Pagi itu kenyamanan tidur Jack terganggu karena kedatangan Rey sahabatnya,Rey membangunkan Jack pagi-pagi sekali,kemarin mereka membuat janji untuk berburu dihutan,
"Pangeran Jack bangunlah,ingat janjimu" Ucap Rey
"Aku masih mengantuk,kau ini mau berburu atau diburu" Ucap Jack
"Maksudmu?" Tanya Rey,
"Kamu pergi kondisi pagi-pagi seperti ini mau berburu atau diburu?Yang ada nanti para serigala yang memburumu dan menjadikanmu sarapan untuk mereka" Ucap Jack,
"Pangeran,kita itu harus memiliki semangat tinggi,siapa tau ada gadis cantik nyasar dihutan" Ucap Rey,
"Sudahlah berhentilah berkhayal" Ucap Jack
"Aku tidak berkhayal,sudahlah cepat bangun atau aku akan menyeretmu!!!!" Ucap Rey,
"Hey siapa kau berani menyeret seorang pangeran?" Ucap Jack kesal dan mulai bangkit dari tempat tidur.
Sementara Jack pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri Rey tertawa cekikikan karena memikirkan ucapan Jack,
"Benar juga,siapa aku berani menyeret seorang pangeran" Ucap Rey pada diri sendiri.
Setelah lama menunggu akhirnya Jack keluar dari kamar mandi dan menghampiri Rey yang sudah menunggunya,
"Ayo berangkat" Ajak Jack,
"Sepertinya kita gagal berburu hari ini" Ucap Rey,
"Maksudmu?" Tanya Jack,
"Lihatlah" Ucap Rey menunjuk kearah jendela,
Terlihat putri Caroline sudah ada dihalaman mungkin saat ini dia sedang menunggu Jack atau mungkin akan menghampiri Jack kekamarnya,
"Untuk apa dia kemari?" Tanya Jack,
"Kalau aku tau,aku tidak akan bertanya padamu pangeran" Ucap Rey,
"Sudahlah ayo turun" Ucap Jack.
Jack dan Rey turun dari kamar Jack,mereka menghampiri Ratu Anti dan Raja Dak diruang makan istana,
"Wah,ada apa ini pagi-pagi pangeran Jack sudah terbangun" Ucap Raja Dak,
"Apa kamu mengganggunya Rey?" Tanya Dak,
"Kita ada janji untuk berburu yah" Ucap Jack,
"Benarkah?Apa yang ingin kau buru?" Tanya Dak,
"Gadis cantik untuk dijadikan istri" Ucap Rey,
"Apa kamu sedang mencari gadis manusia serigala?" Tanya Dak sambil tertawa,
"Ayah,sudahlah jangan menggoda Jack,Jack Rey ayo duduk,makan dulu sebelum berangkat ke hutan" Ucap Ratu Anti,
Saat mereka akan makan benar saja putri Caroline datang bersama para dayang yang menyambutnya,
"Maaf raja ratu, putri Caroline datang" Ucap salah satu dayang,
"Putri Caroline?" Tanya Raja Dak yang merasa heran karena pagi-pagi sudah berkunjung,
"Selamat pagi raja,ratu" Ucap Caroline,
"Selamat pagi Caroline" Ucap Raja Dak.
"Caroline,pagi sekali sampai disini" Ucap Ratu Anti,
"Iya ratu,saya sengaja datang pagi-pagi karena saya ingin bertemu dengan ratu Anti,saya rindu mengobrol dengan ratu" Ucap Caroline,
"Iya sayang nanti kita mengobrol,saya juga rindu mengobrol denganmu" Ucap Ratu Anti dan putri Caroline hanya tersenyum,
"Pangeran Jack" Sapa Caroline,
"Caroline,apa kabar?" Tanya Jack
"Baik pangeran,pangeran sendiri apa kabar?" Tanya Caroline,
"Baik,ayah ibu aku berangkat sekarang nanti siang keburu panas dijalan" Ucap Jack,
"Loh pangeran mau kemana?" Tanya Caroline,
"Oh iya saya lupa bilang sama kamu,saya akan kehutan untuk berburu,lagian kamu datang kesini untuk bicara dengan ibu bukan?Jadi tak masalah jika saya pergi" Ucap Jack,
"Jack,besok saja kamu berburu" Ucap Anti
"Tidak bisa bu,aku sudah membuat janji jadi aku harus tepati" Ucap Jack,
"Ayo Rey kita berangkat" Ajak Jack,
"Baik pangeran" Ucap Rey,
"Jack" Panggil Anti,
"Sudahlah bu,aku harus pergi berburu" Ucap Jack dan berlalu pergi.
"Pangeran,apakah tidak menyakiti hati ratu Anti karena pangeran langsung pergi begitu saja" Ucap Rey,
"Aku tau maksud ibu Rey,tapi aku tidak ingin berlama-lama bersama Caroline aku takut dia jadi berharap padaku dan ujungnya dia kecewa padaku" Ucap Jack,
"Aku mengerti" Ucap Rey.
Rey dan Jack menaiki kuda untuk sampai kehutan,Rey dan Jack saling berbalap kuda untuk sampai dihutan.
~~~~~~~~~~~~~~
Di sisi lain putri Anastasya sedang dibujuk oleh Trisya,agar putri Anastasya mau pergi keluar bersamanya,sudah beberapa hari putri Anastasya hanya mengurung diri dikamar,
"Putri,ayo jalan-jalan" Ajak Trisya,
"Jalan-jalan kemana?" Tanya Anastasya
"Kehutan,bagaimana kalau kita berburu rusa" Ucap Trisya,
"Aku masih ingin disini Trisya,aku belum mau melihat dunia luar" Ucap Anastasya,
"Putri,kita pergi kehutan siapa tau ada pangeran tampan yang akan menikahimu" Ucap Trisya,
"Trisya,aku sedang berduka mengertilah" Ucap Anastasya,
"Putri ayolah sekali saja temani aku,aku ingin berburu rusa" Ucap Trisya memohon,
"Baiklah,tapi jangan lama-lama" Ucap Anastasya dan dijawab Trisya dengan mengangguk senang.
Trisya dan Anastasya berjalan-jalan dihutan,namun mereka melihat dua kuda yang sedang saling balap belum sempat mereka menghindar kuda yang dinaiki salah satu dari dua orang itu menyenggol putri Anastasya sehingga membuat Anastasya terjatuh,
"Putri" Teriak Trisya yang melihat Anastasya terjatuh,
Kedua penunggang kuda itu pun menghentikan kuda mereka lalu turun menghampiri Anastasya dan Trisya,
"Nona apakah kau baik-baik saja?" Tanya Salah satu laki-laki itu,
"Baik-baik saja gimana?Kalian itu punya mata tidak?Kalian berbalap kuda disini apa kalian fikir ini hutan milik kalian?" Ucap Trisya emosi,
"Santai nona,kau fikir juga ini hutan milikmu?Jadi kamu bisa seenaknya berjalan ditengah jalan?" Tanya Rey,
"Hey kau punya mata?Kau lihat disebelah mana kami berjalan?Dasar para manusia" Ucap Trisya keceplosan,
"Para manusia memangnya kalian siapa?Iblis?" Tanya Rey,
"Rey sudah,maafkan kami nona kami benar-benar tidak sengaja,apakah nona baik-baik saja?" Tanya Jack,
"Putri apa kau baik-baik saja?" Tanya Trisya lagi,
"Aku baik-baik saja Trisya" Ucap Anastasya,
"Putri?Kalau boleh tau anda dari kerajaan mana?" Tanya Jack,
"Untuk apa kamu bertanya?" Ucap Trisya ketus,
"Hey yang sopan berbicara dengan pangeran" Ucap Rey,
"Trisya sudahlah,ayo kita pulang" Ajak Anastasya,
"Tapi putri" Ucap Trisya,
"Sudah,ayo" Ajak Anastasya dan dijawab anggukan oleh Trisya.
Trisya membantu Anastasya bangun,dan membantu Anastasya untuk berjalan karena kemungkinan kaki Anastasya terkilir saat terjatuh tadi,Jack yang melihat Anastasya menahan sakit menghentikan jalan mereka dan menawarkan diri untuk mengantar mereka pulang,
"Biar saya antar,beritahu saja dimana kerajaan kalian" Ucap Jack,
"Tidak perlu,kami bisa pulang sendiri" Ucap Anastasya dengan sopan dan lembut,
"Mereka takut ketahuan jika mereka bukan dari kerajaan makannya mereka tidak memberitahu dimana kerajaan mereka" Ucap Rey namun mendapat pukulan dari Jack,
"Biar saya antar" Ucap Jack lagi,
"Terimakasih atas tawarannya tapi tidak perlu,kami pulang sendiri saja" Ucap Anastasya,
"Baiklah,tapi beritahu aku siapa namamu?" Ucap Jack,
"Anastasya" Ucap Anastasya dengan tersenyum kemudian berlalu meninggalkan Jack dan Rey,Jack tersenyum melihat Anastasya baru kali ini dia melihat wanita yang sesuai dengan keriterianya.
"Pangeran ayo kita lanjut" Ucap Rey namun Jack tidak mendengarnya,
"Pangeran" Panggil Rey kencang dan membuat Jack kaget,
"Apa yang istimewa dari gadis itu?Kenapa pangeran begitu senang melihatnya?" Tanya Rey,
"Dia istimewa" Ucap Jack,
"Lalu?" Tanya Rey,
"Aku harus mencari tau siapa dia,dimana dia tinggal" Ucap Jack,
"Dan mencuri hatinya" Ucap Rey yang mengerti maksud ucapan Jack dan dibalas senyuman oleh Jack,
"Ayo pulang" Ajak Jack saat sudah diatas kuda,
"Loh,bukankah kita mau berburu?" Tanya Rey,
"Aku sudah mendapatkannya" Ucap Jack dengan tersenyum dan meninggalkan Rey,
"Kenapa ucapanku jadi kenyataan?Ada gadis ditengah hutan dan pangeran terpikat pada gadis itu" Ucap Rey pada diri sendiri dan mengikuti Jack untuk kembali ke istana.
Sementara itu Anastasya dan Trisya sampai di istana,raja Black yang khawatir karena Anastasya pergi tanpa pamit itu akhirnya bisa bernafas lega setelah melihat putrinya kembali ke istana,namun dia kembali khawatir saat melihat putrinya berjalan pincang,
"Putriku,ada apa denganmu?Apa yang terjadi?" Tanya Black,
"Maaf raja,saya tadi membawa putri Anastasya berjalan-jalan dihutan untuk berburu rusa tapi" Ucapan Trisya langsung dipotong Anastasya,
"Tapi tiba-tiba kakiku terkilir ayah" Ucap Anastasya,
Trisya memandang Anastasya dengan bingung namun Anastasya memberinya isyarat untuk diam dan tak menceritakan kejadian yang sebenarnya,
"Trisya panggilkan tabib" Ucap Black,
"Baik raja" Ucap Trisya,
Trisya pergi memanggil tabib sementara itu raja Black menggendong putri Anastasya dan membawanya kesinggasana istana untuk duduk dan menunggu tabib datang.