“Aduh kak, pelan – pelan”
Protesku saat merasakan perih akibat luka di punggungku di tekan oleh kak tiara.
“Ih, jagoan kok gakuat sakit”
Ucap kak tiara sambil terus mengoleskan kapas yang sudah di basahi alkohol.
Saat ini kami sedang berada di kamar kak tiara, aku sedang duduk membelakangi kak tiara, membiarkannya membersihkan luka goresan di punggungku akibat pertarungan di kostan tadi.
“Buka aja sih ja bajunya biar ga ribet”
Ucap kak tiara yang risih melihatku terus memegangi baju.
“Oke bentar”
Ucapku.
Aku sedikit membungkukan badan kemudian menarik bagian bawah bajuku hingga terlepas.
“Taro di meja aja, biar besok kakak cuci”
Ucap kak tiara.
Aku melemparkan bajuku ke atas meja yang berada di samping kasur kak tiara.
“Kakak yang nyuci?”
Tanyaku.
“Iyalah, emang mau siapa la