Pagi telah tiba Anastasya terbangun dari tidurnya,berkat tabib yang mengobatinya semalam kini kaki Anastasya sudah sedikit membaik,namun Anastasya justru memikirkan laki-laki yang bertemu dengannya kemarin dan itu membuat Anastasya tersenyum sendiri.
"Putriku,kau sudah bangun?" Tanya raja Black yang tiba-tiba muncul,
"Ayah mengagetkanku" Ucap Anastasya yang terkejut dengan kedatangan ayahnya,
"Apa yang sedang kau fikirkan putriku?" Tanya raja Black,
"Tidak ayah,aku hanya sedikit merindukan ibu" Ucap Anastasya dan memeluk raja Black,raja Black pun membalas pelukan putrinya karena dia pun merasakan hal yang sama,
"Ayah,bolehkan aku berjalan-jalan bersama Trisya?" Tanya Anastasya,
"Tidak nak,kakimu belum sembuh total,kamu harus istirahat" Ucap raja Black,
"Tapi ayah,aku ingin berjalan-jalan untuk menghilangkan rasa sedihku" Ucap Anstasya,Raja Black yang begitu menyayangi putrinya itu dengan berat hati mengijinkan putrinya untuk berjalan-jalan dengan Trisya,
"Baiklah,tapi berjanjilah pada ayah kau harus cepat pulang dengan selamat" Ucap Raja Black,
"Terimakasih ayah,aku berjanji akan akan menjaga diri" Ucap Anastasya dan berlalu pergi menghampiri Trisya.
Anastasya yang senang dan berharap bisa bertemu lagi dengan laki-laki yang dia temui kemarin itu tak sabar untuk meminta sahabatnya pergi bersamanya,namun saat dia akan menghampiri sahabatnya dia melihat Roxy si pangeran serigala yang menginginkan Anastasya menjadi permaisurinya,
"Selamat pagi putri Anastasya" Sapa Roxy
"Selamat pagi" Jawab Anastasya yang berusaha untuk tetap ramah,
"Buru-buru sekali mau kemana?" Tanya Roxy,
"Aku mau menemui Trisya" Ucap Anastasya,
"Untuk apa?" Tanya Roxy,
"Aku ingin mengajaknya berjalan-jalan" Ucap Anastasya,
"Bagaimana jika bersamaku saja?" Tawar Roxy,
"Maaf aku sudah berjanji dengan Trisya" Ucap Anastasya dan berlalu pergi meninggalkan Roxy,namun bukan Roxy jika tidak bisa menghentikan Anastasya.
"Selamat pagi raja" Sapa Roxy,
"Selamat pagi,Anastasya kenapa kamu meninggalkan pangeran Roxy?" Tanya Raja Black dan membuat Anastasya menghentikan langkahnya,
"Ayah,aku tadi sudah pamitan sama ayah kalau aku akan pergi bersama Trisya" Ucap Anastasya,
"Raja,ijinkan aku menemani putri Anastasya" Ucap Roxy,
"Tidak ayah,aku akan bersama Trisya" Ucap Anastasya,
"Anastasya" Panggil raja Black,
"Ayah" Ucap Anastasya membujuk raja Black,
"Sayang,biarkan pangeran Roxy bersamamu dia akan menjagamu" Ucap Raja Black,
"Ayah,biarkan aku bersama Trisya" Ucap Anastasya,
"Ayah akan mengijinkan dan pangeran Roxy akan bersama kalian" Ucap raja Black,
"Tapi ayah" Ucap Anastasya,
"Tidak ada tapi" Ucap Raja Black,
Anastasya yang kesal dengan keputusan ayahnya itu berjalan dengan emosi meninggalkan Raja Black dan Roxy,Roxy yang melihat Anastasya pergi meminta ijin Raja Black dan mengikuti Anastasya,
"Putri Anastasya,ada apa?" Tanya Trisya saat Anastasya datang,
"Trisya temani aku berjalan-jalan" Ucap Anastasya,
"Tapi putri,bukankah kaki putri terkilir?" Tanya Trisya,
"Kakiku sudah membaik" Ucap Anastasya,
"Lalu pangeran Roxy?" Tanya Trisya,
"Dia diminta ayah untuk ikut dan menjaga kita walaupun sebenarnya aku tidak mau" Bisik Anastasya pada Trisya,
"Tidak usah berbisik putri,aku akan menjagamu" Ucap Roxy,
"Terserah kau saja" Ucap Anastasya dengan menarik tangan Trisya dan pergi meninggalkan Roxy.
Diperjalanan Trisya dan Anastasya saling diam karena mereka tidak ingin pembicaraan mereka didengarkan oleh Roxy,namun Anastasya punya ide agar Roxy pergi dari mereka,
"Pangeran Roxy,aku haus bisakah kau mencarikanku air?" Tanya Anastasya,
"Tentu saja,perajurit carikan air untuk putri Anastasya" Perintah Roxy pada perajuritnya,
"Tidak pangeran,aku ingin kau sendiri yang mencarikannya untukku" Ucap Anastasya,
"Tapi putri" Jawab Roxy,
"Baiklah jika kau tidak mau,aku akan bilang pada ayahku jika kau tak mau menolongku" Ucap Anastasya yang berpura-pura merajuk,
"Eh tidak begitu,baiklah putri aku akan mencarikan air untukmu,perajurit temani mereka" Ucap Roxy pada perajurit,
"Tidak pangeran,biarlah mereka ikut bersamamu karena aku yakin mereka pun haus" Ucap Anastasya,
"Apakah kalian haus?" Tanya Roxy,
"Iya pangeran,karena dari istana sampai kesini kita belum minum sama sekali" Ucap salah satu perajurit,
"Baiklah,kalau begitu kalian ikut denganku" Ucap Roxy.
Setelah kepergian pangeran Roxy dan perajuritnya Anastasya mengajak Trisya untuk segera pergi dari tempat itu,
"Putri apakah tidak apa-apa jika kita meninggalkan pangeran Roxy?" Tanya Trisya,
"Tidak apa-apa Trisya,kau tenang saja" Ucap Anastasya dengan tersenyum,
"Putri kenapa kau ingin kembali ke hutan ini?" Tanya Trisya,
"Entahlah Trisya,tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh" Ucap Anastasya,
"Sesuatu yang bagaimana?" Tanya Trisya,
"Aku ingin bertemu lagi dengan laki-laki yang kemarin" Ucap Anastasya,
"Untuk apa putri?Bukankah mereka orang jahat?" Tanya Trisya,
"Mereka orang baik Trisya,kau ingat bagaimana ekspresi pangeran Jack?" Tanya Anastasya,
"Apa benar mereka dari kerajaan?Tapi kerajaan mana?" Tanya Trisya,
"Aku mencium mereka itu manusia dan mereka pasti dari kerajaan manusia" Ucap Anastasya,
"Putri,bukankah raja Black melarang untuk bertemu dan bersama dengan bangsa manusia?" Tanya Trisya,
"Asal ayah tidak tau pasti aman" Ucap Anastasya,
Trisya dan Anastasya berjalan sudah semakin jauh dari tempat semula dia berpisah dengan pangeran Roxy,mereka berjalan dengan berbicara dan bercanda bersama.
~~~~~~~~~~
Disisi lain Jack sudah bersiap untuk pergi kehutan lagi dengan niat yang berbeda,dia begitu bersemangat untuk kehutan dan membuat sahabatnya Rey itu bingung,
"Pangeran,kenapa kau bersemangat sekali hari ini?" Tanya Rey,
"Harus semangat karena akan bertemu dengan Anastasya" Ucap Jack,
"Memangnya kau yakin akan bertemu lagi dengannya?" Tanya Rey,
"Jika jodoh pasti bertemu lagi" Ucap Jack percaya diri,
Jack dan Rey menunggangi kuda mereka dan berjalan menuju hutan,sepanjang perjalanan Jack selalu bernyanyi Rey yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya menggelengkan kepala,
"Begitu iya jika orang sedang jatuh cinta" Ucap Rey,
Setelah sampai dihutan Jack melihat kesemua arah agar dia bisa menemukan Anastaysa,Rey yang melihatnya merasa bingung,
"Ada apa pangeran?" Tanya Rey,
"Rey,amatilah sekelilingmu siapa tau Anastaya ada" Ucap Jack,
"Pangeran dia tidak mungkin berada dihutan lagi,jika benar dia seorang putri" Ucap Rey,
"Ayolah Rey,aku memintamu untuk mencari Anastasya bukan menghasutku" Ucap Jack,
Tak lama akhirnya Jack melihat Anastasya yang sedang berjalan dengan Trisya,dia pun menghampiri mereka,
"Hai" Sapa Jack,Anastasya dan Trisya menghentikan langkahnya dan melihat Jack,
"Hai" Ucap Anastasya,berbeda dengan Anastasya dan Jack,Trisya dan Rey justru saling melempar kebencian,
"Akhirnya kita bertemu lagi" Ucap Jack dan hanya dibalas senyuman oleh Anastasya,
"Ayolah pangeran untuk apa kita disini" Ucap Rey,
"Putri sebaiknya kita pulang" Ajak Trisya,
Namun pertemuan mereka hanya sekejap karena Roxy dan perajuritnya berhasil menemukan Anastasya,Roxy yang melihat Anastasya berbicara dengan laki-laki dengan cepat menghampirinya,
"Putri aku sedari tadi mencarimu" Ucap Roxy,
"Oh,maaf pangeran tadi aku dan Trisya berjalan lebih dulu karena terlalu lama menunggu kalian" Ucap Anastaysa,
"Tak apa,siapa dia putri?" Tanya Roxy,
"Oh,ini Jack temanku" Ucap Anastaysa,
"Teman?Sejak kapan kau punya teman laki-laki?" Tanya Roxy,
"Tidak semua tentangku kau harus tau bukan?" Tanya Anastaysa,
"Tapi aku calon suamimu,jadi aku berhak tau" Ucap Roxy yang merasa cemburu,
"Pangeran,aku hanya menganggapmu teman tidak lebih harus berapa kali aku jelaskan kalau aku belum ingin menikah dan aku bukan calon istri siapapun" Ucap Anastasya,
"Beraninya kau berbicara seperti itu" Ucap Roxy menahan amarah,
"Berhenti,begitukah caramu bicara dengan wanita?" Tanya Jack,
"Siapa kau berani ikut campur" Ucap Roxy,
"Tak perlu kau tau siapa aku,tapi aku paling tidak suka jika ada laki-laki yang kasar terhadap wanita,pengecut" Ucap Jack,
"Sialan,beraninya kau" Roxy turun dari kudanya dan menarik Jack.
Mereka saling berekelahi,Rey yang berusaha menolong Jack itu pun dihadang oleh perajurit Roxy,
"Pangeran" Teriak Rey saat melihat Jack mendapat pukulan,
"Berhenti" Teriak Anastasya,namun teriakan Anastasya tak didengar,Anastasya berlari ketengah untuk memisahkan Jack dan Roxy namun Anastasya justru terkena pukulan dari Roxy dan Anastasya tidak sadarkan diri.
"Putri" Teriak Trisya berlari menghampiri Anastasya,
"Putri Anastasya bangun" Ucap Trisya saat sudah memeluk tubuh Anastasya,
Jack pun berlari menghampiri Anastasya dan mengangkat tubuh Anastasya Jack naik kekudanya dan meminta Trisya untuk menunjukkan jalan kerumah Anastasya,Trisya yang khawatir pun dengan cepat mengiyakan,Trisya naik kuda bersama Rey sedangkan Anastasya bersama Jack dibelakang mereka ada Roxy dan perajuritnya yang juga ikut.