jangan lupa tap love ya teman teman love u
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
perkenalkan namaku"Hara aqila,umurku 24 tahun,bertubuh munyil ,berkulit putih dengan rambut ikal berwarna coklat terang. profesiku sebagai dokter kandungan seperti cita citaku dari kecil dan aku punya teman setia namanya murni kami da temanan dari SMA tingkat pertama sampai sekarang dan kami juga bekerja di RS yang sama,t dan sama sama dokter kandungan.
"ekhm.....ekhm"
deheman seseorang menyadarkanku dari dunia haluku.siapa lagi kalau bukan sahabat karibku yang bernama murni.wanita berparas cantik dengan bodynya goalnya dan tinggi semampai.pernikahannya yang akan dilangsungkan seminggu lagi mematahkan banyak hati dokter dokter jomblo di RS disini.
"ngapain melamun sambil senyam senyum,nanti kesambat loh"ucapnya sambil duduk didepanku
"ng.....ngak ada kog"jawabku cepat sambil pura pura membaca dokumen pasien yg ada dimejaku
"gak ada......ato ngak ada,lo kira gue gak tau lo baru aja gangguin dokter arya dikantin"jawab murni yg langsung membuatku terkejut
"he...he...itu elo da tau,pake nanya lagi"jawabku kesal sambil merucutkan bibirku.
"iya......gue kan cuman mau meyakini aja mana tau cinta elo diterima"ucap murni sambil menaik turunkan alisnya
"boro boro diterima,dilirik aja gue tidak.hm....tapi gak apa deh,cinta pertama gue dia mah.harus gue perjuangkan. maju tak gentar!!!"ucapku antusias dengan senyum lebar membuat murni tertawa lebar"
"ish.....kamu tuh,ngapain sih ngejar ngejar dokter arya masih banyak cowok cowok single yang tak kalah tampan melebihi dia kog "jawab murni menyemangatiku sambil menggenggam tanganku lembut,aku melihat raut kesedihan diwajahnya.
"iya......iya.....aku tahu mur,salah satunya calon suami tampanmu itu 11,12 tampannya sama dokter arya kan?"jawabku kesal
"yap"!jawabnya cepat
"tapi cinta itu kan buta mur,bukan kita yg milih,dia datang sendiri tanpa kita sadari.dan makin lama makin dalam dan gak bisa dihilangkan bahkan hanya ada dia di pikiran gue,tiap gue buka mata nutup mata semua ada dokter arya,gue rasa gue uda gila akan prsonanya gue uda jatuh cinta terlalu dalam sama dia padahal baru 6 bulan gue kenal dia tapi kog perasaan ini dalam banget.tanpa bisa gue cegah."ucapku sambil menatap murni yg menatapku prihatin
"bisa.....,karena kamu gak mau coba.seharusnya itu tugas cowok buat ngejar-ngejar cinta cewek.bukan tugas kita seorang cewek yang ngejar-ngejar cinta cowok.kamu harus tanam kan itu diotak cantikmu ini"ucap murni sambil mengetuk lemah kepalaku dengan telunjuknya.
"gak ah.....!gue senang dengan perasaan ini,baru ini gue jatuh cinta, lo tau gak rasanya gimana.......gitu.kadang senang,kesal,berdebar-debar,gugup,harap harap cemas kalau dekat dokter arya.pokoknya berjuta rasanya dech!"jawabku antusias sambil menangkup pipiku yg panas sambil membayangkan wajah dokter arya yg lagi kesal saat melihatku dan itu sangat tampan dimataku
"gue harap lo cepat sadar dan cepat nyerah dengan usaha loh itu buat dokter arya cinta sama elo dan smoga elo cepat dapat pengganti arya dech yg lebih hot dari dia"ucap murni tulus
"uda dech.....bahas gue mulu,lo kog blon cuti kan seminggu lagi elo nikah"tanyaku penasaran fokus menatap murni
"ini gue sama mas Reza juga lagi ngurus itu sih,bukan hanya cuti kami berdua mau resign"ucapnya sendu sambil menatapk"
"A....apa...."ucapku cepat sambil melotot dan kuharap ucapan murni hanya candaan doank
"bercanda lo gak lucu dech...mur!"ucapku kesal padahal dalam hati uda gelisah karena wajah murni yg menunjukkan keseriusannya.
"iya ra.... gue serius,mas reza dan gue diminta papanya untuk bekerja di Rs temannya di Bandung"ucap murni dengan mata berkaca kaca karena sedih karena kami akan berpisah.
"apa...gak bisa dikompromukan lagi,mur!gue butuh elo yg slalu ada disamping gue jadi teman curhat gue"ucapku sambil berdiri sambilmemeluk muri yg menyambut pelukanku
"iya....ra gue sebenarnya juga berat,tapi mau ginana lagi,inilah bakti gue sama suami gue dan bakti suami gue ke orang tuanya" ucapnya sambil memelukku erat hanya ada isakkan tangis kami berdua.maklumlah dari SMA ,Kuliah di Universitas yg sama dan bekerja di RS yang sama. kami brrjuang bersama kini kami harus berpisah.
"makanya lo kudu nyusul kayak gue,biar ada yg selalu disisi elo,jagain elo,dengerin curhatan elo,dan ada yg elo usilin"kekeh murni disela isak tangisnya
"apaan sih elo......gak akan ada yg bisa gantiin posisi elo,walaupu suami gue"ucapku kesal sambil memeluknya erat
"ekh....ekhmm,da slesai blon urusannya nih,ucap seseorang sambil berdiri dihadapan kami.siapa lagi kalau bukan dokter reza calon suami murni dengan senyum lebarnya yg terlihat sangat tampan dengan gaya coolnya pantes aja murni klepek klepek dengannya tapi ya smua orang tampan dengan potsinya masing masing dan dokter arya diatas mereka semua dihati gue.tapi nasib murni bagus gak kayak gue mereka sama sama jatuh cinta gak kayak gue cinta bertepuk sebelah tangan
"nanti datang ya ke resepsi pernikahan gue"ucap murni sambil melepaskan dekapannya menatapku sendu begitu juga denganku yg menghapus air mata diwajah cantiknya dan diikuti dengannya juga menghapus air mataku
"itu...mah uda pasti mur,gue pasti datang dihari pernikahan elo. gak mungkin gue gak datang di hari bahagia elo"ucapku sambil mencubit gemes pipinya dan diikuti kekehan kami bertiga
"dan gue harap lo gak datang sendiri"ucap murni jahil
"mau mas kenalin gak sama teman mas"tawar mas reza sambil tersenyum lebar ke arahku
" eh....nggak mas...gak usah...."jawabku cepat
"oh....gitu ya "jawabnya sambil menggandeng tangan murni
"yauda dech....kami pamit dulu ya ra,jgn lupa kita masih bisa chat-chatan kan"ucap murni sambil mencium kedua pipiku .