang akan menemani tuan,sejak keci tuan kai memann pendiam dan tertutup,jadi bibi harap nyonya bisa membuat tuan nyaman,sehingga tidak lagi memendam semuanya sendirian "ucap bi inem haru
ranti hanya tersenyum canggung mendengar ucapan bi inem,bagiamapun dia dan kasiar sebenernya tidak memiliki hubungan apapun,lelaki itu hanya kasihan padanya
"bi disana ada apa??"tanya ranti menujuk ke taman belakang
"itu taman belakang,ada berbagai sayuran dan buah-buahan,tuan sangat pemilih soal makanan,jadi beliau menanam sayur dan buah sendiri"ucap bi inem tenang
ranti mengikuti langkah bi inem ke taman belakang,begitu sampai ia terkejut dnegan semua tanaman yang ada.....................