“Kamu beneran ja ga mau di anterin?”
Tanya kak tiara, sedang duduk di tengah kasur.
“Engga kak, aku bareng sama temen”
Jawabku yang tengah memasukan dua pasang baju ke dalam tas lalu menarik resletingnya hingga tertutup.
Aku mengangkat tas kemudian memasukan lenganku diantara penyangganya.
Tas sudah menempel di punggungku, sebentar aku melihat ke arah kak tiara yang masih menatapku cemberut.
“Senyum kek”
Ucapku sambil tersenyum kepada kak tiara.
Bibir kak tiara perlahan bergerak menekuk hingga menunjukan senyum manis diwajah cantiknya..
“Bentar…”
Ucap kak tiara.
Dengan bertumpu pada dengkulnya, kak tiara bergerak mendekatiku. Sangat dekat, bahkan hingga ia meletakan kedua tangannya di dadaku.
“Kamu jangan aneh – aneh ya”
Lanjut kak tiara lemah dengan telapak tangan menempel pa