kulangkahkan kakiku sambil bersenandung kecil menuju kantin Rs.
"mbak eno,pesan yg biasa ya"ucapku pada mbak eno sambil mencari tempat kosong karena malam ini kantin tampak dipenuhi oleh beberapa dokter yg shift malam kayak gue dan juga anak-anak coas.
mataku tertuju pada sosok laki-laki yg lagi serius membaca koran ditangannya,laki-laki yg membuatku berdebar-debar panas dingin saat bersamaan dan masih banyak lagi perasaan yg kurasakan kalo uda didekatnya siapa lagi kalo bukan dokter arya "mysoulmate mimpi kali ye hihihihi gak papalah walau hanya mimpi gue tetap senang"batinku sambil menggigit bibirku
malam ini sama sih seperti sebelum sebelumnya dokter arya memang slalu tampan di mataku tapi malam ini dengan kemeja hitam yg digulung hinggakesikunya dengan celana hitan warna senada jangan lupakan kacamata putih yg bertenger manis dihidung mancungnya membuat jiwaku meronta ronta akan ketampanan dokter arya
"dok.....uda siap nih mau letakin dimana ?"tanya mbak eno dengan nampan ditangannya yg berisikan nasi rames dan lemontea makanan yg slalu kupesan kalau lagi shift malam.
"sini mbak biar hara bawa,makasih ya mbakku yg manis ucapku tersenyum jahil sambil melangkah kemeja dokter arya
"ekhm....dokter arya hara boleh gak duduk disini,hara duduk ya....ucapku sambil duduk didepan dokter arya dan meletakkan nampan yg berisi makananku dimeja tanpa menunggu jawaban dokter arya yg kupastikan protesnya sih
dia menatapku terkejut saat ku sapa lalu kembali fokus kepada surat kabar ditangannya
ternyata dekat dekat dengan dokter arya sangat besar pengaruhnya laparku seketika hilang dengan hanya menatap wajahnya apalagi wajah seriusnya ya Allah aku rasa aku bisa gila kalau lama lama mendam rasa ini
matanya,alisnya,bibirnya kissable banget gimana rasanya ya bibir dokter arya apakah manis yang pasti sangat memabukkan. beruntung banget cewek yg bisa dicium dokter arya batinku sambil menggigit bibirku
"Ekhem...ekhem!"deheman dokter arya menyadarkannku dari menatap bibirnya
"ketahuan deh"batinku sambil menyeruput lemontea ku untuk mengusir kegugupanku
"dokter.....shift malam juga ya?!tanyaku malu malu "menurut kamu"jawabnya ketus
"eh.....iya juga ya,hehehehhe"ucapku sambil tersenyum lebar dengan jantung berdegub kencang dekat dekat dengan dokter arya benar benar gak bagus dengan kesehatan jantung dan jiwaku,jangan ditanya gmn perasaan ku mendengar suaranya aja itu suatu keberuntungan buatku apalagi dokter arya mau menjawab pertanyaanku....walaupun ketus itu uda membuatku senang
"dokter gak bisa makan nasi ya apa dokter lagi program diet tapikan badan dokter uda ideal,kog cuman minum kopi doank kalau shift malam kalau pagi hara lihat dokter minumnya teh trus minum siangnya lemontea apa dokter arya gak lapar kog cuman minum aja,atau dokter ada yang bawain makanan tiap harinya apa dokter uda punya tunangan apa tunangan dokter kerja di Rs ini juga dokter bagian apa mana tau hara kenal namanya siapa dok"?tanyaku berturut turut dengan perasaan yg berdebar debar takut kalau dokter arya sudah punya tunangan
tak ada jawaban hanya helaan napas panjang yg keluar dari bibir sexynya lalu menatapku tajam
"bisa gak kamu gak gangguin saya sehari aja dan apapun yg berhubungan dengan saya itu buan urusan kamu"jawabnya penuh penekanan sambil melipat surat kabar meletakkannya dimeja lalu berdiri menuju kasir dan well seperti biasa gue ditinggal
itu adalah ucapan terpanjang yg keluar dari mulut dokter arya, selama gue mengenalnya 6 bulan lamanya.
kecewa.......,gak ada dalam kamus gue kalau itu berhubungan dengan yang namanya dokter arya. apalagi tatapan tajamnya itu benar benar membius gue ucapan ketusnya bagai nyanyian syahdu bagi gue,saat dia berbicara aq selalu menatap mata dan bibirnya berharap aq mampu melumatnya dan mengecapnya atas dan bawah pelan dan menuntut.apakah rasanya seperti marshmello lembut dan manissssss.kugigit bibirku sambil menagkup kedua pipiku yg terasa panas
"yap"kurasa aku perlu seorang dokter karena aku terjangkit virus cinta.....
"dokter hara"sapa seseorang lalu duduk dihadapanku,membuatku tersadar dari imajinasi mesumku
"dok....dokter delvi"jawabku gugup karena ketahuan senyam senyum kayak orang gila
"dokter kenapa,kog dokter senyam senyum sendiri dan kenapa jadi merah"?tanyanya penasaran sambil memperhatikan wajahku
"eh.....itu...itu.....tadi saya kepedasan....iya kepedasan"jawabku asal sambil pura pura menyendokkan nasi rames kemulutku
"oh.....gitu ya"jawabnya nampak ketidak yakinan dengan jawabanku diwajah tampannya
"sendiri aja nih dok"tanyaku mengalihkan pembicaraan karena mau ditaroh dimana muka ku ketahuan dokter delvi lagi senyam senyum sendiri
"gak ah......kan lagi sama dokter hara berarti saya gak sendiri donk"jawabnya sambil tersenyum lebar menampakkan gigi saingnya dan lesung di kedua pipinya
"betul juga ya...dok"jawabku sambil tersenyum lebar
dokter delvi adalah sahabatnya dokter arya sama kayak gue dan murni,gue dengar dari dokter delvi sih dia pernah cerita dan juga dokter bedah saraf lainnnya dokter nevan,dokter nico,dokter panji dan dokter satria mereka berenam sahabatan dari SMA sampai kuliah bareng dan kerja di RS bareng juga.mereka berenam memiliki postur tubuh yg sama 185 cm.mereka tampan dalam porsinya masing masing semuanya memiliki kharisma dan aura tersendiri
dokter delvi berkulit coklat,rambut hitam lebat tapi ikal,hidung mancung,rahang tegas,memiliki mata yg tajam siapa yg lihat pasti jatuh dalam pesonanya dan jgn lupakan bibir kissable merahnya buat cewek klepek-klepek gak jauh beda sih dari dokter delvi malah kalau diperhatikan lebih tampanan dokter delvi berkulit putih rambutnya belah tengah lurus dan terlihat sangat halus.
"saya dengar dari teman-teman hari ini dokter reza dan dokter murni resign ya?"tanya dokter delvi sambil menyeruput kopinya yg baru diantar mbak eno
"ha......,oh....iya dok!"jawabku manis sambil terus mengunyah nasi ramesku tak ada canggung atau gugup dihadapan lelaki manapun kecuali didepan dokter arya aku baru merasa berdebar debar
"kenapa resign,dokter hara tahu alasannya?"tanya dokter delvi lagi
"katanya sih papanya mas reza nyuruh mas reza dan murni kerja di RS teman papanya"jawabku sambil pokus pada makananku tampa melihat dokter delvi
"oh....begitu rupanya"jawabnya
"resepsi mereka,dokter hara mau gak nemani saya"tanyanya yg membuat aku menghentikan aktivitas makanku
"eh........."jawabku terkejut
"kenapa dok,uda ada pasangannya ya buat kesana"?tanyanya dengan raut kecewa
deg
"itu.....itu....."jawabku ragu ragu karena aku masih mau mengajak dokter arya pergi bareng jadi pasanganku waktu resepsi murni nanti cuma belum punya waktu yg tepat dan aq masih berusaha
"gak usa gak enak gitu kali dok,santai aja.gue orangnya sabar menunggu dokter kog"ucapnya serius menatap dalam mataku sambil tersenyum manis.
"maaf ya dok,saya mau kembali keruangan saya"jawabku cepat sambil melirik arloji ditanganku laluberdiri menuju kasir dan membayar makanan dan minumanyg tadi kupesan lalu kembali keruanganku.tanpa menunggu jawaban dokter delvi
"huft....."hela napasku panjang sambil duduk dikursi sesampai diruanganku
aku tau dokter delvi mempunyai perasaan padaku dari perhatian dan tatapannya slama ini ,dan aku gak mau ngasih dia harapan aq gak mau menyakiti dia disaat dihati ini ada pemiliknya dokter arya seorang"batinku