Saat putri Anastasya tersadar,Trisya memanggil perajurit yang berjaga didepan pintu kamar putri Anastasya untuk memberitahu kepada raja Black kalau putri Anastasya sudah sadar,
"Perajurit tolong beritahu raja,putri Anastasya sudah tersadar" Teriak Trisya,
Salah satu perajurit pun berlari menghampiri raja Black dan menyampaikan pesan pada raja Black,
"Maaf raja,saya datang kesini ingin memberitahu kalau putri Anastasya sudah tersadar" Ucap perajurit,tanpa menjawab apapun sang raja langsung berlari menuju kamar putri semata wayangnya itu.
"Sayang kamu sudah bangun?" Tanya Black
"Ayah,dimana ibu?Ibu baik-baik saja kan?" Tanya Anastasya dengan raut wajah sedih,
"Sayang tenanglah,ayah tau kau sangat terpukul begitu pun dengan ayah,ayah janji nak ayah akan membalas kematian ibumu" Ucap raja Black memeluk putrinya,
"Kenapa para manusia itu jahat ayah?Kenapa mereka tak membiarkan bangsa kita untuk hidup bebas?" Tanya Anastasya,
"Sayang berjanjilah pada ayah,kamu pun harus membalaskan kematian ibumu agar ibumu tenang di sana" Ucap raja Black,
"Tapi ayah" Ucap Anastasya yang hatinya halus tidak seperti bangsa serigala lainnya.
"Sayang istirahatlah,ayah akan pergi sebentar" Ucap Black pada Anastasya,
"Tidak ayah,ayah akan pergi kemana?" Tanya Anastasya menarik tangan ayahnya,
"Ayah akan pergi ke suatu tempat,kamu tetaplah disini bersama Trisya" Ucap Black melepas genggaman putrinya,
"Trisya jaga Anastasya,perajurit ikut aku" Ucap Black,
"Baik raja" Ucap Trisya,
Raja Black pun pergi bersama para perajurit untuk mendatangi tempat dimana istrinya ratu Berti terbunuh oleh para pemburu.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Putri,sudah jangan bersedih" Ucap Trisya menenangkan Anastasya,
"Bagaimana aku tidak bersedih,orang yang sangat aku sayangi telah meninggalkan aku" Ucap Anastasya dengan mata berkaca-kaca,
"Putri tenanglah,suatu saat putri pasti akan bertemu lagi dengan ratu Berti" Ucap Trisya
"Maksud kamu?" Tanya Anastasya,
"Menurut sejarah yang aku dengar,manusia serigala yang tewas akan terlahir kembali namun dengan darah yang berbeda" Ucap Trisya,
"Maksud kamu aku akan bertemu ibu lagi?" Tanya Anastasya
"Benar putri,tapi" Ucap Trisya menggantung,
"Tapi apa?" Tanya Anastasya,
"Jika pun hidup kembali renkarnasi dari ratu Berti tak akan mengenali putri" Ucap Trisya,
"Itu sama saja bohong Trisya" Ucap Anastasya,
"Putri bagaimana untuk menghilangkan sedih kamu kita pergi jalan-jalan?" Tawar Trisya,
"Jalan-jalan kemana?" Tanya Anastasya
"Kemana saja asal tuan putri senang" Ucap Trisya
"Aku hanya ingin bertemu dengan ibuku" Ucap Anastasya yang kembali bersedih,
Trisya tak mampu lagi untuk membujuk Anastasya dia memutuskan untuk meninggalkan Anastasya sendiri dalam kamar mungkin Anastasya membutuhkan waktu untuk menyendiri.
~~~~~~~~~~~~
#Jack Pov
Jack adalah seorang pangeran dari negeri manusia,dia terlahir dari darah biru,ayahnya bernama Raja Dak dan ibunya bernama Ratu Anti,kerajaan terbesar di negerinya raja Dak dan ratu Anti terkenal dengan kebaikan dan kebijaksanaannya membuat para rakyat sangat menyanjungnya,bahkan ketampanan Jack membuat para wanita saling berusaha untuk mendapatkannya tapi sampai saat ini belum ada wanita yang mampu memikat hati pangeran,
"Jack" Panggil ratu Anti,
"Iya ibu" Jack berjalan menghampiri sang ibu,
"Apakah kamu sudah menemukan tambatan hatimu?" Tanya ratu Anti,
"Ibu,kenapa harus pertanyaan itu lagi,aku sudah jelaskan kalau aku belum siap menikah dan belum ada pula yang mampu memikat hatiku" Ucap Jack yang bosan dengan pertanyaan ibunya,
"Gadis seperti apa yang kamu idamkan?Bukankah banyak para putri yang cantik dari kerajaan sebrang dan sebelah yang sudah kamu temui?" Tanya raja Dak,
"Iya ayah,tapi mereka hanya memikirkan tahta" Ucap Jack
"Wajar nak,jika mereka hanya memikirkan tahta karena wanita itu harus kamu beri makan dan kehidupan layak" Ucap ratu Anti,
"Ibu beri aku waktu untuk menemukan tambatan hatiku,setelah aku menemukannya aku akan memperkenalkannya pada kalian" Ucap Jack,
"Sampai kapan?Sampai ayah dan ibumu beruban?" Tanya ratu Anti,
"Tidak ibu,ibu tenang saja" Ucap Jack,
"Baiklah ibu beri kamu waktu sebulan jika dalam waktu sebulan kamu belum juga menemukan tambatan hatimu maka ibu akan menjodohkan kamu dengan putri Rasya dari kerajaan sebrang" Ucap ratu Anti,
"Ibu putri Rasya itu sudah seperti adikku,masa aku harus menikah dengan adikku sendiri" Ucap Jack,
"Justru itu jadi kalian tak perlu waktu lama untuk berkenalan" Ucap ratu Anti,
"Ayah" Ucap Jack mengeluh pada Dak,
"Sudahlah Jack dengarkan kata ibumu saja" Ucap Dak yang tidak mau ikut campur dengan pembicaraan ibu dan anak,
"Atau kamu mau dengan putri Caroline dari kerajaan sebelah?" Tanya Anti,
"Yang benar saja ibu mau menyandingkan aku dengan putri Caroline,berpapasan dengannya saja rasanya sudah ingin lari" Ucap Jack,
"Iya sudah makannya terima saja" Ucap Anti,
"Baiklah beri aku waktu sebulan,aku pasti akan mengenalkan wanita tambatan hatiku" Ucap Jack,
"Jika tidak,kamu akan menikahi putri Raysa" Ucap Anti,
"Baiklah terserah ibu,tapi aku yakin sebelum waktunya tiba aku akan membawa gadis yang sesuai dengan pilihanku" Ucap Jack kemudian berlalu pergi meninggalkan Anti.
Saat Jack berjalan keluar sahabat Jack bernama Rey memanggilnya,
"Jack" Panggil Rey
"Kenapa?" Tanya Jack dengan wajah masam,
"Ada apa dengan pangeran yang tampan ini,kenapa wajahnya sangat masam" Ledek Rey
"Apalagi kalau bukan keinginan ibu agar aku segera menikah" Ucap Jack,
"Menikahlah Jack ikuti kemauan ibumu" Ucap Rey
"Kamu tau sendiri belum ada wanita yang memikat hatiku" Ucap Jack,
"Putri Raysa?" Tanya Rey
"Dia sudah aku anggap seperti adikku" Ucap Jack,
"Putri Caroline?" Tanya Rey
"Berpapasan dengannya saja aku ingin lari" Ucap Jack,
"Putri Diana?" Tanya Rey
"Terlalu lamban" Ucap Jack
Rey terus menyebut nama-nama putri dari kerajaan-kerajaan lain namun Jack tetap dengan alasan-alasan penolakannya dan itu membuat Rey lelah,
"Jack sudah berapa puluh putri aku sebut tapi kamu selalu menolak,aku lelah" Ucap Rey,
"Aku tak menyuruhmu untuk menyebutkan satu persatu" Ucap Jack dan meninggalkan Rey,
"Jack tunggu aku" Ucap Rey berlari mengejar Jack,
"Jack bagaimana kalau kita berburu,siapa tau jodohmu berada ditengah hutan seperti di dongeng-dongeng" Ucap Rey yang mengimbangi langkah Jack,
"Maksudmu jodohku gadis serigala?Atau gadis hutan?gadis kera?gadis ular?Yang benar saja kalau bicara" Ucap Jack,
"Nah siapa tau ada tuh gadis keturunan manusia serigala,boleh tuh asal cantik" Ucap Rey,
"Menghayal" Ucap Jack kembali berjalan mendahului Rey dan Rey kembali mengejar Jack.
~~~~~~~~~~~
Disisi lain putri Anastasya masih dengan dukanya,duka kehilangan ibu yang amat dia sayangi,Trisya salah satu dayang yang menjadi sahabat Anastasya pun bingung karena tidak tau harus bagaimana membuat sang putri sekaligus sahabatnya itu untuk kembali ceria,sudah berbagai cara dia lakukan tapi sang putri tetap dalam dukanya.
"Trisya,dimana Anastasya?" Tanya Black yang sudah datang,
"Raja,putri Anastasya masih dikamarnya,putri enggan untuk keluar kamar" Ucap Trisya
"Baiklah,kamu kembali saja melanjutkan pekerjaanmu biar aku yang membujuk putriku" Ucap Black pada Trisya,
"Baik raja" Ucap Trisya meninggalkan raja,
Black perlahan membuka pintu kamar putrinya,nampak Anastasya sedang duduk meringkuk menghadap jendela,Black perlahan berjalan menghampiri putrinya,
"Sayang" Panggil Black,
"Ayah" Anastasya menatap Black,
"Sudahi dukamu nak,kasihan ibumu dia akan ikut bersedih jika melihatmu terus bersedih" Ucap Black,
"Ayah kenapa begitu cepat ibu meninggalkan kita" Ucap Anastasya memeluk ayahnya Black,
"Nak,semua sudah digariskan,tapi ayah janji nak ayah janji akan membalas kematian ibumu" Ucap Black,
"Iya ayah,aku pun berjanji akan membalas mereka yang sudah merenggut ibu dariku" Ucap Anastasya,
"Sekarang sudahi sedihmu,kita harus kuat untuk memberantas manusia seperti mereka" Ucap Black,
"Iya ayah" Ucap Anastasya,
"Sekarang kita makan iyah,Trisya sudah memasak makanan kesukaanmu" Ucap Black
"Iya ayah,aku juga sudah lapar" Ucap Anastasya yang pura-pura tak lagi berduka didepan Black,semua dia lakukan agar Black tak khawatir padanya dia menyembunyikan dukanya dalam hati dan menutupnya dengan senyuman.